Pandangan Kristen Tentang Hakikat Manusia

Pandangan Kristiani Mengenai Kemanusiaan

Bersamakristus.org – Pandangan Kristen tentang hakikat manusia. Manusia bisa dikatakan menjadi makhluk yang paling sempurna ciptaan Allah. Mereka memiliki akal sehingga bisa membedakan mana yang salah dan benar.

Hakikat manusia secara umum adalah makhluk yang memiliki tenaga dalam diri. Tenaga tersebut bisa digunakan untuk menggerakkan hidupnya agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Selain itu, ada pengertian lain mengenai hakikat manusia. Manusia adalah individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial yang diperbuatnya.

Lalu bagaimana pandangan agama Kristen tentang hakikat manusia? Tentu saja sedikit berbeda karena mencampurkan unsur agama di dalamnya. Dan inilah kami jelaskan secara lengkap hakikatnya.

Pandangan Umat Kristen Tentang Hakikat Manusia

Berikut pandangan umat Kristen tentang hakikat manusia sesungguhnya. Anda bisa menyimak ulasan di bawah ini sebagai renungan harian atau saat teduh sendiri maupun bersama keluarga.

1. Diciptakan oleh Allah

Kejadian 1:26-27; 2:7 menyebut bahwa manusia diciptakan oleh Allah, bukan jelmaan dari diri Allah. Manusia merupakan hasil karya-Nya yang diciptakan secara unik, berbeda dengan ciptaan-Nya yang lain.

Allah telah menciptakan manusia dengan tangan-Nya sendiri. Dia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung setiap manusia, serta telah dibentuk menurut rencana Allah.

🔥 Trending:   Hukuman Minum Anggur dalam Injil

2. Serupa dengan Allah

Dalam Kejadian 1:26-27 juga dinyatakan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, baik laki-laki dan perempuan. Hal ini membuat eksistensi amnusia itu unik, menujukkan perbedaan hakikat dan prinsipal manusia dengan ciptaan Allah lainnya.

Ada tiga arti dan makna gambar serta rupa Allah dalam diri manusia, di antaranya sebagai berikut.

  • Manusia adalah milik Allah, bukan manusia. Allah sudah memberi tanda pada manusia untuk mennjukkan kepemilikan-Nya.
  • Manusia memiliki hubungan timbal balik, kasih Allah yang diberikan kepada manusia harus dibalas dengan cara mengasihi sesama dan melaksanakan kewajiban sebagai amnusia.
  • Seorang manusia juga memiliki kebbeasan dan kemerdekaan. Allah memberikan hukum-hukum-Nya kepada manusia, namun manusia bebas patuh atau tidak terhadap hukum tersebut.

3. Mandataris Allah

Manusia sudah diciptakan sebagai mandataris Allah, mausia diberikan kuasa atas alam semesta. Allah mempercayakan kepada manusia tugas dan tanggung jawab untuk memperbanyak turunan, memenuhi bumi, berkuasa atas ikan di laut, burung di udara, dan binatang merayap di bumi.

Tuhan sudah menempatkan manusia di Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman tersebut. Artinya, Allah telah memberi mandat agar manusia bisa mengusahakan dan memelihara alam semesta.

4. Makhluk Sosial

Tidak bai bagi seorang manusia untuk hidup sendiri saja, Dia menjadikan penolong bagi manusia yang sepadan dengannya. Sebelum Hawa diciptakan, sudah banyak ciptaan Tuhan yang lain, seperti hewan dan tumbuhan yang menemani Adam, tapi semuanya tidak sepadan dengannya. Manusia adalah makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, melainkan butuh bantuan orang lain.

🔥 Trending:   Renungan Kristen Tentang Ulang Tahun

5. Kebebasan Manusia

Tuhan memerintahkan manusia untuk beranak cucu, memenuhi dan menaklukan bumi, menguasai alam semesta, mengusahakan serta juga memeliharanya. Tapi manusia juga diberikan kebebasan untuk mengikuti perintah Allah atau menolaknya.

Untuk memilih yang baik dan jahat, tentu saja kebebasan itu berbatas. Allah menghukum Adam dan Hawa yang jatuh ke dalam dosa. Manusia pun bisa mendapatkan kebbeasan yang sepenuhnya yaitu di dalam Anak-Nya.

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan dari kami mengenai pandangan umat kristen tentang hakikat manusia. Mudah-mudahan dengan adanya ulasan di atas, membuat kita menjadi semakin dewasa rohani.

Baca: