Hukum Perceraian dalam Kristen

Pandangan Kristiani Terhadap Perceraian

Bersamakristus.org – Hukum perceraian dalam Kristen. Perpisahan rumah tangga yang dilakukan antara suami dan istri atau yang lebih dikenal dengan perceraian bukanlah sebuah ahl yang baik.

Dilihat dari sudut pandang manapun, perceraian menimbulkan efek kerugian yang begitu besar. Tidak hanya kepada pasangan, melainkan juga anak, orangtua, mertua, kerabat, dan bahkan teman-teman.

Tuhan pun tidak menghendaki hal tersebut terjadi, sebelumnya pernah kami bahas pada ayat alkitab tentang perceraian. Dikatakan bahwa agama Kristen pun melarang perceraian terjadi.

Tapi pada kenyataannya di dalam agama Kristen masih saja kita jumpai banyak orang yang bercerai pada masa kini. Alasannya bermacam-macam, termasuk hal sepele seperti masalah ekonomi.

Sebelum memutuskan hal tersebut, alangkah baiknya kita memahami hukum perceraian dalam agama Kristen terlebih dahulu. Pasalnya dengan mengetahui hukumnya, maka tindakan tersebut bisa saja kita batalkan.

Hukum Perceraian dalam Agama Kristen

Berikut di bawah ini merupakan beberapa hukum perceraian dalam agama Kristen. Simak langsung ulasannya menurut Alkitab ini.

1. Tuhan Membenci Perceraian

Dalam Alkitab sudah sangat ditekankan bahwa Tuhan membenci perceraian serta tak menghendaki pengkhianatan dalam rumah tangga. Tuhan senang tiap tiap orang memelihara diri dan setia kepada pasangan (Maleakhi 2:15-16).

2. Perceraian Terjadi Karena Kebebalan Manusia

Mungkin ada pandangan yang membolehkan perceraian didasarkan pada ayat Alkitab (Matius 19:8-9, Matius 5:31-32, Ulangan 24:1-4). Namun, jika membaca pasal tersebut secara utuh, maka kita bakal mendapati bahwa surat cerai terhadap zaman Musa dan juga perkataan Yesus yaitu izin untuk bercerai kecuali berjalan perselingkuhan sesungguhnya disebabkan oleh kebebalan hati manusia, bukan konsep Tuhan.

Pro dan Kontra Perceraian dalam Kristen

Berikut beberapa pro (persetujuan) dan kontrak (penolakan) terhadap perceraian menurut pandangan agama Kristen.

1. Pengkhianatan kepada Tuhan

Dan kamu bertanya, “Oleh karena apa?” Oleh sebab Tuhan telah menjadi saksi antara engkau dan istri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan istri seperjanjianmu

Maleakhi 2:14

Pandangan kontra terhadap perceraian dalam agama Kristen mengacu pada pendapat bahwa perceraian melanggar obyek hidup orang Kristen yaitu obyek hidup untuk mengasyikkan hati Tuhan.

Umat Tuhan dalam Kitab Maleakhi tersebut dijelaskan akan membuat tuhan bersedih dengan menyembah Allah lain. Perceraian disebut sebagai sebuah pengkhianatan, bukan saja kepada pasangan, namun juga kepada Tuhan yang udah menjadi saksi dari janji pernikahan Kristen.

2. Bukan Rencana Tuhan

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.

Matius 19:6

Allah yang menginisiasi pernikahan terjadi (Kejadian 2:18) dan hukum perceraian di dalam Kristen bukanlah konsep awal Tuhan.

3. Perceraian Diizinkan Jika Terjadi Perselingkuhan

Tetapi aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan istrinya, kecuali karena selingkuh, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat selingkuh.

Matius 19:9

Penyebab perceraian paling umum adalah perselingkungan. Alkitab pun mencatat hal tersebut bersama dengan terdapatnya surat cerai yang dibikin sejak umat Israel dipimpin oleh Musa (Ulangan 24:1-4).

Jawaban Yesus tentang perceraian juga berdampak pada pandangan sebagian umar Kristen sebagai sesuatu yang dibolehkan. Dengan catatan, dalam perceraian tersebut terjadi perselingkungan (Matius 19:9).

Cara Mencegah Perceraian

Bagi yang hendak mencerah perceraian, cara-cara ini perlu dilakukan.

1. Doa dan Pengampunan

Cara mencegah perceraian paling umum adalah dengan berdoa. Meski hal ini cukup sulit, namun cobalah lagi bangun pernikahan dari awal, dari yang paling sederhana, yaitu doa untuk suami selingkuh.

2. Perubahan Pola Pikir

Cobalah ganti pola pikir kita. Misalnya jika kita tertarik pada sebuah tas ketika berada di pusat perbelanjaan, Anda sudah yakin untuk tidak membeli tas itu karena harganya mahal, sudah tak ada cadangan uang untuk belanja. Cobalah sesudah itu Anda bayangkan tas tersebut konsisten menerus.

Pikirkan juga ketika bangun tidur, betapa cantiknya tas itu. Ketika sedang bekerja, pikirkan banyak teman yang akan memuji tas baru Anda. Maka apa yang terjadi? Kemungkinan besar Anda bakal membeli tas itu. Sama halnya bersama dengan pernikahan, kecuali Anda berpikir bahwa pasangan Anda bukanlah pasangan ideal, maka cobalah berpikir kebalikannya.

Misalnya jika pasangan tak romantis seperti yang Anda harapkan, maka coba hiraukan kecuali dia adalah orang yang romantis. Setelah Anda studi untuk membayangkan hal tersebut konsisten menerus, cobalah untuk merasakannya. Bayangkan kecuali kejadian itu terlampau nyata dan menyentuh perasaan.

Bayangkan betapa senangnya hati Anda kecuali pasangan tiba-tiba beri tambahan kejutan, atau bayangkan betapa gembiranya kala mampu menghabiskan kala di akhir minggu bersama dengan keluarga. Pikiran dan perasaan Anda ini nantinya bakal berpengaruh terhadap prilaku yang bakal memampukan Anda memulai doa dan beri tambahan pengampunan.

3. Lakukan Perubahan

Anda harus berubah, jangan menunggu pasangan mengubah dirinya sendiri. Hal-hal kecil yang dijalankan bersama dengan setia bakal miliki pengaruh besar di kemudian hari, dan kesetiaan inilah yang mampu mencegah terjadinya hukum perceraian di dalam Kristen di jaman yang bakal datang.

4. Minta Bantuan

Jangan meninggikan gengsi untuk tidak meminta pertolongan dari pendeta, konselor atau keluarga untuk masalah pernikahan. Percayalah bahwa selamanya ada berkat di dalam sebuah kesatuan meskipun tempat tinggal tangga Anda udah tidak ada harapan (Hosea 2:18-23).

Akhir Kata

Mungkin cukup sampai di sini pembahasan mengenai hukum perceraian agama kristen. Mudah-mudahan dengan mengetahui hukum perceraian tersebut kita bisa menjaga kehidupan keluarga kita agar tidak terpecah belah.

Baca: