Orang Kristen Merayakan Imlek

Bolehkah Umat Kristiani Rayakan Imlek

Bersamakristus.org – Orang Kristen merayakan Imlek. Mungkin di benak sebagian orang, ada yang bertanya-tanya apakah orang Kristen boleh merayakan Imlek atau tidak.

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang China. Malam tahun baru Imlek juga dikenal sebagai “malam pergantian tahun”. Di China, adat tentang perayaan tahun baru Imlek sangat beragam.

Meskipun dirayakan secara beragam di berbagai negara sebagai sebuah tradisi dari China, Imlek juga dianggap sebagai hari besar penganut agama Khonghucu. Lalu bagaimana jika umat agama lain ikut merayakan? Termasuk Protestan dan Katolik.

Jawaban akan pertanyaan tersebut kami ulas pada pembahasan berikut ini, apakah boleh orang Kristen merayakan Imlek? Simak ulasannya yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Apa Boleh Orang Kristen Merayakan Imlek

Langsung saja tanpa banyak basa basi kembali, ini dia pembahasan dan penjelasan mengenai bolehkah orang agama Kristen merayakan Imlek, simak pembahasannya di bawah ini.

1. Tanpa Memaknai Mitologisnya

Kita sudah tahu kisah yang memberikan latar belakang perayaan Imlek. Kisah itu sebenarnya sangat mitologis, hal ini tentu tidak sesuai dengan yang dipercayai dalam Kristen. Kita percaya hanya Tuhan yagn mampu memberikan berkat kepada kita, baik saat musim semi, gugur, dan lainnya.

Kita juga percaya, kuasa jahat tidak bisa diusir dengan benda mati seperti warna merah dan suara keras. Umat Kristen mempercayai Allah sungguh maha kuasa untuk mengusir kuasa jahat.

Umat Kristen perlu percaya Allah begitu mengasihi manusia sehingga tidak akan membiarkan kita direbut begitu saja oleh kuasa jahat. Hanya Allah yang berkuasa penuh atas hidup kita yang memiliki iman Kristen.

Iman Kristen yang kita miliki sangat tidak sesuai dengan kisah latar belakang Imlek, tapi kita juga harus menghargai budaya tersebut. Hanya saja kita perlu memiliki perspektif yang berbeda dalam perayakannya, kita tidak lagi merayakannya untuk mengusir setan, melainkan karena rindu berkumpul dengan keluarga.

Kita rindu memiliki serta membentuk komitmen baru menjadi pribadi yang lebih baik di tahun baru. Kita juga harus memandang hari Imlek menjadi hari baru yang akan Tuhan berkati, bukan karena ketakutan akan datangnya setan atau iblis.

2. Menerapkan Prinsip Kekristenan

Yesus mengajarkan kita untuk berpegang pada perintah Allah, tapi Dia juga mengajarkan kita menghargai adat istiadat. Hal ini juga ditunjukkan dengan bagaimana Dia dikubur berdasarkan adat cara penguburan.

Yesus menginginkan kita untuk tidak melanggar perintah Allah demi adat istiadat. Artinya, boleh saja kita melakukan adat istiadat, merayakan Imlek, tapi tetap harus menerapkan prinsip kekristenan.

Perayaan Imlek perlu disesuaikan dengan perintah Allah. Imlek sebenarnya juga bisa menjadi ajang yang baik untuk melakukan perintah Allah. Contohnya dalam Imlek kita berkumpul bersama keluarga, serta menerapkan hukum kasih dalam Alkitab di keluarga.

Kita juga dapat kembali berinteraksi dengan keluarga dan menyebarkan sukacita, kita saling tolong menolong dan menguatkan sebagai sebuah persekutuan. Dalam Imlek, kita juga biasa melakukan tradisi angpao, ini bisa dilakukan untuk membagikan berkat kepada sesama.

3. Tanpa Melakukan Penyembahan Lain

Sayangnya masih ada umat Kristen yang merayakan Imlek dan tetap melakukan penyembahan lain. Hal ini juga sangat disayangkan karena kita akhirnya melanggar perintah Allah. Menyembah hal lain selain Allah artinya kita menduakan Dia.

Maka dari itu ketika merayakan Imlek, orang Kristen tidak boleh melakukan ritual sembahyang. Dibandignkan itu kita bisa berdoa bersama, dan tidak melakukan tradisi memelihara meja abu leluhur pada saat Imlek.

Akhir Kata

Cukup sekian pembahasan dari kami mengenai orang agama kristen merayakan imlek. Semoga penjelasan di atas dapat membuat kita jadi lebih paham apakah orang Kristen dan Katolik boleh merayakan Imlek atau tidak.

Baca: