Tanggung Jawab Ayah dalam Keluarga Kristen

Kewajiban Kepala Keluarga Menurut Agama Kristen

Bersamakristus.org – Tanggung jawab ayah dalam keluarga Kristen. Dalam agama apapun, orang yang paling bertanggung jawab atas keluarga adalah kepala keluarga. Dia adalah ayah atau suami.

Tanggung jawab atau ekwajiban ayah terhadap keluarga begitu besar. Mulai dari menjadi pemimpin, membawa anggota keluarga tumbuh secara rohani, mencari nafkah, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya masih banyak tanggung jawab ayah sebagai kepala keluarga, terutama hal tersebut telah banyak dijelaskan di dalam ayat emas Alkitab atau firman Tuhan.

Namun tampaknya sebagian besar dari ayah atau suami di dalam keluarga masih belum menjadi sosok yang sempurna. Untuk itu perlu pendalaman rohani lebih banyak lagi sehingga dapat menjadi sosok yang lebih baik.

Oleh karena itu pada kesempatan ini kami ingin memberikan beberapa ulasan tentang tanggung jawab ayah dalam keluarga menurut agama Kristen. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Tanggung Jawab Ayah dalam Keluarga Menurut Agama Kristen

Berikut di bawah ini pembahasan mengenai tanggung jawab ayah dalam keluarga menurut agama Kristen secara lengkap.

1. Mengasihi Istri

Tugas mengasihi memang tampaknya mudah bagi suami, namun sesungguhnya ini memerlukan komitmen. Efesus 5:25-30 mencatat bahwa suami wajib mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaatnya. Lalu seperti apa aplikasi dari ayat Alkitab ini di dalam pernikahan Kristen?

a. Tidak berlaku kasar

Cara mengasihi yang pertama adalah tidak berlaku kasar, baik secara fisik maupun nonfisik. Seperti misalnya kekerasan verbal (contoh: memaki, berikan julukan) dan kekerasan psikis lewat bhs tubuh yang digunakan (contoh: mendiamkan, memelototi, mencibir).

Banyak kejadian kekerasan fisik yang dilakukan suami kepada istri, belum dilengkapi bersama kekerasan nonfisik yang diterima oleh wanita. Untuk itu, seorang ayah yang adalah termasuk seorang suami dilarang keras untuk melaksanakan kekerasan pada istri dikarenakan hal tersebut merupakan keliru satu perintah Allah yang tercatat mengetahui di Alkitab.

b. Mengasihi

Di masa sekarang kita sering menjumpai kasus perceraian, tak terkecuali dengan perceraian umat Kristiani, dan banyak istri mengaku mereka sudah tidak mendapatkan cinta dari suami. Alkitab terjemahan The Message Bible beri tambahan penjelasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana suami mestinya mengasihi istri.

Husbands, go all out in your love for your wives, exactly as Christ did for the church—a love marked by giving, not getting. Christ’s love makes the church whole. His words evoke her beauty. Everything he does and says is designed to bring the best out of her, dressing her in dazzling white silk, radiant with holiness. And that is how husbands ought to love their wives. They’re really doing themselves a favor—since they’re already “one” in marriage.

Ephesians 5:25-28 (MSG)

Suami perlu mengasihi istri dengan ditandai memberi, bukan menuntut. Bahkan kasih Yesus menjadikan gereja-Nya utuh, semua perkataan-Nya membuat potensi terbaik dari gereja menjadi muncul. Seperti itu jugalah seharusnya suami mengasihi istri. Mari renungkan, sudahkah perkataan dan perbuatan Anda sebagai suami mengasyikkan bagi istri?

Bila Anda merasa menjadi umat yang menyimpang, coba ingat ulang janji pernikahan Anda. Tipsnya adalah cobalah ulang lakukan hal-hal yang pernah pernah Anda lakukan, seperti memuji dandanan istri, mengecup kening istri sebelum berangkat kerja, atau hal-hal yang belum pernah Anda lakukan, seperti berikan bunga untuk istri, mengakibatkan kejutan untuk ulang tahunnya, dan lain sebagainya. Berikan terhitung sementara tertentu untuk berkencan kembali, seperti seperti masa pacaran dahulu.

2. Menjadi Gembala yang Baik untuk Bagian Keluarga

Yesus menjadi teladan untuk suami dan tanggung jawab ayah dalam keluarga Kristen, Dia merupakan gembala agung yang sungguh baik (Yohanes 10:11). Seperti apa aplikasi berasal dari menjadi gembala yang baik ini (Mazmur 23:1-6)?

a. Memimpin

Banyak keluarga seperti domba-domba tanpa gembala, tidak mengerti tujuan dan batasan yang benar di dalam berbicara, berpikir, maupun berperilaku (Markus 6:34). Sebagai seorang tanggung jawab papa di dalam keluarga Kristen, kemana kami kudu memimpin keluarga kita?

– Memimpin kepada Keselamatan

Tugas gembala ada banyak, salah satunya menuntun domba ke padang rumput yang hijau, yakni padang keselamatan dalam Kristus (Yohanes 10:9). Ayah kudu bertanggung jawab sebagai seorang imam untuk memastikan semua bagian keluarganya ada terhadap jalan keselamatan.

Dia terhitung kudu mengawasi pertumbuhan iman berasal dari tiap-tiap bagian keluarga. Hal ini kudu diawali berasal dari memastikan bahwa dirinya sendiri udah ada terhadap jalan keselamatan dan iman. Aplikasi simpel di dalam kehidupan berkeluarga dapat berbentuk mendorong bagian keluarga agar tidak malas untuk beribadah ke gereja, mengadakan doa keluarga, atau mengajarkan teladan Firman Tuhan terhadap anak-anak sedari dini.

– Memimpin kepada Jalan yang Benar

Suami atau ayah juga bertanggung jawab sebagai seorang pembuat keputusan, untuk menjadikan masalah yag ada dalam keluarga terselesaikan. Ia kudu bertanggung jawab untuk membimbing tiap-tiap bagian keluarga agar dapat terhitung menyita ketetapan yang terbaik di dalam hidup.

Contohnya adalah sementara keluarga mengalami masalah keuangan, atau sementara kudu menyita ketetapan tentang sekolah anak. Melalui tiap-tiap tantangan dan masalah seperti inilah kebolehan papa untuk memimpin dan menyita ketetapan konsisten diasah. Jadi, sebagai seorang ayah, jangan pernah menjauhkan atau melarikan diri berasal dari masalah, tetapi hadapilah masalah tersebut.

b. Memberikan Rasa Aman

Memberikan rasa aman di sini bukan hanya berarti memasang CCTV wifi di rumah agar tidak ada orang berniat jahat yang bisa masuk sembarangan. Melainkan, adanya seorang suami dalam keluarga harusnya menjadikan timbul rasa aman dan nyaman bagi semua anggota keluarga, bukannya merasa ketakutan.

Rasa aman itu kudu ada terhadap dimensi roh yaitu iman sang papa yang menambahkan rasa aman, dimensi jiwa (kolose 3:21) yaitu bagaimana Kedatangan sang papa menambahkan kebahagiaan, maupun dimensi jasmani seperti mencukupi keperluan bagian keluarga.

Sebagai seorang pria mungkin Anda sudah berperilaku baik, tapi sudahkah Anda bertanya dalam hati, “Dapatkah aku mencukupi semua tanggung jawab tersebut?” Sungguh nampak amat berat untuk dijalankan dikarenakan tidak ada satu manusia pun yang sempurna. Tidak ada papa yang tidak pernah lalai mencukupi tanggung jawabnya. Untuk itulah, amat perlu bagi seorang papa untuk konsisten menerus dipenuhi oleh kasih dan anugerah Kristus tiap-tiap hari.

Caranya adalah bersama mempunyai persekutuan yang nyata bersama Tuhan di dalam doa dan terhitung pembacaan Firman Tuhan. Dengan hal itulah, seorang papa dapat konsisten dimampukan untuk lakukan semua tanggung jawabnya. Ingat juga, jangan pernah jadi bersalah jikalau pernah gagal, tetapi bangkit dan kembalilah lakukan tanggung jawab berikut seharusnya pria sejati.

Akhir Kata

Demikian pembahasan tentang tanggung jawab ayah dalam keluarga agama kristen. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita ayah dan suami untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi bagi keluarga.

Baca:

Tinggalkan komentar