Kristen Ortodoks

Pengertian Arti Kristen Ortodoks dan Ajarannya

Bersamakristus.org – Pengertian Kristen ortodoks. Apakah Anda pernah mendengar ajaran Kristen dengan ortodoks? Apakah sama dengan Protestan? Sebelum membahas hal ini leih lanjut, mari kita mengetahui asal usul terbentuknya ortodoks terlebih dahulu.

Kristen ortodoks ada saat masih terjadi selisih paham di antara Gereja Alexandria, Gereja Roma, dan Kaisar Konstantin. Pada masa Kaisar Bizantium Marqilanus tahun 451, diadakan Majma Khalkaduniyah (Konsili Kalkedonia) dalam hal ketuhanan satu abad lebih sebelum Nabi Muhammad lahir di Mekkah (571). Akhir dari konsili ini menimbulkan pecahnya gereja-gereja yang sulit untuk dipersatukan kembali.

Pengertian Kristen dalam Ortodoks

Menurut KBBI, Kristne Ortodoks adalah aliran dalam agama Kristen yang berpegang pada Alkitab tanpa kritik. Bisa juga berarti bahwa ajaran dalam Kristen dalam Ortodoks, menganut ajaran yang terdahulu yang diambil dari asalnya dan ditafsirkan di dalam tradisi terdahulu. Penganut ajaran ini mempercayai bahwa ajarannya adalah yang paling murni dari ajaran lain. Sejak saat itulah Kristen terbagi menjadi dua.

Berpusat di Roma dan Bizantium yang dipimpin Bapa Laon, ajaran ini menyatakan mengakui Yesus memiliki dua sifat, yakni Tuhan dan manusia, mereka cikal bakal adanya Protestan dan Katolik. Sedangkan berpusat di Alexandria dan Antakia dipimpin Bapa Disqures, ajaran ini mengakui sifat tunggal Yesus, mereka yang dikenal dengan Kristen Ortodoks.

Kata ortodoks berarti mempercayai ajaran agama yang dianggap benar dan asli. Maka dari itu, Kristen dalam ortodoks berusaha untuk selalu hidup lurus selaras dengan apa yang dikehendaki dari kelahiran agamanya. Aliran Kristen dalam ortodoks terdiri dari kelompok Koptik, Suriah, Armenian, dan Habasah.

Ajaran dalam Kekristenan Ortodoks

Kristen Protestan dan Kristen Ortodoks memiliki persamaan yakni mengakui Yesus sebagai Tuhan, Bapa, dan Roh Kudus. Yesus menjadi pelindung manusia dari dosa (tritunggal). Namun tetap ada perbedaan antara Ortodoks, Protestan, dan Katolik.

Ajaran tersebut adalah hanya memperbolehkan Alkitab ditafsirkan dengan tradisi yang dahulu, mempercayai bahwa Maria memiliki keperawanan yang kekal, mengenal doa Kristen untuk orang meninggal, keselamatan yang diperoleh setelah meninggal dunia, keselamatan yang bisa hilang, dan baptisan bayi yang tidak membebankan tanggung jawab dan iman pribadi.

1. Alkitab Hanya Boleh Ditafriskan Sama dengan Tradisi Terdahulu

Dalam Kristen Protestan, ajaran Alkitab boleh diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan zaman yang selalu berubaah, namun Katolik dan Ortodoks lebih memperhitungkan harmoni serta arti penting Alkitab dalam tradisi suci. Sementara kalangan Kristen Protestan fokus pada konsep Alkitab saja. Jadi perubahan dalam penyampaian Alkitab, Katolik dan Kristen ortodoks menyalurkan segala pemahaman yang berlaku dan dipakai sejak dulu.

2. Percaya Bunda Maria Memiliki Keperawanan Kekal

Umat Kristen Protestan menganggap Bunda Maria sebagai ibu dari Yesus saja, tidak ada lanjut tindakan berupa meninggikan Bunda Maria atau mendoakannya. Sedangkan dalam Katolik dan ortodoks menganggap Maria adalah ibu Yesus dan berdoa pada Maria, dipercaya akan mempercepat terkabulnya suatu permohonan. Maka dalam ajaran Katolik dikenal salam Bunda Maria.

Protestan tidak percaya dengan keperawanan Maria yang abadi seperti tertulis dalam Alkitab. Mereka menyimpulkan setelah Yesus lahir, Maria mengandung dan melahirkan anak.

Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.

(Markus 3:32)

Tetapi Katolik dan ortodoks memiliki ajaran berbeda, mereka percaya bahwa Maria memiliki keperawanan kekal dan tidak ternodai.

3. Mengenal Doa untuk Orang Mati

Kristen Protestan tidak mengenal doa untuk orang mati, pasalnya dalam Alkitab tertulis mengenai Manasye yang dihukum Tuhan karena berdoa untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Bahkan, ia mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api di Lebak Ben-Hinom; ia melakukan ramal, telaah dan sihir, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal. Ia melakukan banyak yang jahat di mata Tuhan, sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya.

2 Tawarikh 33:6

Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.

Pengkotbah 9:5

Kesimpulannya, apa yang kita lakukan untuk orang meninggal tidak akan berpengaruh pada arwahnya. Karena mereka sendiri sudah diberi Tuhan kehidupan di dunia ini dan jika orang yang sudah meninggal tersebut tidak memanfaatkan kehidupannya, maka orang tersebut harus menerima risiko dan konsekuensinya.

Sementara dalam ajaran Ortodoks dan Katolik berbeda. Katolik ada ajaran api penyucian, yakni proses kita disucikan dari dosa yang masih dibawa ketika meninggal. Ini berlaku bagi yang sudah mengenal dan percaya akan Tuhan tapi masih ada dosa yang tertinggal. Maka dari itu orang yang masih hidup di dunia dituntut membantu jiwa yang masih dalam api penyucian dengan memanjatkan doa syafaat agar segera menuju surga.

4. Keselamatan yang Diperoleh Usai Meninggal

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

(Yohanes 3:16)

Umat Protestan meyakini oran yang percaya karya penyaliban Kristus otomatis menerima karya keselamatan dari Tuhan. Ajaran ini mengajarkan bahwa karya keselmaatan diperoleh oleh manusia secara cuma-cuma, meski tidak ada usaha yang dikerjakan.

Hal tersebut dinamakan belas kasih Tuhan, artinya kita yang awalnya berdosa telah diberi suatu keselamatan karena Tuhan masih mengasihi kita. Karena kasih-Bya sehingga Dia rela melepas Putra-Nay, yaitu Yesus Kristus untuk penebusan dosa.

Menurut Katolik dan Ortodoks, keselamatan yang didapatkan setelah meninggal bisa diperoleh melalui penyucian diri, jika orang tersebut sudah melalui penebusan dosa selama di dunia dengan membaca doa pengakuan dosa. Jadi, dalam ortodoks dan Katolik mengenal dua cara memperoleh keselamatan.

5. Keselamatan yang Bisa Hilang

Bila seseorang telah menerima suatu karya keselamatan dan orang tersebut murtad, maka jika dia meninggal dia tak memperoleh karya keselamatan itu kembali. Sedangkan ada pendapat lain mengatakan keselamatan tidak bisa hilang karena kita orang yang diselamatkan adalah orna gyang dipilih Tuhan untuk memperoleh keselamatan, jadi saat kita berbuat dosa sekalipun maka keselamatan itu tidak akan hilang.

6. Baptisan Bayi Tidak Membebankan Tanggung Jawab dan Iman Pribadi

Dalam agama Protestan, orang dapat dibaptis ketika dia masih memiliki tanggung jawab dan tindakan yang mengarah pada pertobatan. Orang tersebut bisa dibaptis sebagai tanda bahwa dosa yang dilakukan setelah dibaptis akan ditanggung orang tersebut.

Namun dari kalangan Katolik dan ortodoks memiliki pendapat berbeda, baptisan berfungsi membuat orang menjadi lahir baru dan penghapus dosa. Katolik membebankan tanggung jawab dan iman dari bayi yang dibaptis kepada ornagtuanya, sedangkan dalam ortodoks orangtua hanya wali iman atau pengantar anak agar dapat mengenal Injil.

Perbedaan Liturgi Ortodoks dan Katolik

ternyata walau ortodoks dan Katolik memiliki beberapa kemiripan, namun ada liturgi atau tata cara ibadah yang berbeda. Inilah yang membedakan antara Kristen ortodoks dan Katolik.

1. Pengakuan Iman

Pengakuan iman Kristen ortodoks sebagai berikut.

Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan; dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa; segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita.

Ia dikandung dari Roh Kudus, Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia. Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus; Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan. Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci. Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa. Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan berakhir.

Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putra, yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para nabi. Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan. Akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan hidup di akhirat. Amin.

Sedangkan pengakuan iman Katolik dan Kristen Protestan sebeenarnya memiliki makna atau pengertian yang sama. Hanya saja dipakai oleh Kristen dalam ortodoks adalah versi panjangnya, sedangkan yang dipakai dalam Katolik dan Protestan adalah versi pendeknya.

2. Tata Cara Ibadah

Ibadah yang dilakukan ortodoks sama seperti yang dilakukan muslim, yaitu macam macam sholat. Perbedaannya adalah ibadah yang diajarkan dalam ortodoks menggunakan 7 kali ibadah dalam sehari dan imam harus menghadap ke kiblat. Sedangkan dalam Katolik dan Protestan tidak mengenal adanya kiblat dalam berdoa dan batasan jumlah untuk beribadah dalam sehari.

3. Gedung Gereja

Gereja ortodoks memiliki bentuk mirip masjid, mulai dari bangunan sampai kubah adan kemiripan. Sedangkan Katolik dan Protestan memiliki gedung bergaya Eropa.

4. Simbol Salib

Kristen Protestan dan Latolik identik dengan salib sebagai lambang pengorbanan Yesus, begitu juga dengan ortodoks. Namun bentuk kayu salib dalam ortodoks disertai figur Yesus sedang dipaku dan ada bentuk seperti jajar genjang dan bulan sabit.

Akhir Kata

Demikian informasi singkat mengenai pengertian kristen ortodoks. Semoga informasi mengenai pengertian Kristen ortodoks, penjelasan, liturgi, tata ibadah, perbedaan, dan persamaannya menjadi penjawab pertanyaan Anda selama ini.

Baca: