Hubungan Suami Istri dalam Kristen

Hubungan Antara Pasangan Rumah Tangga Menurut Kristen

Bersamakristus.org – Hubungan suami istri dalam Kristen. Pada kesempatan yang lalu kami telah mengulas secara lengkap tanggung jawab suami terhadap istri dalam agama Kristen.

Namun tidak hanya suami yang harus bertanggung jawab, istri pun memiliki tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu keduanya juga sama-sama memiliki hak yang menyenangkan.

Itulah yang dinamakan hubunga dalam rumah tangga, hubungan yang tercipta antara suami dan istri karena mereka sama-sama percaya kepada Tuhan da menaruh segala kehidupan rumah tangga kepada-Nya.

Sebenarnya masih banyak lagi hal yang berkaitan dengan hubungan suami istri menurut agama Kristen. Hal tersebut dijelaskan dalam Alkitab Perjanjian Lama hingga Baru.

Dan pada kesempatan ini kami ingin membahas secara lengkap tentang hubungan suami istri menurut agama Kristen. Simak selengkapnya pada pembahasan berikut ini.

Hubungan Suami Istri Menurut Iman Kristen

Tanpa banyak basa basi lagi langsung saja silahkan simak ulasan lengkap tentang hubungan antara suami dan istri dalam agama Kristen. Selengkapnya bisa disimak di bawah ini.

1. Tidak Boleh Cerai

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena selingkuh, ia menjadikan isterinya berselingkuh; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat selingkuh.

Matius 5:32

Suami dan istri tidak boleh percerai, hubunagan mereka dalam agama Kristen tidak boleh dipisahkan. Apa yang sudah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Mungkin, hukum negara mengizinkan adanya perceraian dalam Kristen, tetapi Agama Kristen tentu melarang keras hal ini. Hanya Tuhanlah yang berhak menceraikan manusia melalui kematian.

2. Tidak Boleh Poligami

Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.

Roma 7:2

Istri tak boleh punya suami lebih dari satu, suami pun demikian. Jangan cobalah untuk melakukan poligami menurut Alkitab. Ketika kamu berpoligami, kamu tidak hanya menyakiti hati pasanganmu saja.

Kamu akan menyakiti perasaan Allah yang sudah menghimpun kamu di dalam ikatan pernikahan. Pernikahan ke dua hanya boleh dilangsungkan ketika pasangan suami atau istri itu dipisahkan oleh Tuhan lewat kematian.

3. Laki-laki dan Perempuan

Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.

Imamat 20:13

Pernikahan hanya diizinkan untuk laki-laki dan perempuan saja. Sayangnya, ada pasangan sesama jenis yang mengklaim bahwa mereka adalah juga adalah pasangan suami dan istri. Tuhan tentu tidak mengizinkan hal ini sebab pernikahan pada laki-laki bersama laki-laki dan perempuan bersama perempuan adalah hal yang diharamkan di dalam Kristen.

Tuhan telah memerintahkan kita untuk beranak-cucu kepada umat-Nya. Bila pernikahan berikut dilaksanakan pada sesama jenis, bagaimana kemungkinan seseorang sanggup mempunyai keturunan?

4. Membentuk Keluarga Baru

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya.

Kejadian 2:24

Pemahaman akan jalinan suami istri juga harus dipahami oleh mereka agar bisa membentuk keluarga baru. Keluarga yang baru ini haruslah independen dan kebijakan mereka tidak boleh diintervensi oleh keluarga lama mereka.

Mungkin, kita perlu studi dari orang tua kita mengenai bagaimana caranya untuk membina sebuah keluarga, tetapi bukan artinya orang tua perlu jalankan intervensi terhadap jalinan anaknya. Tidak jarang, intervensi orang tua terhadap pernikahan anaknya justru menyebabkan perceraian.

5. Sebagai Sahabat

Bukan hanya hubungan badan saja, melainkan hubungan suami istri juga berkaitan dengan Tuhan dan kehidupan sehidup semati. Hanya maut saja yang boleh memisahkan laki-laki harus mencintai perempuan yang dinikahinya.

Perempuan harus mencintai laki-laki yang dicintainya. Tidak jarang, suami hanya menjadikan istrinya sebagai objek pemuas hasrat saja. Hal ini pasti salah karena dengan begitu si suami sudah menjadikan istrinya hanya sebagai budak pemuas hasrat semata.

Seandainya ada pihak yang menikah hanya untuk melaksanakan hubungan intim semata bukan untuk menjalin hubungan sehidup semati, Tuhan pasti akan murka. Tak jarang, hubungan yang dijalankan hanya untuk hubungan intim diakhiri dengan perceraian.

6. Membentuk Organisasi

Laki-laki dan perempuan adalah satu-kesatuan yang utuh ketika telah dipertemukan oleh Allah. Mereka bakal membentuk sebuah organisasi baru yang disebut bersama keluarga bersama suami sebagai kepala keluarganya. Ketika sebuah pernikahan dikaruniai oleh anak, maka mereka bakal meraih anggota keluarga yang baru.

Suami, istri, dan anak, harus melakukan organisasi dan manajemen dalam hal pengaturan keuangan, kebutuhan, hingga iman. Semuanya mesti diperhatikan oleh suami dan istri. Yang terpenting adalah suami, istri, dan anak mesti mengerti kasus apa yang sedang dialami oleh anggota keluarga agar kasus yang dialami oleh tidak benar satu anggota keluarga tidak membesar.

7. Terikat Secara Intim

Tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.

1 Korintus 7:2-4

Suami dan istri harus bersatu dalam hubungan yang intim. Hubungan badan dibutuhkan oleh manusia supaya beroleh anak sebab Allah terhitung menghendaki manusia untuk beranak-cucu. Namun, bukan artinya manusia bebas untuk melakukan hubungan intim.

Manusia tidak boleh ceroboh dalam hubungan suami istri dalam Kristen melakukan hubungan intim bersama sesama jenis, semua telah diatur Tuhan pasangan laki-laki adalah perempuan dan sebaliknya. Seorang suami cuma boleh terjalin badan bersama istrinya saja. Seorang istri cuma boleh terjalin badan bersama suaminya saja.

Jika mereka melakukan hubungan badan dengan bukan pasangannya, maka itu dikatakan sebagai perselingkuhan. Tuhan juga memerintahkan manusia untuk tidak berselingkuh. Salah satu hal yang kudu dipahami oleh kita adalah keliru satu penyebab kenapa virus HIV dan penyakit AIDS bisa menyebar begitu cepat sebab hubungan intim yang menyimpang.

8. Satu Kesatuan

Setelah menikah, suami dan istri merupakan satu kesatuan bukan dua individu yang berbeda. Hal ini adalah ucapan Allah sendiri. Oleh karena itu, suami dan istri perlu saling melengkapi satu sama lain. Bukan cuma itu saja, suami juga perlu jelas persoalan yang dialami oleh istri dan istri juga perlu jelas persoalan yang dialami oleh suami.

Keduanya saling berbagi kebahagiaan dan permasalahan. Masalah istri adalah persoalan suami juga. Permasalahan perlu diselesaikan secara bersama-sama. Setiap pendapat antara suami dan istri itu setara, tidak tersedia yang mulai lebih tinggi derajatnya. Hal yang pasti diperhatikan dari satu kesatuan ini adalah suami dan istri itu haruslah seiman.

9. Bersatu dalam Kristus

Suami dan istri harus miliki iman yang sama, yaitu sangat percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat dunia. Kristen melarang keras pernikahan beda agama. Ketika bersatu dalam tubuh Kristus, pasangan suami-istri kudu menerima kekurangan masing-masing pasangannya. Meskipun menerima kekurangan masing-masing, pasangan juga kudu menolong satu serupa lain untuk menguranginya.

Contohnya adalah suami yang suka minum minuman keras. Istri kudu menerima kekurangan suaminya yang merupakan peminum. Meskipun begitu, istri tidak boleh banyak mendiamkan saja kekurangan tersebut. Istri kudu menolong suaminya untuk mengurangi intensitas minum sang suami.

Bila istri juga miliki kekurangan layaknya boros dalam berbelanja, suami pun kudu menolong istrinya untuk jadi lebih hemat. Itulah yang disebut bersama bersatu dalam tubuh Kristus.

10. Harus Merawat Anak

Anak adalah titipan Tuhan yang dititipkan-Nya kepada kita. Oleh dikarenakan itu, suami dan istri perlu bekerja serupa untuk melindungi anak mereka. Meskipun suami bertugas sebagai pencari nafkah, suami termasuk perlu senantiasa lakukan komunikasi yang intensif dengan anaknya.

Banyak persoalan anak broken home terjadi dikarenakan komunikasi dengan ayahnya jarang terjadi. Kasus ini terjadi dikarenakan ada miskomunikasi pada bapak dan anak. Oleh dikarenakan itu, rawatlah anak yang dititipkan oleh Bapa kepadamu dengan baik.

Zaman sudah tambah canggih. Komunikasi pada anak dapat ditunaikan di mana saja. Meskipun anak tengah kuliah di Jerman, kita dapat menghubungi anak lewat gadget. Suami dan istri termasuk perlu bekerja serupa untuk memenuhi kebutuhan anaknya hingga anaknya sudah formal dapat di lepaskan pada jenjang pernikahan nanti.

Akhir Kata

Demikian ulasan singkat yang membahas tentang hubungan suami dan istri dalam agama kristen. Semoga dapat menambah wawasan kita terhadap apa yang harus dilakukan sebagai suami maupun istri dalam kehidupan rumah tangga.

Akhir Kata

Tinggalkan komentar