Tidak Membayar Hutang dalam Kristen

Tidak Melunasi Hutang Menurut Alkitab

Bersamakristus.org – Tidak membayar hutang dalam Kristen. Setiap orang yang berhutang wajib melunasi dengan jumlah yang sepadan atau dilebihkan sedikit kepada orang yang dipinjami.

Tapi dalam beberapa keadaan, kadang seseorang merasa kurang sanggup melunasi hutang yang sudah dia pinjam kepada orang lain. Sehingga, hutang itu tidak dibayar atau dilunasi.

Pada saat itu kita tidak boleh lupa untuk melunasinya, bahkan kita harus semakin semangat berjuang agar melunasi hutang. Bila merasa berat, datanglah kepada Tuhan dan panjatkan doa Katolik melunasi hutang.

Pada kesempatan ini kami akan menjelaskan apa hukumnya tidak membayar atau melunasi hutang menurut agama Kristen. Pembahasan selengkapnya bisa disimak dan dilihat di bawah ini.

Tidak Membayar dan Melunasi Hutang dalam Kristen

Langsung saja ini dia pembahasan serta penjelasan lengkap tentang apa hukumnya tidak melunasi hutang menurut Alkitab. Ini dia ulasan lengkapnya dari berbagai sumber.

1. Orang Fasik

Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.

Mazmur 37:21

Orang fasik adalah orang berdosa, Allah sangat tidak suka dengan orang fasik, dalam Alkitab juga banyak dijelaskan mengenai ciri-ciri orang fasik. Tentu saja mereka tidak akan pernah masuk ke kerajaan surga.

Tidak membayar hutang dalam Kristen juga menjadi salah satu ciri orang fasik, ketika ktia tak melunasi hutang, artinya kita tak memenuhi tanggung jawab. Kita juga menjadi seperti penipu yang tidak bisa menepati janji, buruk, dan tamak.

2. Tidak Memiliki Kasih

Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

Roma 13:7-8

Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa Alah adalah kasih, Alkitab menjadi hukum kasih yang utama dalam Kristen. Kita sebagai pengikut Kristus juga dituntut untuk terus memiliki kasih karena kita sudah lebih dulu dikasihi.

Salah satu bentuk kasih adalah membayar hutang. Dalam suratnya, Paulus kepada jemaat Roma menjelaskan bahwa membayar hutang harus dilakukan bila kita memang meminjam. Dalam konteks ini, kita tidak boleh tidak membayar hutang dalam agama Kristen.

Tidak berhutang bukan berarti kita tidak boleh meminjam apapun. Tidak berhutang artinya kita tidak boleh mengembalikan apa yang sudah menjadi milik orang lain. Saat kita tidak bayar hutang, artinya kita tidak menerapkan kasih kepada sesama.

3. Akan Menerima Akibatnya

Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

Matius 18:25

Yesus dalam pelayanannya sering membeirkan cerita perumpamaan. Cerita itu kemudian Dia sampaikan untuk memberi pengajaran kepada kita. Bukannya sembarangan Yesus menyampaikan cerita, pasti selalu ada makna di baliknya.

Pada perumpamaan ini, diceritakan seorang raja memberikan pinjaman kepada seseorang. Orang itu diberi hukuman tapi dia memohon supaya diampuni. Belas kasih yang dimiliki raja membuatnya melepaskan orang tersebut dari hukuman.

Tapi pada saat orang itu bertemu dengan kerabatnya yang berhutang, dia tidak bisa mengampuninya. Hal itu membat raja marah dan kemudian menghukum orang tersebut lebih berat dari seharusnya.

Perumpamaan ini sering dikaitkan dengan pengampunan dosa dalam Kristen. Dari perumpamaan ini kita belajar harus mengampuni orang lain karena Allah lebih dulu mengampuni kita. Tapi ada hal lain yang bisa kita pelajari di sini, yaitu tentang mengabaikan hutang.

Perumpamaan ini mengingatkan, kita harus siap menerima hukumannya. Ada akibat yang harus kita ambil, lepas tidaknya kita dari hukuman itu tergantung orang yang memberikan pinjaman. Tapi sedari awal harusnya kita sudah berusaha untuk membayarnya.

4. Akan Terus Menjadi Hamba

Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.

Amsal 22:7

Kita adalah manusia yang selalu berusaha mendapatkan kebebasan, tidak suka ada dalam paksaan. Kita akan melakukan apa saja untuk menjadi bebas, berusaha mendapatkan kemerdekaan sehingga kita jelas tidak suka menjadi hamba.

Alkitab berkata sesuatu yang menghubungkan antara menjadi hamba dan tak membayar hutang. Bila kita berhutang maka kita akan menjadi hamba seterusnya bagi yang kita pinjami hutang. Hal ini tentu saja sesuai dengan apa yang dikatakan sebagai seorang budak.

Akhir Kata

Itulah sedikit pembahasan mengenai tidak membayar hutang dalam agama kristen. Jangan sampai kita tidak melunasi hutang, karena dampaknya jelas sangat buruk bagi semua pihak.

Baca: