Hukum Nikah Beda Agama Menurut Kristen

Boleh atau Tidak Orang Kristen Menikah Beda Agama

Bersamakristus.org – Hukum nikah beda agama menurut Kristen. Cinta kadang menyulitkan, apalagi jika cinta tersebut kita jalani dengan orang yang memiliki agama berbeda dengan kita.

Entah itu Islam, Budha, Kong Hu Chu, Hindu, dan sebagainya, apakah kita sebenarnya boleh menikah atau menjalin hubungan rumah tangga dengan orang beda agama atau tidak?

Jika merujuk pada ayat Alkitab tentang pernikahan, sebenarnya menikah itu bertujuan untuk menyatukan dua insan di dalam satu kepercayaan agar bisa lebih dekat dengan Tuhan Yesus.

Lalu, jika menikah beda agama dan pasangan kita tetap teguh pada keyakinannya, bukankah tujuan pernikahan Kristen tersebut pada akhirnya tidak akan tercapai?

Daripada berdebat ke sana ke mari, alangkah baiknya kita menyimak beberapa hukum pernikahan beda agama dalam Kristen menurut Alkitab dan Injil. Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Pernikahan Beda Agama

Kisah nyata pernikahan beda agama dalam Kristen ada di Alkitab, yakni Raja Solomo yang berdampak pada kerusakan hubungan personalnya dengan Tuhan. Raja Salomo yang merupakan anak dari Raja Daud adalah raja yang paling berhikmat dan kaya raya.

Ia pun mendapat hikmat melalui kecintaanya kepada Tuhan (1 Raja-Raja 3:1-15). Bahkan disebutkan bahwa sebelum akan dan sesudahnya, tidak akan ada yang menandingi hikmat dan kekayaannya. Di masa mudanya, kita bisa membaca bagaimana Salomo begitu mencintai Tuhan agar senang beri tambahan banyak korban bakaran yang menggembirakan hati Tuhan.

Di masa tuanya, Raja Solomo tidak bahagia karena tergoda ajaran Allah asing dari istri-istrinya dan hidupnya berakhir dengan menyakiti hati Tuhan. Apakah tidak boleh menikah bersama dengan pasangan beda agama? Bagaimana jikalau telah terlanjur cinta? Bagaimana bersama dengan pertalian pacaran beda agama menurut Kristen?

Mungkin ini yang kerap ditayakan orang Kristen yang punya pasangan beda agama setelah memiliki niat melangsungkan pernikahan. Jawabannya kembali terhadap salah satu dari tujuan hidup orang Kristen, yaitu menggembirakan hati Tuhan.

Menikah tidak hanya untuk kesenangan prbadi, memperoleh keuntungan, atau keturunan saja, melainkan juga menggenapi rancangan Tuhan. Bagaimana rancangan tersebut bisa tercapai jikalau tidak ada kesatuan visi, misi, dan pandangan atas agama? Agama tidak cuma semata-mata sebuah status, namun terhitung berisi nilai dan norma kehidupan yang menuntun jalan hidup manusia.

Selain itu, sebelum akan menikah, harus untuk memahami dan memahami lebih dulu prinsip basic pernikahan Kristen sebagai fondasi dari pernikahan. Mari renungkan, apakah prinsip-prinsip berikut bisa dijalankan bersama dengan pasangan yang tidak sama agama nantinya?

Hukum Nikah Beda Agama Menurut Gereja

Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPL PGI) tahun 1989 membuktikan bahwa hukum nikah beda agama menurut Kristen Protestan institusi yang berhak mengesahkan suatu pernikahan adalah negara melaui kantor catatan sipil.

Dengan demikian gereja harus meneguhkan dan memberkati pernikahan, terutama harus sah secara hukum. Namun demikian dalam prakteknya, pemberkatan nikah di gereja dijalankan lebih dulu daripada catatan sipil.

Beberapa gereja di Indonesia terhitung punya pandangan dan sikap yang berbeda-beda untuk pernikahan beda agama, antara lain:

1. Pro

Pasangan oleh gereja yang mendukung pernikahan beda agama diminta untuk menikah secara sipil dulu dengan menganut agama masing-masing. Setelah sah secara hukum, dilakukanlah penggembalaan spesifik untuk pasangan berikut dan diakhiri bersama dengan pemberkatan pernikahan oleh gereja.

2. Kontra Ringan

Pasangan beda agama oleh gereja yang kontra ringan bisa menikah di gereja dengan syrat yang bukan Kristen bersedia mengikuti seluruh tatanan langkah masuk agama Kristen, termasuk baptis.

Ada juga gereja Kristen atau Katolik yang tidak memaksakan harus tukar agama namun untuk izin berlangsungnya pernikahan di gereja, pasangan berikut harus mendapat persetujuan dari pemuka agama asal.

3. Kontra Berat

Gereja yang kontra berat tidak akan disetuji untuk menikah sama sekali. Ada terhitung gereja yang mengeluarkan orang Kristen yang menikah bersama dengan pasangan beda agama dari bagian jemaat gereja.

Selain itu, untuk melangsungkan pernikahan di gereja, pasangan terhitung harus mencukupi syarat pernikahan Kristen. Syarat-syarat berikut umumnya berbentuk formulir pemberkatan nikah dari gereja masing-masing, surat baptis dan sidi dari kedua belah pihak, serta surat keterangan telah ikuti konseling pra nikah dari gereja yang bersangkutan.

Hukum Nikah Beda Agama di Indonesia

Sebuah penelitian berjudul “Analisis atas Keabsahan Perkawinan Beda Agama yang Dilangsungkan di Luar Negeri” mengutamakan bahwa ada kekosongan hukum bagi pasangan beda agama yang akan menikah cocok hukum negara Indonesia. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974.

Pernikahan beda agama sebenarnya juga tak dibolehkan oleh seluruh agama di Indonesia, termasuk Kristen dan Katolik. Dilandasi oleh alasan itulah, banyak pasangan beda agama menentukan untuk melangsungkan pernikahan mereka di luar negeri. Pasangan beda agama yang menikah di luar negeri cuma mendapat Surat Pelaporan Perkawinan, bukan Akta Perkawinan.

Surat Pelaporan Perkawinan tidak menjamin pernikahan itu sah menurut hukum Indonesia, namun hanya seabgai kewajiban administrasi dan pengakuan masyarakat. Dampak dari hal ini adalah pernikahan yang tidak sah menurut hukum Indonesia serta anak tidak mempunyai pertalian perdata agar nantinya tidak punya hak atas harta warisan.

Akhir Kata

Demikian ulasan singkat yang membahas tentang hukum pernikahan beda agama dalam kristen. Semoga bisa menjawab kegundaha Anda untuk melanjutkan atau tidak hubungan dengan lawan jenis.

Akhir Kata

Tinggalkan komentar