Renungan Kristen Tentang Keluarga Bahagia

Khotbah Renungan Kristen untuk Menciptakan Keluarga Bahagia

Bersamakristus.org – Renungan Kristen tentang keluarga bahagia. Pada kesempatan sebelumnya kami telah membagikan beberapa kumpulan renungan rohani kristen tentang keluarga. Di sana ada banyak bahan khotbah mengenai peran pentingnya keluarga bagi seorang Kristen untuk tumbuh dan dewasa secara rohani.

Pada kesempatan ini, kami ingin kembali membagikan renungan harian rohani Kristen tentang keluarga, khususnya untuk mencapai keluarga yang bahagia, gembira, dan bersukacita. Tentu kegembiraan dalam keluarga bukan hal yang mudah dimiliki, bukan?

Ada kalanya Tuhan memberikan pencobaan dengan menghadirkan pergumulan serta permasalahan dalam keluarga kita. Entah itu masalah ekonomi, hubungan, masa depan anak, orang tua, dan lain sebagainya. Namun perlu diingat bahwa Tuhan takkan pernah memberikan pencobaan melebihi batas kemampuan anak-Nya.

Ayat Alkitab juga banyak yang menjelaskan tentang bagaimana cara menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga, bagaimana membuat keluarga menjadi tempat yang nyaman untuk tinggal dan curhat. Renungan-rengan ini mudah-mudahan dapat menginspirasi kita untuk semakin menyediakan banyak waktu bagi keluarga.

Renungan harian rohani Kristen tentang keluarga bahagia yang akan kami bagikan di bawah ini dapat Anda baca pada saat teduh, air hidup, atau waktu lainnya. Selain itu Anda juga bisa menjadikan renungan ini sebagai bahan khotbah untuk ibadah di gereja.

Renungan Harian Rohani Kristen Tentang Keluarga Bahagia

Langsung saja tanpa basa basi kembali silahkan simak beberapa kumpulan renungan harian rohani Kristen tentang keluarga yang bahagia.

1. Keluarga Takut Akan Tuhan

“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya;” Mazmur 127:1.

Orang di dunia memiliki prinsip keluarga akan berbahagia jika mereka memiliki uang dan harta kekayaan berlimpah. Apa benar demikian? Sesunggunya, apalah artinya memiliki harta berlimpah jika kita sendiri tak menikmatinya. Bukankah ada banyak orang kaya di dunia ini yang hidupnya tak bahagia?

Tempatkanlah Tuhan Yesus sebagai yang terutama di dalam keluarga. Maka dia akan meimpin dan memberkati apa saja yang kita kerjakan. Berkat yang disediakan Tuhan bagi kelaurga yang takut akan Tuhan ada banyak sekali macamnya.

Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!” (Mazmur 128:2).

Kita bisa menikmati hasil dari jerih payah kita. Jerih payah tangan bicara mengenai pekerjaan, studi, usaha, bisnis, dan sebagainya. Ada banyak orang membanting tulang siang dan malam tanpa kenal lelah tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya karena tidak melibatkan Tuhan.

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:2).

Orang yang takut akan Tuhan tidak hidup bertangung dari apa yang diberikan dunia, namun dari apa yang disediakan oleh Tuhan Yesus.

“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” (Amsal 10:22).

Orang yang takut akan Tuhan pasti mengerjakan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, dari situlah Tuhan akan menyediakan berkat-Nya sebagai upah.

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” 1 Korintus 2:9.

2. Kunci Kebahagiaan Keluarga

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!” Mazmur 128:1.

Semua orang yang sudah hidup berumah tangga tentu mengharapkan memiliki kehidupan rumah tangga yang harmonis, langgeng, dan bahagia. Guna bisa mewujudkan hal tersebut, yang terpenting yang harus diperhatikan adalah kekuatan fondasinya.

Sebab fondasi menentukan kekokohan bangunan ketika menghadapi goncangan dan badai. Fondasi yang kuat bagi kehidupan rumah tangga adalah takut akan Tuhan.

“…hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.” Jika kita sudah membangun fondasi keluarga dengan hati takut akan Tuhan, maka berkat akan dicurahkan dalam kehidupan keluarga kita. “…engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!” (ayat 2).

Kalimat hasil jerih payah tanganmu di sini bicara mengenai pekerjaan, usaha, bisnis, atau apa saja yang tengah kita kerjakan. Termasuk pelayanan yang akan dijadikan Tuhan berhasil dan beruntung. Takut akan Tuhan bicara mengenai ketaatan, di mana setiap ketaatan selalu mendatangkan upah atau berkat dari Tuhan.

Berkat ini akan dinikmati oleh seluruh anggota keluarga bahkan sampai keturunan selanjutnya. Akan menjadi sia-sia bila kita membangun rumah tangga jika tak melibatkan Tuhan dan tak memiliki hati yang takut akan Dia.

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:2).

“Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.” (Hagai 1:9).

Maka jangan sampai karena terlalu sibuk mengejar materi duniawi lalu mengesampingkan perkara rohani dan lupa membangun mezbah doa, lupa mengembalikan persepuluhan, dan pada akhirnya justru menghalangi berkat kita sendiri.

Intinya, kunci dari kebahagiaan keluarga tak bisa diperoleh dari apa yang ada di dunia ini, melainkan hanya bisa didapat jika kita memiliki hati yang takut akan Tuhan.

Akhir Kata

Demikian penjelasan mengenai renungan harian rohani kristen tentang keluarga bahagia. Mudah-mudahan dengan adanya renungan ini, kita bisa menjadi tahu bagaimana cara menggapai atau memiliki keluarga yang bahagia.

Baca:

Tinggalkan komentar