Tantangan Gereja Mewujudkan Multikulturalisme

Kesulitan Wujudkan Multikulturalisme dalam Kristen

Bersamakristus.org – Tantangan gereja mewujudkan multikulturalisme. Seperti kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak dihuni umat Kristen Protestan dan Katolik saja, melainkan ada banyak agama lainnya.

Maka dari itu kita harus menjadi orang yang bisa menolerir apa yang menurut kita kurang tepat. Karena mungkin saja di mata orang agama lain hal tersebut adalah sebuah kebiasaan atau bahkan hukum agamanya.

Meski dalam hukum nikah beda agama dalam Kristen kita dilarang memiliki pasangan dari agama lain, tapi sebagai orang Kristen kita harus berupaya terus mewujudkan multikulturalisme di Tanah Air.

Tapi, tentu saja ada berbagai tantangan yang dialami gereja dalam mewujudkan multikulturalisme. Tantangan tersebut kadang membuat pertikaian serta perpecahan timbul di sana sini.

Ini Tantangan Gereja dalam Mewujudkan Multikulturalisme

Apa saja tantangan gereja dalam mewujudkan multikulturalisme? Silahkan simak pembahasan lengkapnya pada ulasan dan uraian di bawah berikut ini secara lengkap.

1. Terdiri dari Banyak Golongan

Gereja-gereja di Indonesia memiliki anggota yang terdiri dari berbagai segi suku, budaya, bahasa, daerah asal maupun kebangsaan. Sehingga ini menjadi tantangan yang nyata.

2. Terdiri dari Banyak Unsur Budaya

Gereja-gereja di Indonesia memasukan beberapa unsur budaya lokal yang dimasukkan ke dalam liturgi ibadah. Contohnya bisa memasukan unsur lagu, musik, atau kebiasaan dan prinsip hidup lokal yang diadaptasi untuk memperkaya pemahaman iman Kristen.

Misalnya adanya persaudaraan yang rukun di dalam budaya masyarakat suku yang bisa dikembangkan untuk membangun kebersamaan dalam jemaat sebagaimana ditulis di dala Kitab Kisah Para Rasul.

3. Pelayanan Gereja untuk Kepentingan Umum

Ada beberapa pelayanan yang memang ditujukan untuk kepentingan umum tanpa memandang perbedaan appaun. Hal ini menyebabkan tingkat kesadaran gereja dalam partisipasi di tengah masyarakat cukup terlihat serta signifikan.

4. Banuak Gereja Melakukan Studi Kebudayaan

Masih ada lagi tantangan gereja dalam mewujudkan multikulturalisme. Saat ini banyak gereja yang melakukan studi terhadap kebudayaan untuk menggali kembali unsur-unsur budaya yang akan terancam hilang dari masyarakat.

Misalnya yang sudah dilakukan di daerah Nusa Tenggara Timur, terdapat lembaga yang bekerja sama dengan gereja untuk melakukan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa daerah yang ada di setiap pelosok.

5. Gereja Membangun Dialong dengan Umat Lainnya

Tantangan gereja dalam mewujudkan multikulturalisme berikutnya yaitu Gereja-gereja yang ada di Indonesia juga banyak yang memilih membangun dialog dan adanya kerja sama dengan umat bergama lainnya, terlebih di bidang kemanusiaan dan keadilan.

Kerja sama ini melahirkan adanya tim advokasi hukum, adanya pelayanan kesehatan yang akan memberikan pelayanan untuk semua orang tanpa memandang perbedaan, latar belakang budaya maupun agama, kebangsaan, maupun kelas sosial.

6. Mengajarkan Kita Menerima Sesama

Gereja juga mengajarkan kita untuk menerima dan menghargai semua orang tanpa terkecuali dan akan menolong sesama. Selain itu juga akan menunjukan solidaritas tanpa menandang adanya latar belakang perbedaan.

Gereja dapat menghilangkan prasangka buruk terhadap hadirnya suku, bangsa, budaya, dan kelas sosial. Harus mengerti tentang adanya unsur kebersamaan, solidaritas, kerja sama dan hidup secara berdampingan dengan cara damai dalam perbedaan demi mencerminkan karakter Kristen sejati.

Akhir Kata

Mungkin itu saja pembahasan lengkap dari kami mengenai tantangan gereja dalam mewujudkan multikulturalisme. Semoga bisa menyadarkan kita betapa sulitnya mewujudkan persatuan dan kesatuan umat beragama.

Baca: