Akibat Dosa Menurut Alkitab

Dampak Buruk Dosa Menurut Firman Tuhan

Bersamakristus.org – Akibat dosa menurut Alkitab. Manusia tidak akan pernah luput dari kesalahan. Baik disengaja atau tidak, kita pasti pernah melakukan perbuatan salah dan dosa.

Hal tersebut tentunya merupakan perbuatan tercela alias tidak baik, dan setiap perbuatan tidak baik tentu saja bisa berdampak buruk baik bagi kita maupun masyarakat sekitar.

Maka dari itu sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa pengakuan dosa setiap kali mengingat dan menyadari bahwa kita pernah berbuat dosa selama menjalani kehidupan.

Selain itu kita juga harus mewaspadai berbagai kemungkinan dosa yang bisa saja kita lakukan secara tak disengaja. Kita harus berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan agar tak terkena dampak buruk akibat dosa.

Bicara soal akibat buruk dari dosa, apa sih pandangan Alkitab atau Injil? Bagi yang ingin mengetahuinya di sini kami akan mengulas secara lengkap pandangan Alkitab Injil tentang akibat dan dampak dari dosa.

Akibat Buruk Dosa Menurut Alkitab Injil

Simak langsung ulasan lengkap tentang akibat dosa menurut Alkitab dalam agama Kristen yang dirangkum dari berbagai sumber berikut. Simak ulasannya di bawah ini.

1. Merusak Pertalian Allah

Allah menciptakan manusia pada awalnya sebagai yang sangat Ia cintai dan akan selalu seperti itu selamanya.Adanya dosa yang diakibatkan oleh terdapatnya bujuk rayu dari sang iblis membuat manusia jadi mencegah dari dari Allah secara perlahan namun pasti.

Dosa sama saja melakukan apa yang dikatakan oleh iblis dan menutup diri akan perintah Allah. Dengan melaksanakan dosa yang tidak cuma menghindari diri kita bersama dengan Allah, melaksanakan kelakuan dosa terhitung membuat Allah jadi sedih.

Untuk menunjang mengembalikan pertalian kita yang bai bersama dengan Allah maka kita sanggup melaksanakan pengampunan dosa di dalam kristen.

2. Merusak Pertalian Manusia

Berbuat dosa selain merusak pertalian dengan Allah juga merusak pertalian denga manusia. Contoh dosa yang bisa saja mengakibatkan kerusakan pertalian kita dengan manusia adalah iri hati, dendam, dan amarah.

Beberapa hal ini sanggup menyebabkan konflik yang tak terelakkan dan membuat pertalian kita bersama dengan sesama manusia atau lebih-lebih bersama dengan orang–orang yang kita cintai jadi mencegah dari dan lebih-lebih rusak.

3. Merusak Citra Manusia

Manusia diciptakan Allah sesuai dengan deskripsi Allah Dalam kata lain Anda mungkin terhitung biasa mendengar kalimat bahwa Allah menciptakan manusia cocok bersama dengan citraNya.

Melakukan perbuatan dosa sama saja kita sebagai manusia membuat citra Allah juag jelek. Karena kita lebih memilih untuk mendengarkan dan mengikuti wejangan iblis.

Rusaknya citra kita juga akan membuat kita punya konflik batin yang lebih sering dan membuat kita sebagai manusia jadi lupa bahwa kita adalah ciptaan Allah yang paling sempurna dan dicintai terhitung olehNya.

4. Membawa Kematian

Definisi kematian dalam agama Kristen mungkin lebih luas dibandingkan yang Anda tahu. Secara biologis, kematian sebenarnya adalah suatu situasi di mana tubuh atau raga seseorang telah tidak sanggup berguna lagi, jantungnya berhenti, dan lain sebagainya.

Dengan situasi ini maka seseorang berikut akan meninggalkan dunia selama–lamanya. Apabila dipandang sedikit ke arah teologis, kematian adalah awal dari suatu permulaan yang baru yakni kehidupan abadi. Kehidupan abadi ini sanggup berada pada dua area yakni neraka ataupun surga.

5. Adanya Penghakiman

Kita akan diamati dari aspek dosa dan amal kasih sealma hidup di dunia setelah mengalami kematian raga. Melalui penghakiman, akan ditentukan di mana kita akan menggunakan jaman selama–lamanya pada kehidupan abadi kita, baik itu di dalam surga ataupun neraka.

Apabila dosa yang kita perbuat lebih besar daripada amalan hukum cinta kasih yang diajarkan oleh Allah pada kita maka tentunya akan lebih besar kesempatan kita untuk terjerumus kedalam neraka.

6. Manusia Mengalami Penderitaan

Dalam pandangan agama Kristen, neraka memiliki definisi yang lebih luas dibandingkan apa yang kita pahami. Mungkin yang Anda ketahui waktu ini adalah neraka adalah area bagi manusia–manusia berdosa yang akan merintis hukuman abadi oleh iblis–iblis penghuni neraka.

Penderitaan dalam neraka yang kita alami merupakan situasi di mana tidak adanya keberadaan Tuhan. Seberdosa apa pun situasi kita selama kita hidup didunia, Tuhan masih menyertai. Tetapi apakah kita sanggup memikirkan suatu keadaaan di mana tidak ada penyertaan Tuhan?

Karena kita ditempatkan pada penderitaan tiada henti, ita akan selalu haus akan cinta kasih Tuhan. Bahkan untuk seorang beriman yang sedang mengalami jaman pencobaan jikalau layaknya seseorang yang sedang mengalami kebingungan untuk mencari uang untuk menutup hutang yang telah ia buat saja sering kadang masih seringkali kehilangan keyakinan bahwa Tuhan tidak menyertai dirinya.

Padahal faktanya, Tuhan masih senantiasa menyertai dan membimbing. Hal ini tentu akan makin parah, dan membuat kita terlalu menderita jikalau tidak ada kehadiran Tuhan mirip sekali.

7. Timbulnya Ketakutan

Melakukan dosa terhitung membuat munculnya kegalauan pada diri kita sendiri. Hal ini sanggup diibaratkan layaknya kita yang menjadi risau untuk ditilang polisi karena kita tidak membawa stnk misalnya, atau tidak mengenakan kelengkapan berkendara yang diwajibkan.

Kita mengerti bahwa larangan ataupun ketetapan yang dibuat oleh polisi adalah untuk menjamin keselamatan kita sendiri dan jikalau kita melanggarnya, tentunya kita akan menjadi ketakutan. Hal ini terhitung berjalan jikalau kita melaksanakan dosa, kita memilih untuk berpihak kepada iblis dibandingkan Tuhan.

Contoh nyata yang sanggup dirasakan adalah rasa bersalah yang Anda rasakan setelah Anda melalukan kebohongan misalnya. Ketakutan yang dirasakan tentunya akan jadi makin besar jikalau seseorang melaksanakan kelakuan dosa secara berulang kali dan punya bobot dosa yang lebih besar jikalau saja layaknya melaksanakan penghilangan nyawa.

Tidak jarang pada penduduk kita, acapkali kita menemukan berita di mana seorang penghilang nyawa lebih memilih untuk menyerahkan dirinya kepada polisi karena rasa bersalah yang menghantui dirinya, lebih-lebih banyak dari orang–orang berikut yang mengaku gelap mata sementara dan selanjutnya mengakui kesalahannya.

8. Hukum Tabur Tuai

Karma diyakini oleh umat bergama yang lain, dan kita punya sesuatu yang disebut dengan hukum tabur tuai. Pada dasarnya, jikalau kita melaksanakan sesuatu maka akan ada akibat yang timbul dari kelakuan yang kita lakukan.

Contohnya jika kita melaksanakan kelakuan dosa maka akibat yang akan kita rasakan adalah penyesalan dan rasa bersalah. Sebaliknya, jikalau kita melaksanakan atau mengamalkan hukum cinta kasih maka kita akan merasakan kebahagiaan sebagai akibat baik yang kita dapatkan.

Meski kita mempercayai terdapatnya hukum tabut tuai ini, namun tidak artinya bahwa ketika kita melaksanakan berbagai kelakuan baik maka kita mengharapkan timbal balik yang baik atau lebih-lebih lebih.

Meski kita tidak mendapatkan timbal balik, akan ada baiknya jikalau kita melaksanakan segala sesuatu sebaik–baiknya dan seikhlas mungkin, karena balasan yang kita menerima adalah berkunjung dari Allah sendiri, sebagai tabungan surgawi yang sanggup menghantar kita kepada kebahagiaan abadi.

9. Hubungan Manusia dengan Alam Rusak

Perbuatan dosa dalam Kristen menurut Alkitab juga bisa merusak hubungan manusia dengan alam. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna karena Allah mempercayakan berbagai pekerjaan untuk menjaga bumi pada manusia layaknya yang sanggup Anda melihat pada Kejadian 2:15.

Apabila kelakuan tidak bertanggung jawab senantiasa dilaksanakan oleh manusia layaknya melaksanakan perusakan alam, mengikis limbah, dan senantiasa melaksanakan perihal sejenis tanpa memikirkan dampak yang sanggup terjadi, maka perihal ini akan membuat pertalian manusia bersama dengan alam jadi rusak.

Dampak buruk dari rusaknya pertalian ini adalah bisa terjadi berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya. Tentunya bersama dengan terdapatnya beberapa perihal ini banyak orang senantiasa menganggap bahwa alam telah marah kepada manusia, alam mengeluarkan murkanya di dalam bentuk bencana–bencana yang dialami beberapa orang pada beberapa area di berbagai belahan bumi.

Hal ini mungkin ada benarnya karena tanpa terdapatnya ulah manusia yang semena–mena tentunya alam tidak akan memberi tambahan kita berbagai bencana. Bencana-bencana itu sebenarnya sanggup diamati sebagai penanda bahwa kita mesti melihat tingkah laku kita pada alam, apakah ada kekeliruan yang kita perbuat agar alam memberi tambahan dampak yang sedemikian rupa pada kita.

10. Timbulnya Penyakit

Dalam Alkitab pada masa lalu dipercayai siapa yang berbuat dosa bisa menimbulkan penyakit sebagai akibat langsung perbuatan yang kita lakukan. Maka Anda akan menemui terdapatnya penyakit–penyakit yang timbul karena pelanggaran yang dilaksanakan pada beberapa hukum Allah tertentu.

Jika dikaitkan dengan zaman sekarang, munculnya penyakit akibat dosa lebih sering dikaitkan dengan penyakit jiwa. Penyakit jiwa ini sanggup berupa rasa tertekan, rasa stress, rasa yang tak tertahankan karena tidak berani mengakui kekeliruan yang diperbuat, dan beberapa perihal ini akan membebani jiwa dan pikiran kita secara langsung.

Seperti yang Anda ketahui, banyak penyakit fisik yang kesembuhannya akan terlalu dipengaruhi oleh situasi pikiran. Semakin banyak stress yang menumpuk di dalam pikiran seseorang maka akan makin lama terhitung bagi seseorang itu untuk sembuh dari penyakit yang ia miliki. Stress terhitung sanggup membuat penyakit yang lebih-lebih mungkin tidak dulu Anda alami sebelumnya.

Akhir Kata

Sekian ulasan singkat mengenai akibat dosa menurut alkitab kristen. Semoga bisa menambah wawasan kita dan menyadarkan betapa buruknya dampak dosa yang bisa saja terjadi di dunia ini.

Baca:

Tinggalkan komentar