Apakah Boleh Orang Kristen Makan Babi

Bolehkan Umat Kristiani Memakan Babi?

Bersamakristus.org – Apakah boleh orang Kristen makan babi. Babi dikatakan menjadi makanan haram bagi umat Islam, namun babi juga menjadi makanan yang nikmat oleh agama Hindu atau Buddha.

Sebenarnya, dalam agama Kristen, bolehkah kita memakan daging babi? Apakah tidak masalah jika kita mengonsumsinya setelah dimasak dan diolah dengan cara seperti kita masak ayam atau daging sapi?

Babi sendiri menjadi salah satu makanan yang dilarang dalam advent, lalu bagaimana menurut kepercayaan Kristen Protestan dan Katolik? Mungkin saja jawabannya berbeda.

Oleh karena itu kita baiknya menyimak beberapa penjelasan di bawah ini mengenai apakah boleh orang Kristen makan daging babi atau tidak. Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda.

Apakah Boleh Orang Kristen Makan Daging Babi

Berikut penjelasan dalam Alkitab mengenai apakah boleh orang Kristen mengonsumsi daging bagi. Simak ulasannya di bawah ini secara lengkap.

1. Menurut Perjanjian Lama

”Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.”

Ulangan 14:8

“Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.”

Imamat 11:7

Pada ayat di atas dijelaskan awalnya makan babi merupakan makanan yang haram, karena hewan tersebut tidak boleh dikonsumsi. Memang ada beberapa alasan allah dulunya membuat aturan ini. Bila ditinjau dari segi kesehatan, babi juga bukan makanan yang sehat dibandingkan jenis makanan lainnya.

🔥 Trending:   Poligami Menurut Alkitab

2. Menurut Perjanjian Baru

“Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang“

Matius 15:11

“Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.”

Roma 6:18

Di masa Perjanjian Baru, Tuhan menebus dosa melalui penyaliban Yesus dan membayar lunas semua dosa yang diperbuat. Sehingga, jelas bahwa apa yang masuk dalam mulut tidak membuat haram, namun apa yang dikatakan orang itu lebih berbahaya. Maka tidak ada lagi makanan yang diharamkan pada masa Perjanjian Baru.

Hendaknya sesudah Allah membebaskan belenggu dosa, umat Tuhan lebih banyak memakai hikmat. Sebaiknya hindarilah makanan yang kurang sehat seperti babi atau tidak perlu mengonsumsi terlalu banyak. Makanan ini juga bukan lagi makanan yang dilarang, selama tetap intim dengan Tuhan, segala makanan yang masuk telah dikuduskan.

Akhir Kata

Mungkin cukup sekian dulu pembahasan dari kami mengenai apakah orang Kristen boleh memakan babi. Setelah mengetahuinya, alangkah baik kita juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca: