Renungan Kristen Kaum Ibu

Renungan dan Bahan Khotbah Kristen untuk Kaum Ibu

Bersamakristus.org – Renungan Kristen kaum ibu harian singkat. Pada pembahasan sebelumnya kami telah membagikan kumpulan renungan kristen untuk ibu. Nah pada kesempatan ini kami ingin menuliskan beberapa renungan rohani tentang kaum ibu.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ibu, wanita, perempuan, cewek merupakan makhluk yang sangat istimewa di mata Tuhan Yesus. Sebab melalui wanitalah generasi penerus orang percaya akan lahir.

Tak hanya itu, di Indonesia kaum ibu juga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk mendidik anak agar lebih baik. Maka dari itu peran kaum ibu tak bisa digantikan oleh siapapun juga di dunia ini.

Setelah sebelumnya kami membagikan mengenai renungan kristen tentang kasih ibu, pada kesempatan ini kami juga ingin kemnbali menuliskan renungan rohani tentang kaum ibu di bawah ini.

Renungan Harian Rohani Kristen Tentang Kaum Ibu

Berikut di bawah ini adalah kumpulan bahan khotbah atau renungan rohani Kristen. Mari sama-sama jadikan teks di bawah ini sebagai renungan saat teduh atau air hidup. Silahkan disimak.

1. Berkat Bagi yang Menghormati Orangtua

“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” Keluaran 20:12.

Sangat penting untuk menaruh perhatian dan rasa hormat kepada orangtua sampai-sampai tuhan pun menuliskannya dalam 10 firman-Nya atau 10 hukum Taurat. Tidak hanay itu, ada pula berkat yang Dia sediaan untuk yang melakukannya.

Jika seorang anak hormat kepada orangtuanay, bukan hanya orangtuanya sendiri yang ingin membalas dan memberkati si anak, namun Tuhan pun menjadikan dirinya jaminan untuk membalas dan memberkati si anak supaya menghormati orangtuanya.

Mungkin, orangtua tidak mampu membalas sendiir perbuatan anak-anaknya karena keterbatasan namun Tuhan selalu mampu dan pasti sanggup memberkati sehingga sampai pada anak-anak yang berkenan in.

Jadi anak-anak, ajngan pernah melihat apakah orangtuamu bisa memberkatimu atau tidak. Seringkali terjadi kalau orangtua punya kedudukan, perusahaan, kaya, atau warisan besar, maka si anak menjadi orang yang penurut, tidak berani kurang ajar, tetap hormat kepada orangtuanya sekalipun mereka sudah tua dan tidak berdaya.

Sebaliknya, bila orangtuanya miskin, tidak punya apa-apa, anak seringkali tidak hormat dan kurang peduli, bahkan cenderung meremehkan, dan kadang-kadang ada yang tega menelantarkan dan menghina mereka.

Sebagai orang Kristen, sekalipun orangtua kita tidak punya apa-apa dan tidak bisa diharapkan, kita harus tetap menghormati mereka dengan penuh cinta dan kesungguhan hati karena itu adalah kehendak Tuhan bagi anak-anak-Nya. Kita harus taat akan firman Tuhan karena firman-Nya jelas menyatakan Tuhan sendiri yang akan memberkati kita, bukan orang tua.

Setiap anak yang sungguh-sungguh menghormati orangtuanya akan hidup diberkati Tuhan baik jasmani dan rohani. Jangan sekali-kali kurang ajar, jangan pernah hitung-hitungan ketika kita memberi sesuatu kepada orangtua, sebab Tuhan yang akan membalas dan memberkati kembali dengan limpahan-Nya.

Anak-anak yang sungguh-sungguh menghormati orangtuanya pasti akan mendapatkan penggenapan segala janji Tuhan. Seperti yang dikatakan, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu. Jika Tuhan yang memperpanjang hidup kita, pastilah hidup kita akan senantiasa dalam pemeliharaan-Nya. Lalu, sudahkah kita menghormati orang tua seperti yang dikehendaki Tuhan?

2. Kasih Seorang Ibu

“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.” Amsal 1:8.

Ada pepatah yang mengatakan kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Dikatakan dalam pepatah ini bahwa kasih seorang ibu kepada anaknya tak terbatas sepanjang waktu dan tidak akan pernah berakhir, berbanding jauh dengan kasih anak yang hanya sepanjang galah dan memiliki batas. Contoh kasih ibu yang tidak terbatas kepada anaknay ditunjukkan oleh Nancy Matthews Edison yang merupakan ibu dari penemu bola lampu Thomas Alva Edison.

Semasa kecil, Thomas adalah anak yang memiliki gangguan dalam hal pendengaran, dinilai sebagai anak yang lambat dalam berpikir serta tidak memilki bakat apapun. Thomas bahkan hanya mengenyam pendidikan formal selama 3 bulan saja dan kemudian dikelauarkan oleh pihak sekolah.

Dalam kondisi seperti itu pasti banyak orang yang menilai anak ini akan bermasa depan suram, namun berkat kesabaran dan kasih yang tulus dari ibunya, perlahan namun pasti, Thomas kecil sudah mulai meretas masa depannya.

Ibunya yang kebetulan berprofesi sebagai guru kemudian mengajarinya berbagai macam pelajaran. Meski banyak kekurangan dan keterbatasan, namun hal tersebut tidak menyrutkan Nancy untuk mengajarkan ilmu kepada Thomas.

Gayung piun bersambut, Thomas tak menyia-nyiakan jerih payah ibunya dan ia mau belajar serta patuh kepada semua nasihat ibunya. Thomas memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga ia gemar mencoba berbagai hal baru. Akhirnya, setelah lebih dari seribu kali gagal, Thomas berhasil menemukan penemuan yang luar biasa untuk dunia.

Salomo mengingatkan supaya anak-anak tidak menyia-nyiakan ajaran ibunya, Rasul Paulus pun memberi nasihat. Bila berperan sebagai orangtua, berikanlah yang terbaik mulai dari waktu, tenaga, pikiran semaksimal mungkin, sehingga kelak kita akan menikmati buah dari kerja keras tersebut.

“Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.” (Efesus 6:1).

Akhir Kata

Demikian pembahasan dari kumpulan renungan rohani kristen tentang kaum ibu. Semoga dengan adanya renungan singkat air hidup ini, kita bisa belajar kembali betapa besar jasa seorang ibu kepada para anak-anaknya. Dan dengan begitu, kita bisa menyayangi dan mencintai mereka selalu. Amin.

Baca:

Tinggalkan komentar