Ciri-ciri Gereja Anglikan

Karakteristik Gereja Anglikan dalam Kristen

Bersamakristus.org – Ciri-ciri gereja anglikan. Anglikan merupakan tradisi dalam Kekristenan yang terdiri dari gereja Inggris erta gereja-gereja historis yang terkait dengannya dalam praktik ibadah, struktur gereja, dan lainnya.

Para penganut Anglikanisme juga disebut umat anglikan atau anglicans. Sebagian besar dari mereka adalah anggota gereja anglikan nasional atau regional, dikenal juga dengan provinsi gerejawi, sebagai bagian komuni anglikan internasional.

Di Indonesia juga terdapat beberapa gereja anglikan yang terus melaksakanan pujian dan penyambahan kepada Tuhan Yesus. Walaupun memang tidak sebanyak Protestan, GKBI, atau Katolik.

Masing-masing gereja juga diketahui memiliki ciri-ciri atau karakteristik sendiri, termasuk anglikan. Ciri-ciri gereja anglikan tentu saja wajib diketahui oleh seluruh umat percaya.

Ciri-ciri Gereja Anglikan yang Wajib Diketahui

Di kesempatan ini kami akan menjelaskan kepada Anda apa saja ciri-ciri gereja anglikan yang wajib diketahui. Berikut ulasan serta panduan lengkapnya hanya untuk Anda.

1. Pisahan Gereja Katolik Roma

Gereja anglikan tidak ada di bawah naungan gereja Katolik Roma atau Protestan. Berdirinya gereja Inggris tersebut sudah terjadi sejak abad 6, tapi terpisahnya dengan Gereja Katolik Roma baru terjadi pada tahun 1530-an.

Dalam hukum gereeja Katolik, pernikahan bisa dianggap tidak sah atau tidak pernah ada bila belum terjadi consummation atau penyatuan/persetubuhan antara suami dengan istri. Pada tahun 1509, Raja Henry VIII setelah dinobatkan sebagai Raja Inggris, kemudian menikah dengan Catherine dari Aragon.

Dua puluh tahun kemudian, dia ingin membatalkan pernikahannya bersama Catherine dengan cara anulasi, karena tidak adanya putra yang diperoleh. Saat itu Paus Klemens VII yang merupakan paus gereja Katolik Roma menolak permintaan anulasi yang diajukan Raja Henry VIII.

Penolakan tersebut menyebabkan Raja Henry VIII menolak mengakui otoritas kepausan Katolik Roma, sehingga terpisahlah gereja Inggris dengan Roma. Raja Henry VIII mengangkat dirinya sebagai kepala tertinggi Gereja Inggris dan melalui otoritasnya, dia melakukan anulasi yang diinginkannya.

Setelah itu, Ratu Mary I pada 1555 sempat mengakui lagi otoritas kepausan Gereja Katolik Roma dan mengembalikan hubungan Gereja Inggris dengan Katolik Roma. Tapi Ratu Elizabeth I yang masa pemerintahannya dimulai 1558 kembali mempertegas pemisahan di antara kedua gereja.

2. Komuni Anglikan

Komuni anglikan adalah komunitas persekutuan gereja anglikan, tidak hanya ada di Inggris tapi juga di seluruh dunia dengan gereja Inggris sebagai induknya. Komuni ini bisa dikatakan sebagai komuni terbesar ketiga di dunia setelah gereja Katolik Roma dan gereja Ortodoks timur.

Gereja anglikan di seluruh dunia yang tergabung pada komuni ini bisa dikatakan memiliki komuni penuh. Artinya, ritus yang diadakan di gereja tersebut diakui anglikan seluruh dunia. Meski begitu tata cara ibadahnya tidak harus sama setiap gereja, seperti diatur dalam 39 Artikel Gereja Anglikan.

3. Keuskupan Canterbury

Ciri khas gereja anglikan lainnya adalah gereja ini terpisah dari Katolik Roma dan tak mengakui otoritas kepausannya, maka mereka memiliki otoritas keuskupan sendiri, Keuskupan Canterbury dengan Uskup Agung Canterbury sebagai pemimpin tertinggi. Uskup Agung Canterbury juga menjadi kepala simbolis Komuni Anglikan di seluruh dunia.

4. 39 Artikel Gereja Anglikan

Gereja Inggris memiliki 39 artikel, merupakan pernyataan gereja Inggris berdiri atau jika dibandingkan gereja Katolik Roma dan gereja protestan. Sesuai pernyataan Ratu Elizabeth I, konten 39 artikel ini dituangkan ke dalam 4 bagian.

  • Artikel 1-8 mengenai ajaran seperti dalam Katolik.
  • Artikel 9-18 mengenai ajaran seperti dalam Protestan dan ajaran reformasi.
  • Artikel 19-31 mengenai ajaran dalam anglikan.
  • Artikel 32-39 hal-hal praktis yang tidak termasuk dalam ketiga kategori di atas, seperti hal hidup selibat bagi para pendeta atau pasturnya, larangan menerima perjamuan kudus, tradisi gereja, dan lainnya. Pada artikel 37 khususnya kembali dikatakan otoritas kepausan gereja Katolik Roma tidak diakui di Inggris.

5. Buku Doa Umum

Dalam gereja anglikan, juga dikenal Buku Doa Umum atau The Book of Common Prayer. Buku ini disusun oleh Thomas Cranmer, Uskup Agung Canterbury saat itu dan pertama diterbitkan pada masa Raja Edward VI, anak Raja Henry VIII. Buku tersebut berisi kumpulan doa dan liturgi anglikan, termasuk mengenai perjamuan kudus.

Akhir Kata

Sekian pembahasan dari kami mengenai ciri-ciri dari gereja anglikan. Mudah-mudahan informasi yang kami sampaikan bisa menjelaskan kepada Anda apa saja ciri-ciri gereja anglikan.

Baca: