Renungan Kristen Tentang Masa Depan

Renungan Pemuda dan Remaja Tentang Pengharapan di Masa Depan

Bersamakristus.org – Renungan kristen tentang masa depan. Memiliki masa depan yang cerah dan penuh pengharapan bukanlah sebuah hal yang mudah. Sebagai manusia, kita perlu berjuang keras untuk menggapainya. Bahkan, ada kalanya seseorang harus mengorbankan masa muda demi masa depan.

Namun perlu diingat kembali bahwa masa depan yang kita miliki tidak hanya bergantung pada hasil usaha dan kerja keras kita saja. Melainkan juga uluran tangan Tuhan Yesus Kristus. Sebab, semua yang terjadi di dalam kehidupan kita merupakan hasil rencana-Nya yang nyata.

Maka dari itu, bila memiliki rencana dan impian untuk masa depan, kita tak boleh lupa untuk melibatkan Tuhan Yesus Kristus dalam setiap usaha yang kita kerjakan, salah satunya dengan memanjatkan doa kristen untuk kelancaran rezeki.

Maka dari itu pada kesempatan ini kami ingin membagikan sejumlah kumpulan renungan harian rohani Kristen tentang masa depan yang cerah, gemilang, dan tentunya penuh pengharapan. Mudah-mudahan dengan adanya renungan rohani ini kita bisa menjadi semakin termotivasi untuk bekerja keras menggapai impian.

Renungan-renungan yang akan kami bagikan di bawah ini diambil dari berbagai sumber, mulai dari ayat emas Alkitab, khotbah jumat dan ilustrsi kutupan ibadah, serta sumber-sumber lainnya. Langsung saja tanpa basa basi kembali silahkan simak renungan-renungan air hidup dan saat teduh yang memotivasi ini.

Renungan Harian Kristen Tentang Masa Depan

Langsung saja tanpa basa basi kembali, berikut sejumlah renungan harian rohani Kristen tentang masa depan untuk remaja dan pemuda pemudi. Simak renungan saat teduh dan air hidup penuh motivasi, semangat, dan inspirasi ini.

1. Orang Percaya Punya Masa Depan

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Amsal 23:18.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang diinginkan. Demi meraih cita-cita, semua orang akan berusaha dan bekerja dengna keras. Para orangtua pun berusaha mendukung dengan menyekolahkan mereka di sekolah yang terbaik. Bahkan hingga ke luar negeri dengan harapan anak-anaknya kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang terbaik.

Bagi orang percaya, masa depan cerah itu bukan hanya khayalan belaka, sebab memang sungguh ada karena Tuhan sendiri yang telah merencanakannya untuk semua manusia di muka bumi.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11).

Hal ini adalah berita yang sangat menyenangkan, berita yang membangkitkan semangatdalam menjaalni kehidupan sehari-hari yang terasa berat. Sekalipun banyak orang mengatakan masa depan itu penuh misteri, namun bagi orang percaya masa depan itu sungguh ada dan harapan itu tak pernah hilang.

Lalu bagaimana caranya untuk mewujudkan masa depan yang cerah sesuai yang telah Tuhan rencanakan? Hal ini berkaitan dengan ketaatan.

“Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.” (Amsal 23:12), dan “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.” (Amsal 23:17).

Masa depan yang cerah hanya akan dimiliki oleh orang yang takut akan Tuhan. Kita juga diajarkan untuk tidak merasa iri hati kepada orang yang berdosa. Sikap iri kepada orang berdosa berarti menunjukkan mereka lebih beruntung daripada diri kita. Selain itu sikap tersebut juga menunjukkan bahwa kita tak menghargai berkat Tuhan dan kurang bersyukur dengan berkat yang kita terima.

Iri hati juga menunjukkan bahwa kita tidak akan takut dengan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan akan selalu bersyukur di segala keadaan dan tidak mudah terpengaruh oleh omongan orang atau situasi apapun. Orang yang takut akan Tuhan pasti memiliki penyerahan diri kepada Tuhan tanpa rasa takut dan khawatir. Sebab masa depannya telah terjamin oleh Tuhan Yesus.

2. Masa Depan Baagi Orang Percaya

“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Amsal 23:18.

Melihat keadaan dunia saat ini yang tak terprediksi sangat wajar bila banyak orang mengalami ketakutan untuk hidup di masa dpean. Dengan nada pesimis banyak yang berkata dengan lantang: tak aada masa depan, masa depan akan semakin suram.

Seburuk apapun situasi yang terjadi pada saat ini, yang perlu kita lakukan hanyalah optimis bahwa masa depan itu sungguh ada dan harapan itu takkan pernah hilang, sesuai dengan janji Tuhan.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11).

Setiap orang percaya yakin bahwa tak ada rencana Tuhan yang gagal. Saat umat Israel merasa tidak yakin akan masa depannya, merasa mustahil dapat menyebrangi sungai Yordan, Yosua menguatkan mereka dan meyakinkan bahwa Tuhan pasti melakukan perbuatan ajaib asal mereka mau menguduskan diri.

“Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” (Yosua 3:5).

Mungkin kita mengalami jalan buntu, namun percayalah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Masa depan yang penuh dengan harapan akan menjadi bagian kita asal kita mau menguduskan diri, tidak menjadi penjamah apa yang najis.

“Bukankah Engkau yang mengeringkan laut, air samudera raya yang hebat? yang membuat laut yang dalam menjadi jalan, supaya orang-orang yang diselamatkan dapat menyeberang?” (Yesaya 51:10).

Menguduskan diri sendiri bukan berarti harus mencapai tingakatan rohani tertentu atau mencapai kesempurnaan. Melainkan yang utama adalah harus memiliki sikap haus dan lapar akan perkara rohani, mengingini Tuhan lebih dari apapun.

“Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” (Mazmur 73:25).

Masa depan yang penuh harapan bukan hanya sekedar ilusi atau angan-angan orang yang senantiasa merindukan Pribadi-Nya. Yang mau membayar harga dengan menanggalkan semua beban dosa dan melepaskan ikatan persahabatan dengan dunia ini. Hidup dalam kekudusan adalah tingkat menuju kehidupan yang berkemenangna di masa depan yang cerah.

Akhir Kata

Itulah pembahasan mengenai renungan rohani kristen tentang masa depan. Dengan adanya renungan ini, mudah-mudahan kita bisa menjadi semakin termotivasi untuk berusaha lebih keras dalam menggapai impian dan cita-cita, sehingga puncaknya kita bisa meraih masa depan yang gemilang.

Baca:

Tinggalkan komentar