Ajaran Saksi Yehuwa

Pengajaran Yehuwa yang Bertentangan dengan Kristen

Bersamakristus.org – Ajaran saksi yehuwa. Pada kesempatan sebelumnya kami telah mengulas mengenai ciri ciri saksi yehuwa, yakni sebuah aliran dalam agama Kristen yang pernah dianggap sesat di Indonesia.

Namun hal tersebut kini tak berlaku lagi pasalnya sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, saksi yehuwa tidak lagi dianggap sesat dan kini juga banyak penganutnya.

Tapi di artikel tersebut kami hanya membahas ciri-cirinya saja, tidak menjelaskan secara detail mengenai ajaran yang menjadikan saksi yehuwa dulu ditentang di Indonesia.

Padahal ini sangat penting diketahui, terutama dalam kehidupan rohani kita bisa menjadikan informasi ini sebagai referensi untuk mendewasakan rohani dan semakin dekat dengan Tuhan.

Oleh karena itu pada kesempatan ini kami ingin membahas tentang ajaran dalam saksi yehuwa. Simak langsung pembahasannya di bawah yang telah kami tulis berikut ini.

Kumpulan Ajaran Saksi Yehuwa dalam Gereja

Langsung saja tanpa banyak basa basi lagi, berikut adalah kumpulan ajaran dalam saksi yehuwa di gereja. Simak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah ini.

1. Alkitab Saksi Yehuwa

Dalam Saksi Yehuwa, mereka mempercayai bhawa Alkitab diinspirasi oleh Tuhan berdasarkan sejarahnya. Mereka menganggap Alkitab sebagai jalan utama bagi Tuhan unuk berkomunikasi bersama manusia, dan mereka menafsirkannya secara harafiah, kalau ayat-ayat yang jelas-jelas diambil kesimpulan sebagai simbol atau puisi (misalnya Mazmur, Kidung Agung, Amsal).

Penganut saksi Yehuwa menguji ide religi dan ajaran Alkitab, jika suatu gagasan bertentangan dengan Alkitab, berarti ajaran tersebut salah. Saksi Yehuwa lebih-lebih mempunyai Alkitab terjemahan sendiri, Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru (TDB). Mereka menyebut Perjanjian Baru sebagai Kitab Yunani Kristen dan Perjanjian Lama sebagai Kitab Ibrani. Mereka termasuk benar-benar menjunjung berbagai artikel doktrin yang dipublikasikan didalam Menara Pengawal.

2. Tuhan

Dalam ajaran ini, mereka sangat mempercayai Allah Bapa (Yehuwa) adalah satu-satunya Tuhan yang benar. Yehuwa cuma satu, dan berkedudukan di atas segalanya. Yehuwa termasuk yang menciptakan segala sesuatu. Yehuwa mempunyai anak bernama Yesus Kristus.

Yesus Kristus mempunyai kuasa, tetapi Yesus bukanlah Tuhan. Yesus adalah ciptaan Yehuwa yang pertama. Yesus Kristus berkedudukan di bawah Yehuwa, tetapi kedudukan-Nya di atas Malaikat. Dia memerintah sebagai anggota berasal dari Kerajaan Allah, dan merupakan Messiah yang diprediksi didalam Perjanjian Lama. Yesus turun berasal dari surga ke dunia.

Dalam agama Kristen pada umumnya, Yesus Kristus mengorbankan kehidupan duniawinya untuk menyelamatkan manusia. Sedangkan Saksi Yehuwa menyakini bahwa Yesus tidak mati bergantung di kayu salib, tetapi di tonggak biasa. Kebangkitan Yesus alah kebangkitan spiritual, bukan kebangkitan badan.

DYesus Kristus ditugaskan Allah untuk menghakimi manusia dan memutuskan apakah manusia bisa masuk surga atau neraka, bisa juga diperintahkan oleh Allah untuk membangkitkan orang meninggal. Roh Kudus adalah kemampuan aktif Yehuwa yang digunakan untuk mewujudkan keinginanNya. Roh Kudus bukanlah manusia, dan bukan anggota berasal dari Trinitas.

Saksi Yehuwa menganggap bahwa doktrin tradisional Kristen tentang Trinitas terhadap Bapa, Putra dan Roh Kudus keliru dan didasarkan terhadap keyakinan penyembah berhala. Doktrin Trinitas tidak berkesinambungan bersama Alkitab. Saksi Yehuwa menganggap doktrin Trinitas bertentangan bersama apa yang dipercayai dan diajarkan para nabi, Yesus, para rasul dan jemaat Kristiani pertama.

3. Salib

Mereka meyakini tidak ada penyaliban Yesus, namun hanya ada tonggak biasa. Hal ini didasarkan terhadap kalimat berbahasa Yunani yang digunakan untuk salib, yang secara harafiah diterjemahkan sebagai tonggak atau pohon. Saksi Yehuwa menganggap salib sebagai simbol berhala, bukan simbol Kristen.

4. Kematian, Surga, dan Neraka

Ajaran sesat Saksi Yehuwa sangat percaya bahwa saat seseorang meninggal, eksistensinya benar-benar berhenti. Hal ini terjadi karena Alkitab jelas-jelas menyatakan bahwa manusia tidak mempunyai roh abadi yang selalu hidup waktu seseorang meninggal.

Dalam ajaran ini neraka (yang dilukiskan bersifat siksaan kekal, lautan api, dll) dianggap tidak benar-benar ada. Tidak ada area di mana orang-orang berdosa disiksa sehabis kematian, karena eksistensinya telah berakhir, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mereka.

Saksi Yehuwa juga berpendapat bahwa menyiksa seseorang selalu bertentangan bersama pembawaan alami Tuhan. Tetapi, kematian bukanlah akhir berasal dari segalanya: tiap-tiap orang bisa diingat oleh Tuhan dan dibangkitkan.

5. Akhir Jaman

Ajaran ini berkonsentrasi pada akhir zaman, mereka menyatakan banyak tanggal-tanggal di masa depan berdasarkan kitab suci, meski mereka tak emnyatakan kapan dunia dimulai atau kesimpulan sistem-sistem yang ada dapat terjadi.

Maka dari itu pada tahun 1980-an ajaran ini menerbitkan berbagai nubuat atau ramalan tentang akhir zaman, tetapi tidak satupun terjadi. Hal ini tentu bertentangan bersama doktrin ajaran Kristen bahwa tidak ada satu orang pun yang tahu kapan akhir era dapat terjadi, lebih-lebih Anak Manusia pun tidak mengetahuinya.

Mereka mempercayai bahwa akhir zaman akan berawal dari tahun 1914, namun mereka menyebut tak banyak manusia yang menyadari hal tersebut. Saksi Yehuwa sangat percaya bahwa saat akhir era pada akhirnya terjadi, cuma 144.000 jiwa yang dapat masuk ke surga (Kerajaan Yehuwa atau Kerajaan Allah) dan memerintah dunia berasal dari sana bersama Kristus, orang-orang ini disebut yang terpilih. Orang-orang yang lain dapat lenyap begitu saja, tidak masuk surga maupun neraka.

6. Orang-orang yang Terpilih

Menjadi orang yang terpilih bukanlah sesuatu yang dilaksanakan bersama voting atau seleksi. Orang-orang yang terpilih tersebut tahu secara langsung bahwa Tuhan telah memilih mereka. Hanya orang-orang yang mulai diri mereka terpilih yang mengambil anggota roti dan anggur terhadap hari peringatan kematian Kristus, yang dirayakan tiap-tiap tahun.

Mayoritas anggota Saksi Yehuwa bukan orang-orang yang terpilih dan tidak dapat menikmati kehidupan kekal di surga. Mereka dapat menikmati kehidupan kekal di surga dunia. Sebetulnya, bukan cuma anggota Saksi Yehuwa tetapi termasuk milyaran manusia lainnya dapat menikmati kehidupan kekal di dunia, agar menggenapi permohonan Tuhan terhadap mulanya, saat Dia menyimpan Adam dan Hawa di Taman Eden.

7. Gaya Hidup

Saksi Yehuwa mendasarkan model hidup mereka terhadap Alkitab Perjanjian Lama. Mereka termasuk menyeleksi makanan berdasarkan ayat Alkitab tentang makanan. Mereka tidak boleh makan darah (tapi babi diperbolehkan), tidak boleh mengonsumsi minuman keras, dan obat-obatan terlarang, dan halangi kafein (kopi dan teh). Karena nyaris seluruh ayat Alkitab ditafsirkan secara harafiah, Saksi Yehuwa menolak transfusi darah.

Akhir Kata

Demikian pembahasan tentang ajaran ajaran saksi yehuwa. Semoga hal ini dapat menerangkan kita tentang ajaran saksi yehuwa dan perbedaannya dengan agama Kristen Protestan dan Katolik.

Baca: