Cara Beribadah Agama Katolik

Tata Cara Beribadah dalam Aama Katolik

Bersamakristus.org – Cara beribadah agama Katolik. Ada dua denominasi Kristen yang terkenal di Indonesia, yakni Protestan dan Kristen. Keduanya pun punya penganut yang begitu banyak.

Meski sama-sama mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan, namun ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Salah satunya mengenai cara beribadah yang dilakukan di dalam gereja.

Bagi umat Kristen, pastilah sudah mengetahui apa-apa saja kegiatan ibadah yang dilakukan di dalam gereja, hari rayanya, dan sebagainya. Namun bagi penganut Protestan dan agama lain?

Mungkin saja masih ada yang belum mengetahuinya, terkait tata cara ibadah dalam agama Katolik. Sehingga pada kesempatan ini kami ingin mengulas hal tersebut.

Di sini kami akan membahas tentang tata cara beribadah dalam agama Katolik. Anda bisa langsung menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut ini.

Cara Beribadah dalam Agama Katolik yang Benar

Simak langsung pembahasannya secara lengkap di bawah ini mengenai tata cara beribadah dalam agama Kristen Katolik. Simak pembahasannya di bawah berikut ini.

1. Membuat Tanda Salib

Cara beribadah dalam agama Katolik yang paling umum adalah membuat isyarat salib menggunakan jari tangan kanan (boleh jari telunjuk, atau keempat jari dikuncupkan menjadi satu) mulai berasal dari dahi, bahu depan sebelah kiri, bahu depan sebelah kanan, dan di tengah-tengah dada anggota bawah (persis terhadap tulang dada).

Umat Katolik sambil melakuka isyarat salib juga mengucapkan “Dalam nama Bapa (tangan di dahi), Putra (bahu kiri-kanan), dan Roh Kudus (dada bawah), Amin”. Tanda salib ini menjadi permulaan dan akhir berasal dari doa, ibadat, dan misa terhadap agama Katolik. Seringkali, orang Katolik terhitung menggunakan isyarat salib sebelum saat mulai ujian, pertandingan, dan momen yang perlu doa lainnya.

2. Sikap Tubuh Berlutut dan Menunduk

Pada saat Misa, ada waktu di mana umat dimminta berlutut (biasanya sementara membaca doa), dan menunduk (pada anggota pujian Kemuliaan, akhir Prefasi sementara menyebut “Kudus, kudus, kudus”, dan pengakuan “Anak Domba Allah”). Kedua sikap ini sebenarnya tunjukkan bagaimana kita merendahkan diri kita di hadapan Tuhan, lebih-lebih sementara mengajukan permohonan (doa).

3. Misa

Misa menjadi ibadah Katolik yang paling umum, biasanya ini diselenggarakan tiap hari yang disebut Misa harian. Kemudian ada Misa kudus atau Misa besar yang diselenggarakan setiap minggu. Misa merupakan bentuk ibadah yang hubungannya paling dekat bersama iman dan keyakinan umat Katolik.

Setiap hari Minggu (sering disebut Hari Tuhan), umat Katolik mampir ke gereja untuk mendengarkan sabda Tuhan yang disampaikan oleh pastor, dan menerima sakramen Ekaristi atau komuni kudus.

Pastor dipercayai mewakili Kristus terhadap sakramen Ekaristi. Pastor memimpin liturgi (suatu alur doa), kemudian umat yang udah dibaptis dan menerima Komuni pertama berbaris untuk menerima Hosti (roti tak beragi, dilambangkan sebagai tubuh dan darah Kristus) yang dibagikan oleh Pastor dan prodiakon.

Pada saat menjalankan Misa, sikap tubuh yang udah diatur sedemikian rupa seperti berdiri, bernyanyi, berlutut, membuat isyarat salib dan lainnya ditujukan untuk menjadikan setiap umat yang beribadah bersatu.

Bagi umat Katolik, ikuti Misa kudus pengaruhi keseharian mereka. Banyak umat Katolik yang mulai lebih tenang dan lebih dekat bersama Tuhan setelah ikuti Misa. Seringkali, setelah Misa diselenggarakan kesibukan amal, bakti sosial, atau rekreasi ke alam bebas.

4. Doa Harian

Doa harian Kristen yang dilaksanakan umat Katolik merupakan cara beribadah dalam agama Katolik sesungguhnya terlalu bermacam-macam, tergantung situasinya (misalnya doa makan Katolik dan doa tidur Katolik) dan kepentingannya (doa mencari jodoh Katolik, doa belajar Katolik, dan doa kelancaran usaha Katolik). Doa-doa tersebut bisa dipelajari di buku Puji Syukur.

Tetapi, doa yang paling kerap diucapkan oleh umat Katolik adalah doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan. Ketiga doa berikut disebutkan dalam misa, terhitung dalam doa Rosario.

5. Doa Rosario

Doa Rosario adalah kumpulan doa yang biasanya diambil alih berasal dari Alkitab dan dipraktekkan oleh semua umat Katolik di semua dunia. Doa Rosario dilaksanakan sebagai bentuk devosi kepada Perawan Maria.

Biasanya doa ini dikerjakan umat Katolik sambil memegang Rosario (rangkaian untaian manik-manik atau biji-bijian bersama salib di ujungnya), tiap-tiap manik-manik mewakili 1 doa. Kata rosario, yang diambil alih berasal dari kata rose atau mawar, adalah simbol Perawan Maria dan tiap-tiap doa yang disebutkan (baik bersama suara keras atau pelan) berarti menaruh satu kuntum mawar di kaki Bunda Maria.

Menyelesaikan satu alur Doa Rosario berarti mempersembahkan satu mahkota mawar kepada Bunda Maria. Doa-doa yang dipakai dalam Doa Rosario adalah Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan.

6. Doa Novena

Doa novena tiga salam Maria berasal dari bahasa Latin Nove berarti sembilan. Doa ini dilaksanakan 9 kali berturut-turut, disertai permohonan yang diinginkan. Jenis Doa Novena bermacam-macam, yang paling kerap dilaksanakan adalah Novena Salam Maria (mengucapkan 3 kali doa Salam Maria kemudian dilanjutkan bersama mengucapkan permohonan yang diinginkan), dan Novena Orang Kudus (meminta perantaraan Santo-Santa pelindung untuk menyampaikan doa kepada Allah).

Umat Katolik kerap lakukan doa Novena sementara sedang ditimpa masalah. Seringkali, doa Novena disertai bersama puasa. Doa Novena dipercaya mampu mengabulkan permohonan atau permohonan si pendoa. Tentunya, permohonan atau permohonan tersebut perlu yang baik-baik, tidak boleh merugikan orang lain, seperti dijelaskan dalam cara doa Kristen dikabulkan.

7. Doa Lingkungan

Doa lingkungan ini kerap disebut FA di agama Kristen Protestan dan Kristen Karismatik. Biasanya dilaksanakan tiap-tiap minggu, bergantian berasal dari satu rumah ke rumah yang lain.

Di dalam Doa Lingkungan kerap dilaksanakan Doa Rosario, umat yang membacakan doa bergiliran, satu umat untuk tiap-tiap doa Salam Maria. Selain itu, dalam Doa Lingkungan terhitung kerap dilaksanakan sharing iman, doa syafaat, dan terkadang rapat untuk kesibukan berikutnya (biasanya kalau tersedia permohonan untuk piknik, berziarah ke Gua maria, dll).

Selain ketujuh cara diatas, Gereja Katolik terhitung punya tipe ibadah yang lain, yakni Sakramen dan Devosi kepada Bunda Maria.

Sakramen Dalam Katolik

Gereja Katolik merayakan 7 sakramen. Sakramen (diambil berasal dari bhs Latin “sacramentum”) adalah suatu isyarat yang dimulai berasal dari Kristus untuk memberikan rahmat kepada umatNya. Ketujuh sakramen berikut adalah:

1. Baptis

Baptis adalah isyarat bahwa seseorang telahm asuk ke dalam agama Katolik, ditandai dengan penyiraman air suci tepat di dahinya. Sering terhitung disebut Lahir Baru, isyarat manusia yang berdosa dilahirkan kembali menjadi Anak-anak Allah. Sakramen Baptis mampu dilaksanakan di umur berapapun, tetapi biasanya dilaksanakan sementara seseorang masih bayi. Sakramen Baptis hanya di terima 1 kali seumur hidup.

2. Krisma

Krisma disebut juga dengan sakramen pengautan, tujuannya supaya orang memiliki kekuatan selamanya untuk menjagi pemeluk Katolik. Sebelum tahun 2002, Sakramen Krisma mampu di terima sementara seseorang berusia sedikitnya 15 tahun atau udah duduk di kelas 3 SMP, tetapi setelah tahun 2002 diubah menjadi sedikitnya 18 tahun atau udah duduk di kelas 3 SMA. Tetapi tersedia terhitung yang baru menerima Sakramen Krisma setelah menikah, atau setelah berusia lanjut. Sama seperti Sakramen Baptis, Sakramen Krisma terhitung hanya di terima 1 kali seumur hidup.

3. Ekaristi

Ekaristi atau komuni merupaka sakramen yang terpenting, karena di sini umat Katolik mempercayai Yesus datang dalam bentuk anggur dan roti. Sakramen Ekaristi diselenggarakan di tiap-tiap misa, dan tidak tersedia batasan untuk meraih sakramen tersebut. Seorang umat Katolik mampu saja menerima sakramen Ekaristi tiap-tiap hari sementara dia ikuti misa harian.

4. Pengampunan Dosa

Sakramen pengampunan dosa pada dasarnya bisa dilaksanakan setiap minggu atau kapan saja asal pastor bersedia melayani pengampunan dosa tersebut. Tetapi biasanya dilaksanakan sebelum saat perayaan Natal dan Paskah diiringi dengan doa pengakuan dosa Kristen.

Umat Katolik bakal masuk ke bilik Pengakuan Dosa, memberitahukan sebagian dosa-dosanya yang paling berat, kemudian pastor bakal menyuruhnya membaca sebagian ayat Alkitab dan mengucapkan doa-doa tertentu sepanjang sebagian hari. Doa-doa berikut ditujukan untuk meraih pengampunan dan rahmat berasal dari Tuhan.

5. Pengurapan Orang Sakit

Sakramen ini diberikan kepada orang yang terlalu sakit parah. Tujuannya agar yang mengenai selamanya berpegang terhadap iman Katolik, dan terhitung memohon agar Tuhan memberikan yang terbaik terhadap yang bersangkutan: apakah dia bakal sembuh, atau malah dipanggil Tuhan (meninggal).

6. Imamat

Dalam agama Katolik, sakramen imamat diberikan kepada calon imam, ini merupakan sejenis ‘wisuda’ bagi para calon imam. Para frater (calon imam) yang ditahbiskan bakal menjadi pastor, bersama tugas yang lebih berat, yakni menggembalakan umat Allah.

7. Perkawinan

Sakramen ini diberikan kepada sepasang pria dan wanita dewasa yang saling mencintai dan punya niat untuk membangun rumah tangga bersama. Dalam perkawinan Katolik, idealnya sakramen Perkawinan hanya diberikan sekali seumur hidup, hingga maut memisahkan. Karena pernikahan Katolik berupa tidak terceraikan, seseorang baru boleh menikah kembali setelah pasangannya meninggal dunia (Mat 19:6).

Devosi kepada Bunda Maria

Umat Katolik memberikan penghargaan kepada Bunda maria (Ibu Yesus) lebih besar berasal dari aliran Kristen lainnya, memanggil Bunda Maria Ibu Tuhan, Ratu Surgawi, dan berdoa melalui perantaraannya kepada anaknya, Yesus.

Berdoa melalui perantaraan Bunda Maria didasarkan terhadap sikap Yesus yang tidak pernah menolak permohonan ibuNya. Salah satunya adalah momen perjamuan kawin di Kana (Yoh 2:1-11). Selain itu, begitu besarnya cinta Yesus kepada ibuNya, agar Dia memberikan Yohanes untuk menemani ibuNya mengambil alih diriNya yang wafat di kayu salib (Yoh 19:26-27).

Gereja katolik menspesialisasikan bulan Mei dan Oktober sebagai Bulan Maria. Perlu dipahami, devosi kepada Bunda Maria bukan berarti menyembah Bunda Maria, tetapi hanya penghargaan. Gereja Katolik hanya menyembah 1 Tuhan, Allah Tritunggal. Hal ini kiranya perlu diluruskan, mengingat banyaknya penganut Kristen diluar katolik yang berasumsi gereja katolik menyembah Bunda Maria.

Hari-hari Kudus Katolik

Gereja Katolik menyelenggarakan misa besar dalam tiap-tiap Hari Kudus yang udah ditentukan dalam Kalender Tahunan Katolik. Sekolah-sekolah Katolik terhitung meliburkan siswa-siswanya dalam sebagian Hari Kudus tersebut:

  • Natal: memperingati kelahiran Yesus. Biasanya diselenggarakan misa terhadap Malam Natal dan Hari Natal.
  • Advent: dilaksanakan 4 minggu sebelum saat hari Natal. Biasanya patung-patung di altar gereja bakal ditutupi kain ungu, berarti Gereja sedang menantikan kehadiran Penebus. Pada jaman ini, di gereja tersedia lingkaran adven yang berisi 4 lilin. Lilin-lilin berikut bakal dinyalakan satu per satu tiap-tiap minggu, hingga hari Natal tiba. Pujian Kemuliaan tidak dinyanyikan terhadap sementara ini.
  • Rabu Abu: permulaan puasa Prapaskah. Umat Katolik bakal ikuti misa terhadap hari Rabu Abu dan menerima coretan abu berupa isyarat salib di dahi mereka. Ini adalah simbol berkabung sepanjang jaman Prapaskah. Sekolah-sekolah Katolik biasanya meliburkan siswanya agar mampu ikuti misa Rabu Abu di gereja masing-masing.
  • Prapaskah: dilaksanakan sepanjang 40 hari sebelum saat Paskah, dimulai bersama Rabu Abu. Pada jaman ini, umat Katolik bakal berpantang dan berpuasa, dan menghimpun hasil puasanya dalam bentuk Aksi Prapaskah (biasanya berupa sembako atau uang). Aksi Prapaskah ini nantinya bakal disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang tidak cukup mampu.
  • Tri Hari Suci: dimulai berasal dari Kamis Putih (Perjamuan Terakhir), Jumat Agung (Sengsara dan Kematian Yesus), dan Sabtu Suci atau Sabtu Sepi (Yesus selamanya di dalam makam). Pada ketiga hari ini, diselenggarakan misa besar tiap-tiap hari. Sekolah-sekolah Katolik meliburkan siswanya terhadap 3 hari ini. Jumat Agung terhitung dijadikan hari libur nasional.
  • Paskah: dirayakan terhadap hari Minggu, berarti bangkitnya Tuhan Yesus. Diadakan misa besar.
  • Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga: dirayakan 40 hari setelah Paskah. Hari ini terhitung dijadikan hari libur nasional.
  • Pentakosta: dirayakan 10 hari setelah Kenaikan Tuhan Yesus, atau 50 hari setelah Paskah. Hari Pentakosta adalah perayaan turunnya Roh Kudus untuk mengobarkan stimulus para rasul dalam mewartakan kebangkitan Tuhan.

Akhir Kata

Demikian pembahasan tentang cara beribadah dalam agama katolik. Semoga dapat menjadi referensi dan tambahan wawasan bagi Anda mengenai cara ibadah di gereja Katolik.

Baca:

Tinggalkan komentar