Renungan Kristen Tentang Mengampuni

Renungan rohani Kristen singkat tentang pengampunan Tuhan

Bersamakristus.org – Renungan harian Kristen tentang mengampuni sesama. Pada pembahasan sebelumnya kami telah membagikan banyak kata kata kristen tentang mengampuni. Mengampuni atau pengampunan dalam agama Kristen merupakan hal yang penting dan pengampunan dalam agama Kristen terdiri dari dua macam.

Pertama adalah pengampunan kepada dan dari orang lain. Maksudnya adalah, setiap manusia tentu kerap berbuat salah kepada orang lain entah itu disengaja atau tidak disengaja. Memberi pengampunan atau pemaafan dan menerimanya dari orang lain.

Dengan saling mengampuni atau memaafkan, tentu saja pertikaian dan perselisihan akan dapat diselesaikan. Tidak akan ada lagi dendam, hati pun terasa tenang. Dan yang lebih penting, hal ini tidak akan berdampak buruk kepada orang yang ada di sekitar kita.

Yang kedua adalah pengampunan dari Tuhan. Kita tentu kerap berbuat dosa, kesalahan, dan sebagainya. Dosa-dosa ini merupakan hal yang sebenarnya dapat dihindari, namun tanpa disadari kita melakukannya. Pengampunan Tuhan itu nyata, Dia akan mengampuni apapun kesalahan kita, asalkan kita benar-benar tulus mengakuinya.

Nah pada kesempatan ini kami ingin membagikan beberapa kumpulan renungan harian rohani Kristen tentang mengampuni dan pengampunan. Silahkan disimak sebagai bagian dari pembelajaran rohani agar kita menjadi semakin dewasa dalam Kristen.

Pentingnya Mengampuni dan Pengampunan

Mengampuni sesama merupakan hal yang penting dalam agama Kristen, mengapa? Sebab mengampuni merupakan sikap yang hendaknya ditetapkan sebagai komitmen, jadi bukan sekedar sebuah perasaan atau emosi sesaat. Mengampuni tidak identik dengan cara melupakan sebuah peristiwa atau orang bersalah.

Maka dari itu kita harus memberi ampunan kepada orang lain bila orang lain melakukan kesalahan dan perbuatan buruk terhadap kita. Jika kita yang melakukan kesalahan, maka kita harus mengupayakan untuk meminta maaf dan meminta pengampunan dari orang yang kita rugikan.

Sedangkan pengampunan dari Tuhan merupakan hal yang pasti. Kita harusnya bersyukur bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Pemurah, rindu untuk mengampuni dosa kita. Allah ingin mengampuni kita, maka Dia menyediakan pengampunan itu.

Jadi, jangan ragu untuk memanjatkan doa pengakuan dosa Kristen karena Tuhan pasti akan mengampuni kita bila kita benar-benar memohon pertobatan dengan sungguh-sungguh dan dari hati yang paling dalam.

Baca:

Renungan Rohani Kristen Tentang Mengampuni Sesama

Langsung saja tanpa basa basi kembali silahkan simak renungan air hidup, renungan rohani singkat Kristen saat teduh tentang mengampuni dan pengampunan yang mudah-mudahan dapat menginspirasi, memotivasi, dan menyejukkan hati.

1. Mengampuni Tidak Mengingat Kesalahan

“Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” Matius 18:35.

Jika Tuhan sudah membuang jauh-jauh segala dosa dan pelanggaran kit sejauh timur dari barat, bahkan melalui firman-Nya dia berkata:

“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yesaya 1:18).

Namun kita yang telah diampuni dosanya seringkali masih sulit mengampuniorang lain. Kita masih saja mengingat kesalahan orang tersebut dan mengungkitnya bahkan membicarakannya dengan orang lain.

Jika kita mangatakan bahwa kita sudah mengampuni orang lain, berarti kita melakukan apa yang Tuhan sudah teladankan, yaitu membuang jauh-jauh kesalahan dan pelanggaran orang lain terhadp kita, serta tidak mengingat-ingatnya lagi.

Saat kita mengambil keputusan untuk mengampuni orang lain, berarti kita telah bertekad dalam hati untuk tidak lagi menyimpan kenangan buruk tersebut. Mengampuni berarti mempraktekkan kuasa pengampunan yang telah kita terima dari Tuhan, lalu melepaskannya kepada orang lain.

“…tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia menutupi segala sesuatu,” (1 Korintus 13:5b, 7).

Memberi ampun dan tidak lagi mengingat kesalahan orang lain seperti dua sisi mata uang yagn tak bisa dipisahkan. Keduanya saling terkait satu sama lain. Bila kita masih mengingat perbutan jahat sesoerang, bagaimana dia bisa menyakiti, bagaimana dia mengecewakan kita, dan bagaimana dia melukai kita, itu sama saja kita belum sepenuh hati mengampuni. padahal mengampuni merupakan salah satu jalan agar kita memperoleh pengampunan dari-Nya.

“…jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15)

Artinya, pengampunan yang kita dapatkan dari tuhan tak dapat dipisahkan dari kewajiban kita untuk mengampuni orag lain. Sebab mengampuni juga menjadi bagian dari perintah Tuhan. Syarat mutlak untuk mendapatkan pengampunan Tuhan adalah harus mengampuni orang lain.

2. Pengampunan yang Tiada Batasnya

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” Kolose 3:13.

Sedalam apapun luka yang pernah kita peroleh, tugas kita sebagai orang yang percaya adalah melepaskan pengampunan dan percaya kepada Tuhan untuk melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya.

Pengampunan yang Tuhan kehendaki tidak memiliki batas maksimal. Mengapa? Sebab dosa-dosa kita telah diampuni olehTuhan yang terlebih dahulu, seprti apa yang dikatakan pemazmur.

“sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.” (Mazmur 103:12).

Jika Tuhan saja tak mengingat kesalahan kita,mengapa kita masih belummau mengampui orang lain? Bahkan kita terus mengungkit dan menyimpannya dalm hati?

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15).

Lalu, bagaimana faktannya? Mengapa kita masih sulit mengampuni orang lain? Padahal dikatakan bahwa jika kita tidak mengampuni kesalahan oranglain, maka akan ada konsekuensi yang harus kita tanggungyaitu Tuhan tidak akan memberi pengampunan.

Mantan Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy mengatakan agar kita mengampuni musuh, namun jangan lupakan mreka. Musuh yang dimaksud adalah orang yang menyakiti, namun kita harus mengampuni dan tetap mengigatnya sebagai teman, bukan melupakan mereka.

Dengan kekuatan sendiri, kita tidak akan pernah mapu mengampuni orang lain tanpa batasan dan lulus. Kekuatan untuk melepaskan pengampunan ini berasal dari RohKudus. Dia yagn membri kesanggupan kepada kita. Dalam hal mengampuni orang lain dan dari pihak kita, hanya aan diperlakukan kemauan. Lalu, masihkah kita mengeraskan hati untuk orang tidak mengampuni orang lain?

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Efesus 4:32.

Akhir Kata

Sekian pembahasan mengenai renungan rohani kristen tentang mengampuni. Mudah-mudahan renungan-renungan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk saling memaafkan kepada sesama dan tak ragu meminta pertobatan terhadap kesalahan yang kita perbuat kepada Tuhan Yesus.

Baca:

Tinggalkan komentar