Tujuan Perjamuan Kudus

Fungsi Dilaksanakannya Sakramen Perjamuan Kudus

Bersamakristus.org – Tujuan perjamuan kudus. Perjamuan kudus dalam Protestan daikenal sebagai sakramen ekaristi dalam Katolik, ini merupakan perintah langsung dari Tuhan Yesus Kristus.

Perjamuan kudus dilaksanakan sebagai sakramen yang penting karena merupakan puncak iman dalam kehidupan Kristiani. Dalam tradisi Katolik, ekaristi dilaksanakan setiap minggu sedangkan dalam Protestan dilaksanakan pada hari besar saja.

Seperti ibadah-ibadah lainnya, sakramen perjamuan kudus tentu saja dilakukan dengan berbagai maksud dan tujuan yang ada kaitannya secara rohani. Mungkin masih banyak orang Kristen yang belum sepenuhnya paham tentang maksud dan tujuan sakramen ini.

Oleh karena itu pada kesempatan ini kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai tujuan sakramen perjamuan kudus dalam kehidupan umat Kristen Protestan. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah ini.

Tujuan Sakramen Perjamuan Kudus bagi Umat Kristen

Langsung saja tanpa banyak basa basi kembali, silahkan simak saja pembahasan mengenai tujuan sakramen perjamuan kudus di bawah ini dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

1. Mengingat Dosa

Kita harus menguji diri sendiri sebelum makan roti dan minum anggur, maksudnya supaya kita mengingat kesalahan kita sebelum menikmati perjamuan kudus. Mungkin hati kita masih kotor dan penuh kebencian, sebaiknya kita membereskan hati terlebih dahulu sebelum makan roti dan anggur.

2. Mengingat Pengorbanan Yesus

Tujuan utama dalam sakramen perjamuan kudus adalah mengingat pengorbanann-Nya. Mungkin pada saat kita mengingat kesalahan, kelemahan, dan dosa-dosa pada saat perjamuan kudus, kita merasa terintimidasi sehingga merasa tak layan makan dan minum dari-Nya.

Tapi, sebenarnya bukan itu yang Yesus inginkan. Dia hanya ingin kita merasakan kasih, pengampunan dosa, dan pengorbanan-Nya. Dia ingin kita percaya seluruh maut, hukuman, dan penyakit bisa langsung ditanggung, serta hidup kita telah dibayar lunas sehingga sepenuhnya menjadi milik-Nya.

3. Menguduskan

Yesus disalib sekali untuk selamanya, serta tujuan dari perjamuan kudus adalah supaya kita bisa mendapatkan buah-buah penebusan yang meliputi keselamatan, kesembuhan, dan lainnya. Ketika Yesus melaksanakan perjamuan terakhir-Nya, Dia mengatakan bahwa roti dan anggur yang ada di tangan-Nya adalah bagian dari tubuh-Nya.

Kita percaya bahwa ketika Yesus mengaatkan itu, maka roti dan anggur benar-benar bagian dari tubuh-Nya yang memiliki kuasa untuk menguduskan. Maka dari itu sebelum perjamuan kudus, pendeta akan memastikan apakah kita percaya bahwa roti dan anggur adalah tubuh dan darah-Nya. Bila percaya, maka kita akan dilahirkan kembali dan hidup kita diperbaharui.

4. Mengingatkan Akan Juruselamat

Kita harus selalu mengingat bahwa memiliki juruselamat dan mengingat bahwa kita sudah diselamatkan. Mengapa? Untuk mneyadarkan bahwa kita sudah merdekat. Merdeka dari maut, doas, godaan iblis, dan sebagainya. Manusia memang memiliki banyak kelemahan yang membuat mereka cenderung melakukan dosa, namun Yesus telah membayarnya.

Kita jangan sampai terperangkap ke dalam rasa bersalah, jika dosa membuat kita menyerah maka iblis yang akan menang. Yesus ingin kita menjadi sadar, berusaha tak mengulang dosa, dan melangkah maju ke depan. Dia ingin kita memiliki tujuan, kehidupan, dan masa depan yang cerah.

5. Memulihkan Jasmani dan Rohani

Kadang manusia dipengaruhi hal-hal negatif dari luar dirinya. Entah itu melalui pikiran atau secara fisik. Mungkin dalam hal kesehatan karena sakit, mental lemah, keputusasaan, dan pikiran negarif. Maka melalui perjamuan kudus, kita percaya bahwa darah Yesus menyingkirkan hal-hal yang mengganggu kita sehingga kita boleh sehat secara jasmani dan rohani.

6. Memperbaharui Iman dan Kasih

Momen perjamuan kudus juga bisa dijadikan sebagai sarana mendekatkan diri dengan Kristus. Dengan mengakui dosa-dosa kita serta mengingat kembali Yesus merupakan juruselamat, maka kita akan lebih merasakan besar kasih Tuhan yang akan selalu mengampuni kita. Dia menebus orang berdosa dan memerdekakannya, sehingga kita bisa mulai hidup baru tanpa bayang-bayang dosa.

7. Mengingat Pentingnya Persekutuan

Perjamuan kudus terakhir Yesus supaya menjadikan roti dan anggur sebagai peringatanakan Dia merupakan bentuk persekutuan bersama murid-murid-Nya. Itu adalah ciri khas perjamuan kudus. Karena itu dalam praktiknya sekarang perjamuan kudus dilaksanakan di gereja bersama jemaat.

Tujuannya supaya mereka sama-sama mengingat karya penyelamatan-Nya dan bersatu dalam tubuh Kristus. Selain itu perjamuan kudus juga bermakna penyatuan, yakni antara orang yagn percaya Allah. Seperti yang dilakukan Paulus pada Perjanjian Baru, dia berusaha menyatukan perpecahan yang dialami jemaat Korintus melalui perjamuan kudus.

Akhir Kata

Sekian dulu pembahasan dari kami mengenai tujuan perjamuan kudus. Semoga dalam perjamuan kudus, kita bisa benar-benar memaknainya sebagai bukan hanya formalitas saja, melainkan sarana penting dalam kehidupan rohani.

Baca: