Keteladanan Musa dalam Alkitab

Kisah Teladan Musa Menurut Alkitab

Bersamakristus.org – Keteladanan Musa dalam Alkitab. Musa merupakan salah satu tokoh yang paling banyak disebutkan namanya selain Abraham di dalam firman Tuhan atau Alkitab.

Tentu saja ada banyak kisah dan cerita yang dituliskan di dalam Alkitab mengenai Musa. Dan masing-masing cerita memberikan pelajaran serta hikmat kepada orang yang membacanya.

Ada banyak keteladanan Musa di dalam Alkitab yang bisa dicontoh umat Kristiani. Keteladanan tersebut pun bahkan masih sangat relavan untuk dilakoni di masa sekarang.

Setelah pada kesempatan sebelumnya kami telah menjelaskan mengenai karakter Musa dalam Alkitab, kini kami akan menguraikan contoh keteladanan Musa dalam Alkitab. Simak ulasannya di bawah ini.

Contoh Keteladanan Musa di dalam Alkitab

Ini dia beberapa contoh keteladanan Musa di dalam Alkitab yang wajib diketahui dan bisa dicontoh umat Kristen. Berikut rangkumannya dari banyak referensi terpercaya.

1. Berjiwa Bapa

Musa memiliki jiwa kebapaan, ditunjukkan pada saat dia membela dan mengayomi orang yang ada di bawahnya, bersedia mendengar keluh kesah umat Israel. Dia bertanggung jawab memberi pengayoman dan memimpin bangsa Israel meski mereka terus bersungut di hadapan Allah.

Musa memberi rasa aman pada umat yang dipimpin olehnya. Dijelaskan juga dalam Alkitab, diceritakan bagaimana Musa membela dan mencoba meluluhkan hati Tuhan demi menghindari murka Allah pada bangsa Israel.

2. Mengharap Upah Masa Depan

Musa menganggap Kristus lebih bernilai, sebab dia memandang upah masa depan. Sama seperti yang dikatakan Rasul Paulus, mereka tidak memperhatikan yang kelihatan sifatnya sementara, tapi memperhatikan hal yang tidak kelihatan namun sifatnya kekal, yaitu janji Tuhan.

3. Menganggap Kristus Lebih Bernilai

Contoh keteladanan Musa dalam Alkitab berikutnya yaitu menganggap Kristus lebih bernilai. Musa menolak disebut anak putri Firaun, dia lebih memilih hidup menderita bersama Israel. Musa juga menganggap penghinaan karena Kristus lebih bernilai dibanding harta Mesir.

4. Menjauhi Dosa

Manusia memang sosok yang lemah dan mudah jatuh dalam dosa, mereka menikmati kesenangan dalam doas. Tapi Musa tidak, dia menikmati kesenangan dalam dosa. Dia bahkan menolak disebut anak putri Firaun dan lebih suka sengsara bersama umat Allah dibandingkan menikmati kesenangan dalam dosa.

5. Pendoa

Musa juga dikenal sering mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, pada setiap perkara yang dia hadapi. Dia menjadikan doa Kristen sebagai gaya hidupnya, sehingga tidak ada perkara yang mustahil.

Sebab, Allah sendiri membimbing Musa dalam setiap keputusan. Dengan demikian Musa mampu memimpin umat Israel selama 40 tahun di padang gurun sebelum akhirnya umat Israel memasuki tanah perjanjian.

6. Pemazmur

Musa juga selalu bermazmur di hadapan Tuhan. Nyanyiannya banyak dimuat dalam kitab Mazmur 90, serta dalam Wahyu 15:3. Contohnya seperti nyanyian dalam Wahyu 15:3 dinyanyikan sebagai nyanyian kemenangan.

7. Rendah Hati

Diceritakan pada saat Allah mengurus Musa untuk membawa bangsa Israel keluar Mesir, Musa berkata siapakah dia, sehingga dia yang akan menghadap Firaun dan membawa bangsa Israel keluar Mesir. Dia menunjukkan sikap rendah hatinya.

Dia tidak bermegah atau merasa diri paling penting karena Allah sendiri yang mengutusnya menjalankan misi tersebut. Musa bahkan merasa diri tidak layak, meski sebenarnya dia juga menjadi anak angkat putri Firaun.

8. Setia

Keteladanan Musa dalam Alkitab lainnya yang bisa dicontoh yaitu Allah menyatakan Musa adalah orang setia. Setia juga merupakan salah satu karakter Kristus yang harus dijalani atau dilaksanakan umat Kristen.

Kesetiaan Muas bisa terlihat jelas pada saat dia senantiasa tunduk terhadap orotitas Allah pada saat memimpin bagnsa Israel di padang gurun. Musa selalu mengandalkan Tuhan dan lebih mendengarkan Tuhan daripada bangsa Israel yang bersungut.

9. Lemah Lembut

Musa menjadi orang yang lemah lembut hatinya, bahkan melebihi setiap manusia di muka bumi. Dalam bahasa Ibrani, kata lemah lembut berarti ‘aniyaw’, artinya lembut hati, kesabaran, dan kehalusan. Musa sellau bersikap emah lembut, toleran, sederhana, sabar, menyenangkan hati Tuhan maupun sesama.

Sikap lemah lembut tersebut bukan berarti lemah atau mudah berubah dan dipengaruhi. Lemah lembut juga bukan berarti tidak memiliki inisiatif atau merasa takut. Melainkan, sikap lemah lembut memiliki prinsip bijaksana dan bersikap positif terhadap berbagai keadaan.

Akhir Kata

Sekian pembahasan dari kami mengenai contoh keteladanan musa dalam alkitab. Mudah-mudahan informasi yang kami sampaikan bisa menjelaskan kepada Anda tentang contoh sikap teladan Musa di Alkitab.

Baca: