Renungan Kristen Tentang Pengharapan

Kumpulan renungan harian rohani Kristen tentang pengharapan akan masa depan tidak mengecewakan

Bersamakristus.org – Renungan rohani Kristen tentang pengharapan. Dalam benak setiap orang, tentu ada sesuatu hal yang diinginkan atau dicapai. Entah itu hal yang mudah ataupun hal yang dianggap mustahil. Tentu tidak mudah untuk mencapai apa yang kita inginkan, namun sebagai orang yang percaya kita harus tetap yakin.

Sebab kita memiliki Tuhan Yesus yang selalu memberi kekuatan dan pertolongan di kala sulit. Saat kita terpuruk, Tuhan akan memenuhi tubuh kita dengan semangat kebangkitan sehingga energi dalam tubuh kita kembali utuh untuk berjuang lagi meraih hal yang diinginkan.

Maka dari itu kita tidak boleh putus harapan, kita harus selalu menaruh pengharapan di dalam diri Tuhan Yesus. Sebab, pengharapan dari Tuhan Yesus itu tidak akan pernah berhenti, pengharapan dari Tuhan Yesus itu takkan pernah mengecewakan.

Pada pembahasan sebelumnya kami telah membagikan kumpulan kata bijak kristen tentang pengharapan yang mudah-mudahan bisa memberi kita semangat kembali bagi yang merasa lelah atau letih dan putus semangat untuk kembali bangkit dan berjuang.

Nah pada kesempatan ini kami ingin kembali membagikan semangat pengharapan, yakni melalui kumpulan renungan harian rohani Kristen tentang pengharapan. Namun sebelum masuk ke pembahasan inti alangkah baiknya kita simak terlebih dahulu mengenai pengharapan dari Tuhan Yesus itu takkan pernah mengecewakan.

Pengharapan Kepada Tuhan Tidak Mengecewakan

Setiap orang tentu berharap, lalu kenapa banyak orang yang kecewa pada pengharapannya? Hal ini dikarenakan mereka meletakkan pengharapannya di depan proses yang lain.

Saat seseorang meletakkan pengharapan terlebih dahulu, pengharapan tersebut dapat mengecewakan. Saat kesengsaraan datang dan belum tahan uji, pengharapan akan membuathkan kekecewaan.

Pengharapan sejati yang tak akan mengceawkan adalah pengharapan yang tahan uji bahkan terhadap kesengsaraan. Sehingga, apapun yang terjadi, pengharapan kita tidak akan pernah mengecewakan.

Saat seseorang berharap kepadamanusia, kekayaan, kekuatan, jabatan, dan sebagainya, pengharapan tersebut bisa menjadi mengecewakan. Bahkan terkadang orang yang begitu kita percayai sekalipun dapat mengecewakan kita.

Satu-satunya pengharapan yang tidak pernah mengecewakan kita adalah pengharapan kepada Tuhan, sebab apapun yang akan terjadi, rencana Tuhan bagi kita merupakkan rancangan yang damai dan sejahtera. Berharaplah kepada Tuhan, tekun, dan tahan uji, maka pengharapan itu tak akan menjadi kekecewaan.

Baca:

Renungan Rohani Kristen Tentang Pengharapan

Berikut adalah beberapa renungan harian rohani Kristen yang singkat, penuh motivasi, dan inspirasi tentang pengharapan pemuda dan remaja untuk menggapai cita-cita yang diinginkan. Silahkan disimak.

1. Siapa Harapan Hidupmu

“Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.” Mazmur 71:5.

Kepada siapakah Anda menggantungkan harapan hidup? Berharap pada manusia, hewan, benda, ataukah Anda telah merasa diri kaya, lalu menjadikan kekayaan tersebut sebagai harapan?

“Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?” (Yesaya 2:22).

“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” (1 Timotius 6:17).

Sebaiknya kita belajar dari Daud. Sekalipun dia adalah raja yang berkuasa dan memiliki fasilitas mewah, serta memiliki angkatan perang yang sangat handal, Daud sama sekali tak pernah menjadikan semua itusebagai harapan hidup. Ia menaruh harapannya kepada Tuhan.

“Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.” (Mazmur 71:6).

Daud sadar bahwa kekuatan manusia itu memiliki batas, tak selamanay tetap muda dan kuat, semua pasti berubah. Yang kuat dan gagah berkasa pada akhirnya akan renta jua. Maka dari itu dia pun memohon kepada Tuhan.

“Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.” (Mazmur 71:9).

Mengapa kita harus berharap kepada Tuhan saja? Karena Dia pribadi tidak pernah berubah dan tak pernah mengecewakan. Tuhan telah berjanji bahwa dia akan tak akan pernah ingkar terhadap apa yang ia sepakati.

“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yesaya 46:4).

Maka dari itu jangan pernah kita menjauhkan diri dari Tuhan dan menaruh harapan kepada apapun yang ada di dunia ini. Semakin kita menjauh dari Tuhan, semakin dekat pula kita kepada kegagalan dan kehancuran hidup.

“TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.” Ratapan 3:25.

2. Pengharapan di Dalam Tuhan

“Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.” Mazmur 130:7.

Penantian kita akan Allah merupakan sebuah kesadaran yang indah dan terpelihara oleh Roh Kudus yang ada di dalam diri kita, yang kita terima dari Tuhan Yesus yang penuh kasih.

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5).

Hal ini membuat kita yakin bahwa kita selalu hidup di dalam kasih Tuhan itu dan karena kasih-Nya pula kita memiliki hubungan yang erat dengan Allah. Umat Kristiani terdahulu memiliki keyakinan penuh terhadap firman Tuhan sehingga mereka pun menunggu dengan setia dan penuh pengharapan di dalam Allah.

Begitu pula dengan kita yang hidup pada zaman sekarang ini juga harus selalu berpandanan dengan firman-Nya, bahkan kita harusnya memiliki kebanggaan lebih karena Kristus Yesus! Terpujilah nama Tuhan!

Dalam penantan kita akan Allah, hendaklah hal ini menjadi keyakinan kita bahwa di dalam Kristus kita bisa memiliki hubungan layaknya seorang Bapa dengan anak-Nya. Hal ini menjadi jaminan bahwa penantian kita terhadap-Nya tak akan sia-sia.

“…kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya…dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:22, 24).

Sangat menakjubkan karena ktia semantara menunggu sebuah penantian yang berbeda, yakni bahwa kita sedang menunggu akan datangnya sebuah pembebasan, kemudian kita melihat penantian tersebut mnejadi nyata sehingga pewahyuan-Nya secara menyeluruh terjadi atas kita.

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” (Yohanes 15:4).

Alkitab tidak hanya berbicara mengenai kita di dalam Kristus, melainkan juga misteri tertinggi akan kasih yang membebaskan. Selama kita memelihara agar tetap tinggal di dalam Kristus dari hari ke hari, Dia akan memperlihatkan kepada kita dengan cara-Nya yang ajaib.

“…sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” (Yohanes 15:4).

Maka dari itu dalam menjalani hidup ini kita harus memiliki tekad.

“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.” (Roma 14:8).

Hidup kita dalam Kristus saat berada di dalam ini dan hidup kita nantinya di sorga bersama Kristus adalah dua hal yang saling mendukung satu dengan yang lainnya.

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20).

Akhir Kata

Sekian pembahasan mengenai renungan rohani kristen tentang pengharapan dari Tuhan Yesus. Mudah-mudahan renungan harian rohani ini mampu membuat kita menaruh lebih banyak harapan kepada-Nya karena Dia adalah Tuhan yang maha kuasa.

Baca:

Tinggalkan komentar