Renungan Kristen Tentang Kesetiaan

Renungan rohani Kristen tentang kesetiaan kepada Tuhan singkat

Bersamakristus.org – Renugan harian Kristen mengenai kesetiaan. Menjadi roang yang setia adalah hal yang perlu dilakukan oleh seluruh orang percaya. Seperti halnya kesetiaan yang telah ditunjukkan oleh Tuhan Yesus kepada anak-anak-Nya ketika Dia harus disalib di atas kayu penyaliban.

Kita pun harus menjadi orang yang setia, tidak hanya setia terhadap teman saja di kala mereka susah, kita harus selalu ada untuk membantu dan menyemangati mereka. Sehingga saat kita berada dalam kondisi sulit sekalipun, mereka juga akan membantu kita.

Selain itu, kesetiaan juga harus kita tunjukkan dalam hal pelayanan terhadap Tuhan yang kuasa. Pelayanan yang dimaksud meliputi pelayanan di gereja, rumah tangga, maupun ketika bersikap di luar itu saat bertemu dengan orang-orang lain.

Kesetiaan sangat penting dimiliki, seperti kumpulan renungan-renungan rohani yang akan kami bagikan di bawah ini. Di dalam renungan-renungan ini terdapat motivasi yang menginspirasi dan dapat menjadi penyemangat hati kita untuk lebih bersikap setia meski dalam kondisi sulit sekalipun.

Renungan-renungan yang akan kami bagikan di bawah ini dirangkum dari berbagai sumber, mulai dari situs internet beserta juga ayat emas atau firman Tuhan di dalam Alkitab. Namun sebelum masuk ke pembahasan inti mari kita simak terlebih dahulu pengertian kesetiaan dalam agama Kristen berikut.

Pengertian Setia dalam Agama Kristen

Kesetiaan dalam bahasa asli yang digunakan di dalam Alktiab yaitu emunah, ini dipakai di Perjanjian Lama dan Pistos yang dipakai di Perjanjian Baru. Keduanya memiliki arti dan makna yang hampir memiliki kesamaan.

Emunah secara tersurat berarti kokoh, secara kiasan berarti aman, loyal, setia, atau penuh iman/faithfull. Mustahil bila seseorang dapat kokoh atau konsisten juga tak dipenuhi dengan iman dan pengharapan. Tuhanlah yang menggambarkan dirinya sendiri sebagai Tuhan yang kokoh, tidak berubah.

Sementara pistos dalam bahasa inggris dapat diartikan sebagai trust worthy atau layak dipercaya. Arti lainnya yaitu believe, faithfull, sure, dan true. Kata ini digunakan di dalam ayat seperti jika ktia setia (pistos), dalam hal kecil maka kita akan dipercaya dalam hal besar.

Baca:

Renungan Rohani Kristen Tentang Kesetiaan

Dan tanpa berbasa-basi kembali, langsung saja silahkan simak pembahasan mengenai renungan rohani Kristen tentang kesetiaan di bawah ini yang dapat dijadikan renungan saat teduh, air hidup, ataupun ilustrasi dan bahan khotbah yang baik.

1. Berjuang Demi Kesetiaan

“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.” Amsal 3:3.

Kestiaan merupakan perasaan yang didasari dengan kasih. Misalnya seseorang setia pada tuannya karena mencintai pekerjaan yang dia lakukan. Seorang istri yang setia kepada suaminya karena dasar kasih yang mengikat hatinya, begitu pula dengan sebaliknya.

Kesetiaan tak akan datang dengan sendirinya, melainkan perlu dilatih setiap hari, karena kesetiaan tidak dapat dibatasi oleh waktu ataupun keadaan apapun. Orang yang bisa dikatakan setia apabila kasih orang tersebut tidak mudah pudar meski dalam keadaan tidak senang dan berduka.

Maka dari itu, perlu adanya hubungan dekat untuk saling mengenal, memahami, dan mengerti kepribadian orang yang kita kasihi supaya terwujud satu kesetiaan yang kokoh. Bagaimana dengan kesetiaan kepada Tuhan? Saat kita hidup, tak ada masalah dan baik-baik saja. Namun ketika kita mengalami proses yang mengharuskan kita menderita bagiTuhan, apakah kita tetap setia melayani-Nya?

Kesetiaan merupakan suatu perjuangan dan perjuangan itu membutuhkan pengorbanan. Seperti halnya seorang sahabat yang akan dikatakan setia bila dia dalam keadaan susah, sedih, menderita, selalu ada untuk menghibur, menguatkan, dan menolong kita. Maka dari itu, seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan rela berkorban untuk sahabatnya.

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13).

Yesus sendiri merupakan teladan pribadi yang setia. Ysus setia sampai mati di atas kayu salib demi menebus dosa kita. Daud juga memiliki pengalaman betapa kkesetiaan Tuhan tidak akan pernah berubah.

“Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-selamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.” (Mazmur 100:5).

Mari sama-sama mewujudkan kesetiaan itu melalui perbuatan, bukan hanya perkataan semata. Dalam keadaan apapun tetaplah setia melayani Tuhan dan lakukan kehendak-Nya. Karena pada saatnya nanati, kesetiaan tersbeut akan mendatangkan upah.

“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Wahyu 2:10b.

2. Lulus Uji Kesetiaan

“Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,” Mazmur 37:3.

Pada masa-masa sekarng ini kita sulit mencari orang yang benar-benar setia, entahitu dalam hubungan antara sesama, pekerjaan, pelayanan, atau sebagainya. Kesetiaan tampaknya sudah luntur dalam diri banyak orang.

“Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6) dan “…telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia.” (Mazmur 12:2).

Apakah kesetiaan itu begitu penting dalam kehidupan orang percaya? tentu saja! Kesetiaan merupakan kualitas hidup yang harus ada di dalam diri orang percaya.

“…kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.” (1 Timotius 6:11).

Meski kita sering diingatkan akan hal ini, namun dalam prakteknya, sulitsekali untuk tetap hidup dalam kesetiaan, entah itu setia pada ibadah, berdoa, setia baca Alkitab, setia melayani Tuhan, setia berbuat baik, dan sebagainya.

Padahal, untuk mengalami penggenapan janji-janji Tuhan, dibutuhkan kesetiaan dalam mengerjakan perkara-perkara rohani, bukan hanya dalam kurun waktu tertentu, melainkan sampai akhir hayat kita nanti.

“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10b).

Mengapa kita harus setia? Sebab dengan kesetiaan kepada Tuhan, kita akan menjadi semakin dekat dan diperhatikan oleh-Nya. Doa-doa kita pun menjadi prioritas-Nya untuk dikabulkan.

“…setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.” (Mazmur 145:13b) dan “…jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” (2 Timotius 2:13).

Agar bisa menjadi orang yang setia, diperlukan ketaatan. Kesetiaan dan ketaatan merupakan satu kesatuan yang tak bisa terpisahkan. Di dalam Alkitab, ada banyak contoh orang yang setia yang hidupnya diperkenan oleh Tuhan dan pada akhirnya memperoleh peninggian, seperti Yusud, Yosua, Kaleb, Rut, Daud, dan lainnya.

Mereka adalah orang yang dipilih dan diangkat oleh Tuhan karena kesetiaannya telah teruji. Hal ini membuktikan bahwa tanpa kesetiaan, Tuhan tidak akan pernah mengangkat dan mempromosikan hidup seseorang. Mereka harus terlebih dahulu lulus dalam ujian, salah satunya adalah ujian kesetiaan.

Akhir Kata

Sekian pembahasan mengenai renungan rohani kristen tentang kesetiaan. Mudah-mudahan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk menjadi semakin setia baik kepada sesama maupun kepada Tuhan Yesus Kristus. Haleluya, Amin.

Baca:

Tinggalkan komentar