Pengertian Liturgi dalam Gereja

Pengertian Liturgi dalam Gereja Agama Kristen dan Katolik

Bersamakristus.org – Pengertian liturgi dalam gereja. Ruang ibadah bukan ruang rekreasi tempat di mana orang bisa melakukan berbagai hal sesuka hati. Ibadah harus berjalan dengan teratur sehingga perlu ditentukan kapan jemaat bisa berpartisipasi dan apa saja yang dapat mereka lakukan.

Dengan ini, tata ibadah pun bisa dibuat sebagai liturgi. Sehingga, kata liturgi akan merujuk pada makna tata ibadah dalam agama Kristen. Dengan mneggunakan arti kata ibadah seperti yang lazim digunakan saat ini, dan dengan arti liturgi itu sendiri, jemaat akan memiliki kegiatan.

Jemaat tidak hanya diam, duduk, dan menonton ibadah layaknya sebuah konser. Melainkan, jemaat turut menyampaikan pujian, doa, hingga memberikan persembahan. Meski demikian, liturgi tak selalu memiliki pola yang kaku, semuanya merujuk pada satu struktur yang dinamakan four-fold pattern of worship.

Pengertian Liturgi di dalam Gereja

Setiap minggu, seorang Kristen akan beribadah di gereja. Mereka bebas memilih gereja mana saja yang ingin didatangi. Ada yang memilih gereja berdasarkan pola ibadahnya, yaitu sebagai berikut.

1. Liturgis

Struktur ibadah ini dianggap sebagai tradisi asli dari zaman Perjanjian Baru dan gereja sehingga gereja teap akan bertahan dengan pola ini. Alasannya patuh pada tradisi meski banyak anak muda yang mulai menghindari pola ini, biasanya pola ini dipakai di Roma Katolik, Lutheran, dan Anglikan.

2. Tradisional

Gereja dengan pola ini tak memiliki pegangan pelaksanaan ibadah, namun memiliki kesepakatan bersama. Meski terstruktur, gereja bisa mengubah pola ibadahnya mengikuti perkembangan zaman. Hal yang ditekankan adalah khotbah sebagai pengajaran firman Tuhan dan nyanyian jemaat. Pola ini diterapkan oleh Reformed dan Menonit.

3. Kebagunan

Biasanya gereja ini punya pola ibadah yang informal dan mengutamakan pengucapan syukur melalui doa ucapan syukur. Khotbah disampaikan secara agresif dan semangat untuk mengajak jemaat membawa sesamanya kepada anugerah Allah. Pola ini dijalankan oleh Quaker, Metodis, dan Frontier.

4. Pujian dan Penyembahan

Dalam pola ini, kita akan melihat jemaat bertepuk tangan, mengangkat tangan, berseru nyaring, menyanyikan lagu rohani yang semangat, dan menari. Jemaatnya kerap kali mengucapkan amin dan haleluya, ataupun respon lainnya dan Pentakosta adalah contoh yang ada di pola ini.

5. Pencari Jiwa

Gereja yang dipimpin oleh orang yang berbeda, memiliki pola ibadah pencari jiwa. Polanya tidak seragam, tergantung pada siapa pemimpin kelompoknya, satu hal yang mereka pasti lakukan adalah mengadakan ibadah dengan motivasi meraih orang yang mencari Tuhan, namun belum mengenal Kristus. Rick Warren dan Yesaya Pariadji adalah contoh kelompok pola ini.

Liturgi Menurut Alkitab

Injil Alkitab dalam Perjanjian Lama terjemahan Septuaginta menjelaskan istilah liturgi (leitourgia) merupakan pelayanan ibadah yang dilakukan para imam kaum Lewi sedangkan yang dilakukan umat biasanya disebut dengan istilah latreia yang berarti penyembahan.

Istilah ini mengalami perkembangan dalam Perjanjian Baru, G. Riemer mengungkapkan Perjanjian Baru menggunakan istilah leitourgia sebanyak 15 kali dengan 8 makna berbeda, di antaranya sebagai berikut.

  • Pada Lukas 1:23, Ibrani 9:21, Ibrani 10:11, pengertian istilah ini masih merujuk kepada tugas imam seperti pada Perjanjian Lama.
  • Pada Ibrani 8:2, Ibrani 8:6, istilah ini dipakai untuk menjelaskan pelayanan Kristus sebagai Imam yang lebih agung dibanding imam pada Perjanjian Lama.
  • Sedangkan pada Roma 15:16, leitourgia dipakai untuk pekerjaan rasul dalam mengabarkan Injil bagi mereka yang tidak percaya.
  • Filipi 2:17 memakai istilah ini sebagai kata ganti untuk hal percaya.
  • Pada Ibrani 1:7 dan 14 merujuk kepada pelayanan malaikat-malaikat.
  • Roma 13:6 mengacu kepada jabatan dalam pemerintahan.
  • Roma 15:27, Filipi 2:25, Filipi 2:30, Filipi 4:18 merujuk kepada pengumpulan persembahan untuk membantu orang yang membutuhkan.
  • Kisah Para Rasul 13:2 mengacu kepada persekutuan orang yang berdoa dan berpuasa.

Definisi Liturgi Saat Ini

Pengertian liturgi saat ini memiliki asal kata laos yang artinya rakyat dan ergon yang berarti pekerjaan. Liturgi berarti pekerjaan yang dilakukan oleh rakyat secara bersama-sama. Dalam gereja, rakyat yang dimaksud adalah jemaat gereja.

Secara praktikal, liturgi merupakan kegiatan peribadahan dengan melibatkan seluruh anggota jemaat secara aktif untuk menyembah dan memuliakan nama Tuhan. Ibadah yang sejati merupakan bagaimana seorang Kristen menjalani kesehariannya untuk memuliakan Allah. Namun, saat ini, kata ibadah telah merujuk pada kegiatan bersekutu, berdoa, memuji Allah, serta mendengarkan firman Tuhan dalam rentang waktu tertentu.

Sementara Soren Kierkegaard memberikan perumpamaan tentang liturgi dalam tulisannya berjudul Purity of Heart is to Will One Thing. Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1847 di Edifying Addresses of Varied Tenor. Pada subbab berjudul The Listener’s Role in a Devotional Address, menurutnya perumpamaan ibadah seperti dalam teater.

Anggapannya, pembawa aktor utama dan jemaat dalam ibadah menjadi penonton. Padahal hal ini kurang tepat. Pembicara hanya seorang saudara dan aktor utamanya adalah jemaat serta penontonnya adalah Allah. Jadi, ibadah yang terpenting adalah bagaimana jemaat memberikan respons dan ikut memberikan bagiannya yang terbaik untuk menyenangkan Allah.

Four-Fold Pattern of Worship

Four-Fold Pattern of Worship memperkenalkan empat bagian struktur yang terpenting dalam liturgi, yaitu berhimpun, firman, pengucapan syukur, dan diutus ke dalam dunia. Berikut penjelasan keempat bagian tersebut.

1. Berhimpun

Jemaat datang ke gereja tidak hanya berdoa, duduk, bernyanyi, mendengarkan firman Tuhan, kemudian keluar. Jemaat juga perlu bersekutu dan menyatukan hati untuk memuliakan Allah.

Hal ini sesuai dengan pesan Paulus untuk jemaat di Efesus bahwa kita sudah menjadi anggota keluarga Allah. Bagian ini dimulai ketika memasuki ruang ibadah, jemaat diminta bersaat teduh atau biasanya dipimpin untuk mempersiapkan hati mengikuti ibadah. Prosesi pembacaan doa pengakuan dosa juga menjadi bagian dalam hal ini.

2. Firman

Doa pembacaan Alkitab dan pemberitaan firman dilakukan, ada yang melakukan pembacaan leksionari atau secara bebas tergantung konteks kalimat yang dibicarakan. Pembicara liturgi bertugas menghidupkan kata-kata dalam Alkitab supaya relavan bagi jemaat masa kini. Setelah itu, jemaat merespon dalam doa, baik doa syafaat, doa bapa kami, serta mengucapkan pengakuan iman rasuli.

3. Pengucapan Syukur

Banyak gereja melakukan persembahan sebagai bentuk rasa syukur atas firman yang telah disampaikan. Hal ini menyebabkan persembahan sering diadakan setelah pembacaan firman. Namun, tak jarang ada gereja yang mengadakan persembahan sebelum pembacaan firman Tuhan.

4. Diutus ke dalam Dunia

Kehidupan kekristenan di dunia dimulai ketika menerima karakter Kristus dan berakhir dengan kematian. Oleh karena itu firman Tuhan tidak hanya bisa sekedar didengar, melainkan juga perlu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari .Sebelum berakhir, jemaat akan diutus dan diberikan janji Tuhan bagi orang percaya yang disimbolkan dengan mengucapkan kalimat pengutusan dan berkat.

Akhir Kata

Demikian informasi singkat mengenai pengertian liturgi dalam gereja kristen dan katolik. Semoga informasi mengenai pengertian liturgi dalam gereja ini bisa bermanfaat untuk mengetai makna litrugi dalam Kristen dan Katolik di masa kini, menurut Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Alkitab.

Baca:

Tinggalkan komentar