Renungan Kristen Tentang Doa

Renugan harian rohani Kristen tentang doa yang dijawab Tuhan dan benar

Bersamakristus.org – Renungan rohani Kristen tentang doa. Berdoa merupakan hal yang wajib dilakukan oleh umat yang percaya, ibarat nafas yang selalu kita hirup agar teap hidup, doa pun demikian. Doa menjadi simbol bahwa kita memang masih percaya kepada Tuhan Yesus dan masih mengimaninya.

Melalui doa, kita bisa memanjatkan apa saja keinginan positif yang ada di dalam benak kita, Tuhan pun akan dengan senang hati mengabulkannya jika doa yang kita panjatkan sesuai kehendak-Nya karena Tuhan lebih tahu mana yang terbaik bagi kita.

Saat doa tidak dikabulkan, janganlah bersedih karena Tuhan mungkin akan menyiapkan sesuatu yang lebih baik bagi kita, entah itu dalam waktu dekat ataupun kita harus lebih bersabar menunggunya. Asalkan kita lebih mengetahui fungsi doa kristen, niscaya kita akan senantiasa berdoa.

Meski demikian, masih ada beberapa orang yang mengabaikan pentingnya doa. Masih ada sejumlah orang yang enggan berdoa padahal mereka membutuhkannya. Masih ada saja orang yang gengsi dan terus ingin berjuang sendiri padahal mereka butuh pertolongan Tuhan Yesus.

Oleh karena itu pada kesempatan ini kami ingin berbagi kumpulan renungan harian rohani saat teduh yang menginspirasi dan memotivasi tentang doa, pentingnya berdoa, dan mengapa orang Kristen harus memanjatkan doa. Namun sebelumnya silahkan simak pembahasan doa yang dijawab Tuhan berikut ini.

Doa yang Dijawab Tuhan

Sebuah doa pasti dikabulkan. Doa dikabulkan akan dijawab dengan tiga cara menurut Tuhan Yesus Kristus dan masing-masing jawaban tentu merupakan yang terbaik untuk kita.

Pertama, Tuhan akan langsung mengabulkan doa apabila doa tersebut dipanjatkan untuk membawa perubahan positif dalam hidup kita. Tuhan tidak akan menjawab doa yang menimbulkan bahaya dan bencana.

Kedua, Tuhan akan menolak doa apabila Tuhan menilai doa yang kita panjatkan bukan pilihan terbaik. Tuhan akan menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita menurut-Nya.

Ketiga, Tuhan akan menunda doa apabila menilai doa yang kita panjatkan adalah yang terbaik, namun waktu pemberiannya belum tepat. Jadi, bersabarlah menunggu jawaban dari Tuhan.

Baca:

Renungan Rohani Kristen Tentang Doa

Di bawah ini ada beberapa kumpulan renungan harian rohani Kristen saat teduh dan air hidup yang menginspirasi tentang doa secara singkat, pendek, ringkas, hingga lengkap. Silahkan disimak dan direnungkan.

1. Berdoa Terpenting dalam Hidup

“Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya…” Efesus 6:18.

Kata doa merupakan kata yang selalu menarik perhatian semuaorang percaya. Sebab, di man saja berada dalam keadaan tertekan atau mengalami jalan buntu dari sebuah permasalahan, hal pertama yang kita butuhkan adalah doa. Entah kita sendiri yang berdoa atau kita meminta orang lain untuk mendoakan kita.

Doa lahir karena semua orang menyadari akan kekuatan dan kemampuan yang terbatas sehingga kita sangat membutuhkan pertolongan dan campur tangan Tuhan. Namun banyak orang kurang menyadari arti pentingnya doa, terbukti mereka mengabaikan jam-jam doa dan susah sekali menyediakan waktu secara konsisten untuk berdoa. Padahal ketika melakukan aktivitas lain mereka sanggup.

Berdoa harus menjadi hal terpenting dalam kehidupan kita lebih dari segala pekerjaan apapun. Sebab segala pekerjaan yang ada di dunia ini sifatnya hanya sementara, sedangkan berdoa adalah suatu pekerjaan yang berdampak pada kekekalan. Hidup tanpa doa ibarat rumah tanpa tiang. Dapatkah sebuah rumah berdiri bila tak memiliki penyangga?

Doa meruapakan nafas hidup orang Kristen, yakni berdoa bukan hanya sebagai rutinitas agamawi, bukan sekedar hanya mengucapkan kata-kata, melainkan menjadi gaya hidup sehari-hari. Inilah yang dimaksud dengan kehidupan doa. Jangan kita mengikuti jejak orang yang fasik dan tidak menempatkan doa sebagai hal terpenting, sebab mereka beranggapan bahwa segala sesuatu bisa dilakukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri tanpa harus melibatkan Tuhan.

Padahal, doa adalah jalan yang Tuhan tetapkan untuk kita berbicara, membangun hubungan dengan Tuhan, dan meminta sesuatu kepada-Nya. Ketika orang benar-benar berdoa kepada-Nya, Dia akan sanggup melakukan apapun, sebab tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Sebesar apapun masalah bisa diselesaikan, sakit-penyakit disembuhkan, pintu yag tertutup bisa terbuka, perkara yang mungkin bisa menjadi sangat mungkin.

2. Membiasakan Diri Berdoa

“…pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.” Lukas 22:39.

Telah banyak tertulis bagaimana Kristus telah memberikan satu teladan kepada orang percaya berkenan dengan kehidupan doa-Nya. Sesibuk apapun pelayanan-Nya, Dia tak akan pernah mengabaikan jam-jam doa. Dia sangat disiplin dalam hal membangun persekutuan yang karib bersama Bapa. Bagi Kristus, Bapa adalah segalanya. Keintiman dengan Bapa adalah kekuatan dalam pelayanan Kristus.

Alkitab tidak pernah mencatat bahwa Kristus merasa bosan atau jemu untuk berdoa. Dia justru begitu teguh menjalankan waktu-waktu secara tetap untuk bersekutu dengna Bapa melalui doa. Berbicara kepada Bapa melalui doa bukan sebuah rutinitas atau kebiasaan bagi kristus, melainkan suatu kerinduan yang dalam untu mencari hadirat-Nya, mengejar perkenaan-Nya, dan memahami kehendak-Nya.

Ketika berada di Yerusalem, Kristus biasa memanjatkan doa di taman Getsemani di Bukit Sion. Kata biasa menunjukkan keteraturan, kedisiplinan, dan kondistensi untuk berdoa di situ. Kristus sangat disiplin dalam menggunakan waktu, Dia berdoa secara teratur pada pagi hari kala hari masih tampak gelap untuk mempersiapkan hati dan mempertajam kepekaan-Nya agar bisa mendengar suara Bapa.

Begitu pula dengan Daniel yang memiliki tempat dan waktu khusus di mana secara teratur dia berdoa.

“Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” (Daniel 6:11).

Kedisiplinan dalam berdoa ini yang menjadi kekuatan Daniel sehingga membuatnya memilih kualitas hidup di atas rata-rata dan punya roh yang luar biasa. Sehingga dia tetap berkemenangan meski berada dalam situasi dan kondisi yang gawat.

Pada saat raja Darius melarang seluruh rakyatnya menyembah apapun selain kepadanya, Daniel memiliki keberanian untuk berkata tidak. Kehidupan Daniel pun menjadi kesaksian bagi banyak orang karena dia sangat dekat dengan Tuhan melalui doa-doanya.

Akhir Kata

Sekian pembahasan mengenai renungan rohani kristen tentang doa. Semoga dengan adanya renungan ini kita akan semakin intens untuk berdoa kepada Tuhan Yesus pada setiap situasi dan kondisi. Haleluya. Amin.

Baca:

Tinggalkan komentar