Renungan Kristen Tentang Malam Hari

Renungan Kristen dan Katolik tentang malam hari sebelum tidur

Bersamakristus.org – Renungan rohani Kristen tentang malam hari. Malam adalah waktu yang sangat tepat bagi orang percaya untuk memperdekat diri dengan Tuhan secara personal. Entah itu dengan memperbanyak memanjatkan doa, ataupun merenung akan aktivitas yang pernah dilakukan pada hari ini.

Mengapa malam menjadi waktu yang tepat? Sebab pada malam hari kebanyakan orang sudah tidur dan suasana menjadi tenang. Ketika suasana tenang, tentu ini akan menjadi waktu yang tepat untuk memfokuskan diri dengan doa atau renungan pada malam hari.

Lalu, apa saja yang dapat direnungkan pada malam hari? Ini kembali lagi kepada diri masing-masing. Sebenarnya ada banyak hal yang dapat direnungi, namun biasanya orang-orang merenungi hal yang berkaitan dengan apa yang telah dikerjakan pada malam hari.

Nah pada kesempatan ini, kami ingin membagikan kumpulan renungan harian rohani Kristen tentang malam hari, renungan pada saat teduh terbaik yang kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk kami rangkum dari ayat emas atau firman Tuhan yang terdapat pada Alkitab.

Mudah-mudahan dengan adanya renungan harian rohani ini, kita dapat menjadi semakin tenang sehingga tidur pun menjadi makin nyenyak. Kita juga akan menjadi semakin termotivasi untuk mengawali esok hari sehingga makin semangat.

Malam Waktu yangTepat untuk Merenung

Sebelumnya kami membahas mengenai alasan kenapa malam menjadi waktu yang tepat untuk merenung, yakni karaena jauh dari kebisingan, sehingga Anda dapat duduk diam sambil berpikir dengan tenang. Namun selain itu, ada beberapa hal lain yang menyebabkan malam mejadi waktu merenung yang tepat, di antaranya:

1. Anda Menjadi Diri Sendiri

Saat beranjak malam, Anda akan berhenti dari segala aktivitas. Anda tidak lagi menjadi karyawan atau pelajar, melainkan diri Anda sendiri. Di gelapnya malam, Anda seolah masuk menemukan zona privasi untuk berpikir kembali kegiatan sepanjang hari.

2. Ide Kreatif Kadang Muncul

Tanpa disadari kadang ide kreatif muncul pada malam hari ketika kita merenung. Kesunyian malam dapat memecah kebuntuan dan membantu menemukan ide-ide seaar. Saat Anda merasa butuh dan tak menemukan jalan keluar, mungkin malam jadi waktu yagn tepat untuk berpikir jernih.

3. Lebih Dekat dengan Tuhan

Gelapnya malam kamu dapat memanfaatkan waktu untuk bersimpuh di hadapan Tuhan. Tak ada orang lain, hanya Anda beserta renungan dan doa yang dipanjatkan kepada Yesus Kristus. Ada kelegaan yang dapat dirasakan, seolah saat tengah malam jarak Anda terasa lebih dekat dengan-Nya.

Baca:

Renungan Rohani Kristen Tentang Malam Hari

Langsung saja tanpa basa basi kembali, silahkan simak renungan harian rohani Kristen tentang malam hari yang memotivasi, menyejukkan hati, dan menenangkan diri. Silahkan disimak.

1. Menyediakan Waktu untuk Tuhan

“Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.” Mazmur 63:5.

Berapa lama Anda memiliki waktu untuk bersekutu dengan Tuhan? Banyak yang menjawab tidak pasti, kaklau lagi tidak sibuk. Dalam sehari Tuhan memberikan kita waktu selama 24 jam. Dari 24 jam itu. Berapa jam yang kita gunakan untuk mencari hadirat Tuhan atau kita khusukan untukmemuji dan menyembah-Nya?

Daud tak pernah melewatkan hari tanpa bersekutu dengan Tuhan dan memuji-muji Tuhan, baik itu pada pagi, siang, dan malam hari.

“Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.” (Mazmur 5:4), juga “…pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu;” (Mazmur 59:17).

“…pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.” (Mazmur 42:9).

Di segala waktu dan keadaan, suka maupun duka, Daud selalu memuji Tuhan. Sama seperti yang dilakukan oleh suku Lewi, satu-satunya suku di antara 12 suku di Israel yang memiliki tugas istimewa yaitu dikhususkan untuk melayani Tuhan serta menyanyikan puji-pujian terhadap-Nya.

“…mereka bertugas menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi Tuhan setiap pagi, demikian juga pada waktu petang,” (1 Tawarikh 23:30).

Selama masih ada waktu, selama matahari terbit di ufuk timur, selama bintnag masih bercahaya di waktu malam, dan selama bumi masih berutar, suku Lewi tak pernah berhenti menaikkan korban syukur dan puji-pujian bagi Tuhan, baik pada waktu pagi, petang, dan juga pada hari-hari khusus seperti sabat, bulan baru, hari raya, dan sebagainya.

Kita juga harus demikian, menyediakan waktu khusus bagi Tuhan. Jangan hanya saat ibadah di gereja saja. Kita juga harus tahu kapan waktu yagn tepat untuk mencati hadirat Tuhan. Bagi yang bekerja bisa menyediakan watu pagi atau malam untuk Tuhan.

Pada ibu rumah tangga justru lebih fleksibel karena memiliki waktu luang yang lebih banyak di rumah. Atau mungkin kita hanya dapat memiliki waktu pada malam hari, setelah semua tugas terselesaikan, tak masalah. Seperti yang Daud katakan.

“Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” (Mazmur 34:2).

2. Doa di Kala Malam

“Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu atas hukum-hukum-Mu yang adil.” Mazmur 119:62.

Seteah selesai bekerja seharian, tubuh terasa cepat penat. Meski demikian, kita harus tetap memaksa tubuh untuk berdoa. Jika hari ini kita memperoleh kekuatan dan kesehatan sehingga semua tugas dan pekerjaan dapat kita selesaikak dengan baik, kita berangkat ke tempat kerja dan pulang bertemu dengan keluarga kembali dalam keadaan selamat. Ingatkah kita semua ini karena siapa? Tuhan Yesus.

“…di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5b).

Selagi tak ada kebisingan dan dangguan dari siapapun, malam ini adalah waktu yagn tepat untuk mencuarhkan segala isi hati kita kepada-Nya. Pada waktu tiadk terdengar suara dari yang ain, kita dapat mempertajam pendengaran untuk mendengar suara Tuhan berbicara kepada kita.

Selain iut, kita mengucap syukur kepada Tuhan atas campur tangan-Nya sepanjang hari yang telah kita jalani. Berkat kesehatan, kekuatan, penyertaan, perlindungan yang kita nikmati di sepanjang hari adalah karena datangnya penyertaaan Tuhan.

“…janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” (Mazmur 103:2).

Sebelum menentukan pilhan yang tepat untuk memilih dua belas orang yang dipanggil menjadi murid-Nya, yang disebut dengan rasul, Tuhan Yesus menuju bukit untukberdoa.

“…semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” (Lukas 6:12).

Dalam segala hal, Tuhan Yesus selalu melibatkan Bapa, menyerahkan segala pergumulan kepada-Nya. Karena kehendak Bapa adalah yang terutama dalam kehidupan Tuhan Yesus. Sepadat apa pun jadwal pelayanan-Nya di bumi, Tuhan Yesus tidak pernah mengesampingkan doa, bahkan di tengah malam sekalipun Tuhan Yesus pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa.

Segala pergumulan yang berat dapat terselesaikan dan berakhir dengan ketenangan yang gamblang bila kita mau mebayar harga, yaitu dengan keluar dari zona nyaman daging kita untuk berdoa.

…kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah…” (Kisah 16:25).

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengeni renungan rohani kristen tentang malam hari. Mudah-mudahan renungan yang akan kami bagikan ini dapat menjadi bahan khotbah ataupun bahan renungan pribadi dan bersama teman-teman yang menginspirasi. Amin.

Baca: