Renungan Kristen Tentang Kesombongan

Kumpulan Renungan Khotbah Kristen Tentang Kesombongan

Bersamakristus.org – Renungan Kristen tentang kesombongan. Setiap orang tidak boleh memiliki sikap sombong, terlebih karena dengan kesombongan ini akan membuat orang merendahkan orang lain. Hal ini tentunya bisa memincu timbulnya perselisihan antar dua orang dan menyebabkan pertikaian lebih lanjut.

Tidak heran bila sifat sombong sangat tidak disukai oleh Tuhan Yesus Kristus. Tuhan sangat menentang sikap sombong ini karena tidak akan memberikan dampak positif bagi yang menjalaninya, melainkan hanya akan membuat seseorang berada dalam keburukan.

Sifat sombong ini bisa dipicu berbagai hal, salah satunya adalah karena adanya bisikan dari iblis yang jahat. Maka dari itu kita harus selalu membaca doa kristen menghancurkan roh jahat agar selalu terhindar dan terbebas gangguan mereka.

Selain itu pada kesempatan ini kami juga ingin membagikan beberapa kumpulan renungan harian rohani Kristen tentang kesombongan. Khususnya bagi anak muda dan remaja yang merasa memiliki keunggulan dibanding orang lain.

Renungan ini didasarkan dari berbagai sumber, mulai dari ayat emas Alkitab, situs-situs rohani, dan sebagainya. Renungan ini juga bisa dijadikan sebagai ilustrasi bahan khotbah yang baik, bisa pula dibaca pada saat teduh, air hidup, dan sebagainya. Silahkan simak ulasan renungan rohani yang menginspirasi ini.

Renungan Harian Kristen Tentang Kesombongan

Langsung saja tanpa basa basi kembali, silahkan simak penjelasan mengenai renungan rohani Kristen tentang kesombongan yang singkat, pendek, ringkas, menginspirasi, memotivasi, dan menyentuh hati. Silahkan disimak.

1. Sombong Rohani Penyakit Orang Kristen

“Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.” 3 Yohanes 9.

Diotrefes adalah contoh orang yang sombong rohani, karena ia tak mau mengakui Yohanes dan rekan-rekannya serta merasa dirinya lebih baik dari yang lain. Dalam bacaan jelas dinyatakan bahwa Diotrefes ingin menjadi orang terkemuka di antara jemaat sehingga ia menolak sang penatua dan teman-temannya dengan kalimat yang kasar.

Ia juga melarang warga jemaatmenerima teman-teman dan sang penatua di dalam rumah mereka. Bila ada yang menerimanya, maka warga jemaat tersebut akan dikucilkan. Anehnya, Haayus yang menjadi tokoh di dalam jemaat tak mengetahui apa yang dilakukan Diofetes.

Ketika sang penatua menyampaikan tentang tindakan Diotrefes, Gayus agak meragukanya dan justru menyangka Demetrius yang ingin menjadi orang terkemuka. Maka dari itu sang penatua meminta Gayus agar tidak salah menilai antara Diotrefes dan Demetrius.

Firman Tuhan menyatakan bahwa orang sombong alias tinggi hati bukan hanya salah atau tidak benar, melainkan merupakan kekejian di mata Tuhan.

“Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.” (Amsal 16:5).

Mengapa orang sombong rohani sangat berbahaya? Karena orang yang sombong rohani sering merasa dirinya paling benar dan paling mengerti sehingga merasa tak perlu bertobat. Saat ibadha di gereja pun, tak ubahnya ia seorang kritikus ulung. Mengkritik sana-sini, komentar ini itu, bahkan ketika pengkhotbah menyampaikan firman, ia menganggap firman itu cocok untuk orang lain, bukan dirinya.

Kesombongan membuat seseorang tak pernah tunduk kepada firman Tuhan. Adalah hal yang sia-sia bila kita tidak memiliki nilai di hadapan Tuhan apapun yang kita kerjakan bila didasari dengan kesombongan. Begitu juga dalam pelayanan, sebesar apapun kontribusi kita untuk gereja dan pekerjaan Tuhan, bila didasari oleh kesombongan akakn menjadi kejahatan di mata Tuhan.

Terlebih lagi bila motivasi kita dalam melayani Tuhan adallah untuk mencari pujian dan hormat untuk diri sendiri, maka pelayanan kita hanya akan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Pujian hormat itu hanya milik Tuhan. Jadi, jangan sekali-kali mencuri kemuliaan Tuhan.

“Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan;” Yesaya 2:11a.

2. Sombong dan Pemfitnah

“Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.” Yesaya 2:11.

Keberhasilan, kekayaan, jabatan tinggi, dan pasangan rupawan kerap menjadikan seseorang lupa diri. Paulus mengatakan bahwa pada hari-hari akhir sebelum Yesus datang, mereka akan membual dan menyombongkan dii, mereka akan menjadi pemfitnah.

Mengenai kesombongan, Salomo juga menulis kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Bila saat ini kita tengah berada di atas angin, berhati-hati dan waspadalah, jangan sampai kita jatuh.

Sebagai raja, Herodes memiliki segala-galanya dan bisa melakukan apasaja termasuk menganiaya dan membunuh jemaat Tuhan.

“Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus.” (Kisah 12:2-3a).

Raja Herodes menyukai pujian manusia. Ia suka membual, sombong, dan meninggikan diri sendiri. Pembual adalah orang yang meninggikan diri sendiri serta meremehkan Tuhan. Saat rakyat mengelu-ngelukan dia dengan berkata inisuara Allah danbukan suara manusia, herodes makin tersanjung. Namun pada akhirnya ia merasakan akibatnya.

“Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.” (Kisah 12:23).

Selain pembual, di zaman sekarang ini juga banyak orang yang sukamemfitnah orang lain sehingga menimbulkan pertikaian atau permusuhan, baik di lingkungan masyarakat, gereja, atau pekerjaan. Pemfitnah adalah orang yang mencemarkan, menista, merugikan, atau menjelekkan orang lain. Seperti yang pernah disampaikan Petrus bahwa kini umat Tuhan juga dihadapkan pada pemfitnah-pemfitnah yang sengaja mengejek iman percayanya.

“…bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.” (2 Petrus 3:3).

Itulah mengapa kita harus senantiasa melekat kepada Tuhan dan memohon pimpinan Roh Kudus agar kita bisa bertahan dan tidak goyah.

Akhir Kata

Demikian ulasan mengenai renungan rohani kristen tentang kesombongan. Mudah-mudahan dengan adanya renungan singkat dan pendek ini kita bisa menjadi semakin hati-hati untuk bersikap sombong atau merendahkan orang lain. Haleluya, Amin.

Baca:

Tinggalkan komentar