Renungan Kristen Untuk Ibu

Renungan harian dan khotbah Kristen untuk wanita kaum ibu

Bersamakristus.org – Renungan rohani Kristen untuk ibu. Perempuan, ibu, atau wanita merupakan satu pihak yang paling dekat dengan kehidupan manusia setelah lahir. Ibu berperan penting tidak hanya dalam memberikan kasih sayang, melainkan juga kehidupan beragama dalam konteks pembelajaran rohani.

Ketika seseorang kecil, kebanyakan mereka akan lebih dekat dengan ibunya dibanding ayahnya. Maka dari itu, bila ibu memberikan pelajaran rohani Kristen yang baik, tentu saja anak tersebut akan tumbuh menjadi pelayan Tuhan yang luar biasa.

Tidak hanya itu, ibu atau wanita juga kerap melaksanakan ibadah yang khusus dilakukan oleh kaum hawa, yakni ibadah kaum ibu dengan di dalamnya membaca banyak doa berkaitan dengan kaum ibu, wanita, dan perempuan seperti doa syafaat untuk kaum ibu misalnya.

Setiap orang harus menyayangi ibu, tidak boleh tidak. Bukan hanya ibu sendiri, melainkan juga wanita lain di seluruh dunia. Bukan dalam konteks meyayangi dalam hal cinta, apalagi yang sudah memiliki suami, melainkan menyayangi dalam bentuk memberi pertolongan dan kasih sebagai sesama manusia.

Nah pada kesempatan ini kami ingin membagikan kumpulan renungan harian rohani Kristen untuk kaum ibu yang dapat dibaca pada saat teduh, malam hari, dan sebagainya. Namun sebelum itu mari kita simak pembahasan mengenai kedudukan ibu atau wanita dalam agama Kristen berikut ini.

Kedudukan Ibu Dalam Keluarga Kristen

Seorang ibu memiliki tugas yang begitu banyak dan peranan yang begitu penting di tengah-tengah kelurga. Meski berbicara mengenai seorang istri yang bijak dan cakap, namun apa yang dikerjakannya sekaligus dapat menyatakan bahwa ia adalah seorang ibu yang bijak.

Sehubugan sebagai seorang istri, ibu berperan sebagai pasangan suami, penolong dan pendukung yang penting. Ia dapat dipercaya, hati suaminya akan menjadi tenang bila seorang istri juga bersikap lembut terhadapnya. Begitu pula sebalilknya.

Sebagai seorang ibu, ia berperan mmperhatikan dan membantu kebutuhan hidup keluarga. Ia menyediakan pakaian untuk keluarganya. Mulai dari mencari bahan dasar hingga mengenakannya bagi seluruh keluarganya. Ia juga menyediakan makanan, mengatur keuangan, bekerja keras, serta manajer yang baik bagi keluarganya.

Ibu juga berperan dalam membentuk karakter anak-anaknya. Alkitab mencontohkan kepada kita bagaimana tidak tanduk dan pola asuh seorang ibu mempengaruhi pembentukan karakter anak-anaknya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak pada renungan-renungan di bawah ini.

Baca:

Renungan Rohani Kristen untuk Ibu

Langsung saja tanpa basa basi kembali silahkan simak beberapa renungan harian rohani di bawa ini secara singkat, renungan untuk ibu yang juga dapat dijadikan bahan khotbah rohani.

1. Kasih Seorang Ibu

“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.” Amsal 1:8.

Mungkin kita pernah mendengar istilah kasih ibu sepanjang jalan dan kasih anak sepanjang galah. Pepatah ini menggambarkan bahwa kasih seorang ibu kepada sang anak tak terbatas dan tiada berakhir, laksana jalan yang tak berujung. Sementara kasih anak kepada sang ibu sangat terbatas sebagaimana galah. Contoh kasih ibu yang tak terbatas ini ditunjukkan oleh Nancy Matthews Edison, yang adalah ibu dari penemu bola lampu, yaitu Thomas Alva Edison.

Semasa kecil, Thomas adalah anak yang mempunyai gangguan dalam hal pendengaran, dinilai sebagai anak yang lambat dalam berpikir serta tidak memiliki bakat. Sehingga ia terpaksa dikeluarkan oleh pihak sekolah sehingga Thomas hanya mengenyam pendidikan formal di sekolah selama 3 bulan.

Dalam kondisi seperti itu pasti banyak orang yang menilai bahwa anak ini tidak akan memiliki masa depan cerah. Dalam kondisi seperti itu, pasti tak ada yang menyangka bahwa dia akan meiliki masa depan. Namun, sang ibu yang berprofesi sebagai guru memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi anaknya di rumah.

Meski memiliki banyak kekuarangan dan keterbatasan, tak menyurutkan Nancy untuk mendiidk Thomas. Gayung pun bersambut, Thomas tak menyia-nyiakan segala usaha, jernih, lelang, dan perjuangan sang ibu. Ia juga mau belajar dan patuh kepada semua nasihat ibunya.

Meski tidak mengakui proses belajar secara formal, namun Thomas sudah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan gemar sekali mencoba hal baru. Alhasil, Thomas pun berhasil menemukan ciptaan yang luar biasa setelah mengalami kegagalan sebanyak 1.093 kali.

Salomo berkata agar anak-anak tak menyia-nyiakan ajaran baunya. Bila kita berperan sebagai orangtua, berikanlah yang terbaik dari waktu, tenaga, dan pikiran semaksimal mungkin bagi anak-anaknya. Sehingga kelak kita akan menikmati buah dari kerja keras tersebut.

“Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.” (Efesus 6:1).

2. Menjadi Penjaga Jiwa

“Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.” 1 Tesalonika 2:7.

Selain dipanggil menjadi penjaga orang yang hidup dari Tuhan, kita dipanggil menjadi penjaga saudara seiman yangsedang lemah imannya dan undir dari Tuhan.

“Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.” (Yehezkiel 3:20).

Saudara seiman adalah keluarga kita, kawan sewarga orang-orang kudus dan anggota kerajaan Alah. Jadi, kita harus selalu menjaga kerukunan dengan saling mengaihi, memperhatikan, menasihati, mendukung, menguatkan, supaya kita bertumbuh dalam iman.

Mari belaajr dari rasul Paulus yang memposisikan dirinya seperti ibu bagi orang-orang yagn dilayani dengan penuh kesabaran. Ia mengasuh dan merawat jiwa-jiwa yang dipercayakan Tuhan kepadanya.

“…seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.” (1 Tesalonika 2:11-12).

Rasul Paulus mampu menjalankan perannya sebagai penjaga. Bagi sesama dengan kasih yang tulus tanpa disertai dengan maksud yang tidak murni, tanpa tipu daya. Bukan untuk menyukakan manusia, bukan mencati pujian bagi diri sendiri, melainkan semata-mata kerinduannya yagn besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.

Makin kita dewasa, secara rohani seharusnya semakin besar kepekaan kita terhadap kebutuhan orang lain, baik itu kebutuhan fisik, teristimewa kebutuhan rohani. Jangan berkata sudah melayani Tuhan jika kita tidak memiliki hati yang terbeban terhadap roang lain. Itulah arti pelayanan sejati.

“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” Yakobus 1:27.

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai kumpulan renungan rohani kristen untuk ibu. Mudah-mudahan dengan adanya renungan ini kita dapat menjadi orang yang lebih peduli dan perhatian terhadap ibu serta semua wanita di seluruh dunia. Amin.

Baca:

Tinggalkan komentar