Renungan Kristen Tentang Kemerdekaan

Renungan Rohani Kristen Tentang Kemerdekaan Indonesia

Bersamakristus.org – Renungan Kristen tentang kemerdekaan sejati. Indonesia merayakan kemerdekaannya setiap tanggal 17 Agustus. Perayaan kemerdekaan Indonesia dikenal dengan nama HUT RI. Setiap perayaan hari merdeka bangsa Indonesia selalu memeriahkannya dengan berbagai macam perlombaan.

Namun, pada saat hari merdeka itu jatuh pada hari minggu, tentunya kita sebagai umat yang percaya harus tetap ingat akan kewajiban ibadah di gereja. Dan pada saat itu, maka doa syafaat untuk bangsa dan negara adalah doa yang paling utama untuk dipanjatkan.

Tidak hanya itu, worship leader juga dapat memanfaatkan momen kemerdekaan untuk membacakan renungan singkat Kristen tentang kemerdekaan. Renungan ini membahas mengenai sejarah perjuangan bangsa, generasi penerus masa depan, dan sebagainya.

Momen kemerdekaan hanya jatuh setahun sekali dan seharusnya ini tak boleh dilewatkan untuk dijadikan momen pembacaan renungan Kristen mengenai kemerdekaan. Bagi yang tidak memiliki topik pembahasan, Anda bisa membaca renungan-renungan di bawah ini.

Pada kesempatan ini kami ingin membagikan kumpulan renungan harian pemuda dan remaja Kristen tentang kemerdekaan. Renungan ini akan kami bagikan secara singkat, pendek, ringkas, dan diambil dari berbagai sumber termasuk ayat emas Alkitab atau firman Tuhan.

Renungan Harian Pemuda Kristen Tentang Kemerdekaan

Langsung saja tanpa basa basi kembali, silahkan simak kumpulan renungan harian rohani singkat tentang kemerdekaan bangsa Indonesia yang sejati. Renungan yang menginspirasi, memotivasi, dan memberi semangat hidup. Silahkan disimak.

1. Merdeka dari Keterikatan Masa Lalu

“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” Galatia 5:1.

Haleluya! Kita sebagai orang percaya yang juga menjadi bagian dari NKRI patut bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan Yesus karena pada hari ini bangsa kita memperingati Hari Kemerdekaan. Dirgahayu Republik Indonesia!

Di samping bersyukur, kita juga perlu mengkaji ulang melalui firman Tuhan tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Merdeka berarti secara fisik tidak ada bagnsa lain yang menjajah. Bicara mengenai kemerdekaan juga tak lepas dari hal kelepasan, ketenangan, kedamaian, sukacita, dan kesejahteraan.

Semua bangsa Indonesia mengenyam kemerdekaan sudahkah kita benar-benar mengalami kemerdekaan yang sejati? Inilah yangpatut direnungkan oleh kita bersama.

Peringatan Hari Kemerdekaan ini terasa cukup berbeda, karena kita merayakan hari ulang tahun kemerdekaan di tengah situasi bangsa yang carut marut. Ada banyak sekali ujian dan cobaan menimpa bangsa ini, mulai dari banyaknya bencanaalam yang terjadi, semakin tingginya tingkat kriminalitas, pemerintah yang diguncang berbagai penyimpangan, bahkan isu SARA yang mengarah kepada perpecahan dan ketidakharmonisan begitu marak terjadi.

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (Galatia 5:13).

Kemerdekaan tidak akan berarti apa-apa bila kemerdekaan yang telah diraih dengan penuh perjuangan oleh para pahlawan bangsa tersebut tidak diisi dengan hal-hal yang baik dan positif.

Pun demikian dalam kekristenan, karena kita telah dimerdekakan oleh Kristus melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, maka kita harus memiliki kesadaran tinggi untuk tidak mau diperbudak lagi oleh dosa. Karena itu kita harus mengerjakan keselamatan yang telah dianugerahkan Tuhan dengan hati yang takut dan gentar.

2. Tak Lagi Diperbudak

“…marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” Ibrani 12:1.

Kunci menang terhadap masa lalu adalah mengerahkan pandangan ke depan.

“…dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,” (Ibrani 12:2a).

Hanya Tuhan yang bisa menyucikan dosa-dosa kita dan takkan pernah mengingat masa lalu kita, sekelam apapun itu.

“Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.” (Mikha 7:18-19).

Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, Kristus telah mengampuni dosa kita dan menghapuskan semua kesalahan ktia, namun mengapa kita tidak mau lepas dari belenggu masa lalu? Jangan pernahbiarkan iblis menyeret kita kembali ke lembah kelam masa lalu.

Saat Sodom dan Gomorah akan dibinasakan Tuhan karena dosa penduduknya memuncak, Tuhan teringat akan Abraham sehingga mengurus dua malaikat-Nya untuk menyelamatkan Lot dan keluarganya.

“Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.” (Kejadian 19:17).

Jangan pernah menengok masa lalu, berlarilah dengan pandangan lurus ke depan dengan mata terarah kepada Tuhan. Sebab, kmasa depan penuh dengan harapan yang Tuhan sediakan.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11).

Jangan membiarkan diri dibelenggu masa lalu karena itu hanya akan menghalangi kita untuk menikmati berkat yang disediakan oleh Tuhan.

“…menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.” (Kejadian 19:26), bukti tidak mau taat dan enggan meninggalkan masa lalu; baginya tidak ada pertolongan!

Akhir Kata

Itu dia sejumlah kumpulan renungan rohani kristen tentang kemerdekaan. Mari kita sama-sama memaknai kemerdekaan Indonesia yang hadir pada kesempatan ini dalam kerohanian Kristen. Mari sama-sama menjadikan momen kemerdekaan untuk menjadi semakin dewasa secara rohani. Amin.

Baca: