Makna Sengsara dan Wafat Yesus

Arti Kesengsaraan dan Meninggalnya Yesus

Bersamakristus.org – Makna sengsara dan wafat Yesus. Tuhan Yesus wafat sebagai juruselamat manusia pada abad ke-1 Masehi. Ia mati tergantung di atas salib dengan menanggung dosa umat manusia.

Hukuman ini dijatuhkan atas perintah Gubernur Kerajaan Romavi untuk Yudea, Pontius Pilatus. Yesus kemudian naik ke surga dan hidup bersama dengan Allah atau Bapa.

Dengan menunggu waktu, Tuhan Yesus akan kembali lagi ke muka bumi sebagai juruselamat di akhir zaman. Dia akan hadir di tengah manusia dan menyelamatkan umat Kristiani dari kesengsaraan.

Berbicara tentang wafatnya Tuhan Yesus, Tuhan wafat memanggul beban kesalahan seluruh umat manusia. Dia menanggung kesengsaraan seluruh umat Kristiani.

Di sini kami akan menjelaskan tentang makna sengsara dan wafat Yesus Kristus dalam agama Kristen menurut Alkitab. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah ini.

Makna Sengsara dan Wafat Yesus dalam Kristen

Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai makna sengsara dan wafat Yesus Kristus dalma agama Kristen.

1. Konsekuensi Kerajaan Allah

Bertumbuh dan berbuah dalam Kristus telah dicontohkan Yesus dengan memberitakan mengenai kerajaan Allah. Wafatnya Yesus tidak sanggup dipisahkan berasal dari riwayat perjalanan karyaNya dan hidupNya.

Keteladanan dan tujuan hidup orang Kristen juga telah diberitakan oleh Yesus. Yesus udah mengambil risiko bersama penderitaan dan kesengsaraanNya yang ditanggungNya. Yesus pun udah memberitahukan kepada murid-muridNya bahwa Ia dapat menderita dan mati di kayu salib.

Yesus bertugas memberitakan kerajaan Allah melalui firman-Nya dan tindakan-Nya, nanti menjadikan diri-Nya masuk ke dalam penderitaan. Berita yang dibawa Yesus dan tindakan-Nya dinilai benar-benar berbahaya. Para penguasa, penatua Yahudi, para imam kepala, dan para pakar taurat dibuatNya tersinggung bersama segala yang dilaksanakan oleh Yesus.

Yesus memahami bahwa kesaksianNya yang paling kuat dan paling paling akhir adalah kesungguhanNya di dalam membawakan berita perihal kerajaan Allah adalah mati demi wartaNya tersebut.

Jika Yesus lari berasal dari risiko untuk membakan berita kerajaan Allah maka lain kembali ceritanya apalagi mungkin Ia tidak mungkin diyakini lagi. Alhasil, Yesus pun berkenan tidak berkenan mengambil sikap untuk menghadapi risiko bersama tegar.

Yesus percaya bersama sikapNya yang Ia ambil dapat mengakibatkan lantas hari para muridNya berani ambil risiko seperti diriNya untuk memberitakan kerajaan Allah meski pun harus merelakan nyawa murid-murid Yesus.

2. Sinyal Ketaatan

Yesus juga menerima semuanya, itu yang diharapkan Bapa untuk rancangan penyelamatan-Nya. Yesus menilai kematian-Nya bukan nasib, tapi kurban yang mengeratkan Perjanjian Baru pada Allah dengan manusia. Para murid Yesus udah diberi perumpamaan untuk melaukan apa pun demi kesetiaannya bersama kerajaan Allah.

Tugas untuk memberitakan kerajaan Allah menuntut komitmen sapmpai menaruhkan nyawa. Peristiwa salib bukanlah kegagalan bagi Yesus melainkan awal berasal dari wujud karya Allah yaitu penyelamatan.

Yesus memandang sengsara dan wafat sebagai penyelamat yang memperbaharui hidup manusia. Yesus bangkit pada hari ketiga setelah kematian-Nya. Makna sengsara dan wafat Yesus tunjukkan cinta kasih Allah kepada manusia. Yesus setia kepada tekad Bapa hingga mati gara-gara Ia memahami bahwa kematianNya merupakan rancangan berasal dari Bapa.

Dalam Yohanes 4:34, ditunjukkan bahwa menuruti tekad Bapa adalah makananNya. Yesus mati menukar ketidaktatan kita bersama ketaatanNya seperti yang dituliskan di dalam Roma 5:19 bahwa ketidaktaatan satu orang mengakibatkan seluruh orang berdosa demikianlah juga ketaatan satu orang mengakibatkan seluruh orang benar. Seperti yang dituliskan ke di dalam kitab Yesaya 53:10-12 bahwa Yesus selesaikan tugas-Nya sebagai hamba yang menderita.

3. Sinyal Solidaritas

Yesus menurut Paulus disalibkan, memiliki arti sebagai kemampuan dan hikmah dari Allah. Wafatnya Yesus adalah karya Allah. Dengan itu, Allah menyertai hidup manusia, Allah berbelas kasih dan tidak meninggalkan manusia sekalipun mengalami kesengsaraan. Kesengsaraan dan wafatnya Yesus menjadi sinyal agung akan hadirnya Allah.

Allah dalam diri Yesus adalah Allah yang solider bersama manusia. Ia udah hidup sebagai dan bersama manusia hingga mati sebagai manusia yang kematianNya pun kematian yang paling hina. Yesus berkenan mati disalib di pada 2 penjahat.

4. Menyelamatkan Manusia

Yesus yang wafat di kayu salib merupakan bagian dari misteri penyelamatan Allah. Alkitab udah menuuatkan perihal rancangan penyelamatan Ilahi melali kematian hambaKu yang benar. 1 korintus 15 : 3 menuliskan bahwa Kristus udah mati gara-gara dosa kita cocok bersama Kitab Suci.

Dalam 1 Petrus 1:18-19, dijelaskan bahwa kita udah ditebus berasal dari langkah hidup kita yang percuma bukan bersama barang fana, perak, dan emas melainan bersama darah yang mahal yaitu darah Kristus yang tidak bernodan dan tidak bercacat. Kitab 2 Korintus 5:21 juga menuliskan bahwa Yesus yang tidak mengenal dosa dibuatNya menjadi dosa gara-gara kita dan gara-gara Yesuslah kita dibenarkan oleh Allah. Penyerahan diri Yesus kepada Allah udah menghimpun kita kembal kepada Allah.

Kisah sengsara dan wafatnya Yesus dimulai dari ketika Yesus berdoa di Taman Getsemani lantas ditangkap di tempat yang sama lantas dibawa ke hadapan para penguasa lantas disiksa sesudah itu dijatuhi hukuman mati lantas memikul salib lantas disalibkan di Bukit Golgota sebelum saat wafat Ia menyerahkan nyawaNya kepada lantas wafat.

Lebih sedih kembali gara-gara orang yang melaporkan Yesus adalah muridNya yang bernama Yudas Iskariot dan waktu Yesus ditangkap ketiga muridNya yang menemani Yesus berdoa di Taman Getsemani melarikan diri dan juga Ia disangkal oleh Petrus sebanyak 3 kali.

5. Menebus Dosa

Menurut orag Yahudi Yesus adalah anak domba Allah, pengampunan dosa dilaksanakan dalam arti sengsara dan wafat dengan mengorbankan anak domba kepada Allah. Yesus yang sebagai Anak Domba Allah harus menumpahkan darahNya satu kali untuk selalu supaya dosa seluruh manusia di wajah bumi dihapuskan.

Dari wafatnya Yesus, kita studi apa itu arti kata pengorbanan. Kita sanggup studi langkah mengasihi gara-gara Yesus dulu mengajarkan tidak tersedia yang lebih besar berasal dari kasih seorang sobat yang menambahkan nyawanya bagi sahabatnya. Itulah beberapa arti yang sanggup ita pelajari berasal dari kematian Yesus di kayu salib.

Akhir Kata

Demikian pembahasan singkat mengenai makna sengsara dan wafat yesus kristus. Semoga dapat membawa kita mengenal lebih jauh tentang makna sengsara dan wafat Yesus.

Baca:

Tinggalkan komentar