Hukum Pindah Agama dalam Kristen

Larangan Berpindah Agama Menurut Kristen

Bersamakristus.org – Hukum pindah agama dalam Kristen. Ketika pertama kali memutuskan untuk masuk ke dalam agama Kristen, atau usai dibaptis, seseorang seharusnya telah yakin dengan keputusannya.

Bahwa mempercayai Allah sebagai satu-satunya Bapa dan Yesus Kristus sebagai Tuhan yang esa merupakan kewajiban yang harus diyakini dan selalu dilakukan oleh umat Kristiani.

Sangat tidak diperbolehkan untuk berpindah agama ke Islam, Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan sebagainya. Pasalnya itu sama saja mengkhianati kepercayaan terhadap Yesus Kristus.

Hukum berpindah agama dalam Kristen sudah sangat jelas, yakni dilarang. Dalam Alkitab Injil, Tuhan telah banyak berfirman akan hal tersebut namun mungkin kerap diabaikan sebagian orang.

Untuk itu pada kesempatan ini kami ingin mengulas secara lengkap hukum pindah agam menurut iman Kristen yang dirangkum dari berbagai sumber. Berikut ulasannya.

Hukum Berpindah Agama Menurut Iman Kristen

Tanpa banyak basa basi lagi langsung saja berikut adalah ulasan lengkap mengenai hukum berpindah agama berdasarkan Alkitab dan Injil. Simak pembahasannya di bawah ini.

1. Murtad dapat Membuat Allah Marah

Murtad artinya apotasi atau pembeloktan. Dalam agama Kristen ini bermakna kita tidak lagi percaya pada iman Kristen. Banyak ayat Alkitab menjelaskan Allah tak menghendaki hal ini. Murtad dalam Kristen juga bermakna meninggalkan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Orang bergama Kristen yang murtad tentu melakukan itu dengan jelas dan tak ada keresahan sama sekali. Hal ini tentu dapat sebabkan Tuhan Allah sendiri amat sedih. Allah sudah memberi tambahan kami karunia yang amat besar melalui janji penebusan dosa, namun kami membuang “tiket” tersebut dan pilih untuk memuja ilah-ilah lain.

2. Orang yang Murtad Tidak Akan Diampuni

Yesus memang telah berjanji menebus dosa manusia, namun bukan berarti manusia bebas melakukan dosa sesukanya. Manusia yang ditebus dosanya adalah dia yang percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat dan Allah yang memanifestasikan dirinya dalam wujud manusia.

Siapa yang berpindah agama dari Kristen tentu menyangkal hukum berpindah agama ini. Orang yang tidak mengakui bahwa Yesus merupakan Jalan Kebenaran tentu tidak dapat beroleh anugerah berwujud penebusan dosa. Ibarat sebuah “tiket konser”, orang yang murtad itu adalah orang yang membuang “tiket konser”-nya.

Padahal ada banyak yang berlomba masuk ke rumah Bapa, namun dengan perpindahan agama ini Anda telah memilih untuk membuang kesempatan tersebut. Anda sudah mengecewakan Tuhan Allah dan saudara seimanmu karena membuang tiket masuk ke rumah Bapa bersama cuma-cuma.

3. Orang yang Kembali ke Yesus Dapat Diampuni

Di mata Tuhan sebenarnya murtad adalah perbuatan yang sangat keji, namun Allah adalah sosok pengampun dan penyabar. Tuhan Allah masih memberi tambahan kesempatan kepada kami untuk bertobat. Dia tidak dapat serampangan langsung menjebloskan umat-Nya yang tersesat ke di dalam neraka.

Memang kita bebas untuk memilih dan ini dibebaskan Tuhan, namun kita juga harus siap dengan segala konsekuensinya. Kehendak bebas itu sendiri diberikan oleh Tuhan waktu manusia masih hidup di dunia. Jadi, orang yang murtad juga punyai tekad untuk ulang ke pangkuan Allah Bapa.

Apotasi atau murtad adalah dosa yang besar, namun Tuhan memberikan kesempatan dosa tersebut bisa dihapus seperti bulu domba. Bila dianalogikan, Tuhan Allah adalah seorang gembala. Sementara itu, orang yang murtad adalah seekor domba. Seorang gembala tentu dapat amat marah dan kesal waktu dombanya tiba-tiba menghilang.

Dalam hatinya juga, keluar rasa kuatir yang amat mendalam. Gembala itu tentu dapat melacak dombanya itu hingga pada akhirnya ditemukan. Ketika ditemukan, gembala dapat begitu puas dan kemarahannya pun pudar.

Ketika domba tidak ditemukan pada saat domba itu mati, si gembala tentu dapat amat sedih dan marah. Ketika waktu domba itu sebenarnya sudah mati menurut perkiraan sang gembala, maka si gembala tidak dulu merisaukan dombanya lagi. Untuk kalian yang membelot dari Kasih Allah, apakah kalian senang tidak dianggap oleh Allah di hari pengakiman nanti?

4. Pindah ke Kristen adalah Anugerah

Berpindah agama ke Kristen merupakan anugerah yang begitu disenangi Allah. Dia begitu puas karena domba-domba yang tersesat kembali ke pelukan-Nya. Yesus juga memberi saran untuk mengajak saudara kita yang lain untuk menjadi saudara seiman, meski begitu Yesus tak memaksanya biarlah tekad Roh Kudus yang bekerja.

Beritakan kabar puas kepada mereka supaya mereka juga bersama bersama kami di Rumah Bapa suatu waktu nanti. Kita tidak boleh gunakan kekerasan di dalam melakukan penginjilan terhadap orang lain.

Yesus Kristus sendiri di dalam melayani umat-Nya dan memberi tambahan kabar puas tidak dulu gunakan kekerasan fisik dan perang. Sejarah dulu terjadi. Pemaksaan seseorang untuk ulang kepada Yesus dulu berjalan terhadap waktu Perang Salib Albigensian di mana kaum Kataris di Prancis dianggap bidaah dan diminta untuk ulang ke Yesus Kristus.

Pemaksaan-pemaksaan ini pada akhirnya menimbulkan banyak korban tewas. Efek kematian yang begitu banyak di dataran Eropa itu sebabkan terdapatnya wabah penyakit, berwujud Black Death yang hampir menghabiskan hampir 1/2 populasi Eropa terhadap abad ke-14.

Minta tolong Roh Kudus untuk memberitakan layaknya apa yang tertuang di dalam Alkitab, jangan pernah memaksakan kehendak. Namun, satu perihal yang mutlak adalah waktu ada temanmu yang idamkan masuk Kristen, bukan bermakna dia dapat langsung dibaptis.

Temanmu tersebut perlu dibimbing di Gereja supaya imannya asli dan kuat. Proses yang perlu dilaui oleh temanmu disebut bersama katekisasi. Selama proses katekisasi, kamu perlu membantu temanmu ini untuk jelas Kristen lebih enteng dan baik. Tentu saja, kalian perlu menghendaki karunia Roh Kudus supaya tidak tersesat.

Akhir Kata

Sekian ulasan singkat mengenai hukum pindah agama dalam iman kristen. Semoga dapat membuat kita berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk berpindah agama selain Kristen.

Baca:

Tinggalkan komentar