Sejarah Hari Sabat

Awal Mula Peringatan Sabat Menjadi Minggu

Bersamakristus.org – Sejarah hari sabat. Sabat bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti istirahat, berhenti bekerja, dan break. Hari Sabat merupakan hari istirahat setiap Sabtu dalam Yudaisme.

Hari sabat dirayakan dari saat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat hingga tibanya malam pada hari Sabtu. Perayaan ini dilakukan oleh banyak orang Yahudi dengan berbagai tingkat keterlibatan dalam Yudaisme.

Sabat merupakan hari perayaan dan salah satu hari beribadah. Pada hari sabat orang Kristen menyajikan makanan yang berlimpah sebanyak tiga kali setelah kebaktian selesai.

Sabat juga diperoleh dari istilah sabbath dalam bahasa Inggris. Orang Kristen pun menganggap penting hari ini dan kerap memaknainya dengan berbagai cara. Salah satunya lewat doa-doa kepada Tuhan.

Banyak sekali manfaat hari sabat bagi orang Kristen. Tapi apakah Anda sudah mengetahui sejarah dan asal usul hari sabat? Jika belum tahu maka simak ulasannya di bawah ini.

Sejarah dan Peringatan Hari Sabat

Berikut adalah sejarah hari sabat menurut Kitab Injil Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

1. Menurut Perjanjian Lama

Alkitab telah banyak merangkum sejarah Hari Ketujuh Sabat dalam periode panjangnya. Dalam Kejadian 2:1-3 disebutkan bahwa Tuhan telah menyelesaikan pekerjaannya dalam membentuk bumi dan segala isinya terhadap hari ketujuh.

Karena itu Dia beristirahat. Dan Tuhan memberkati hari ketujuh dan membuatnya kudus, gara-gara terhadap hari itu Dia beristirahat dari semua pekerjaan-Nya membentuk dunia.

Pada saat hari penciptaan, satu minggu yang memuat 7 hari tidak akan pernah berubah. Seiring berjalannya beradaban, pengukuran sementara menjadi lebih kompleks, menjadi hari, minggu (7 hari), bulan, dan tahun.

Hari Sabat disebutkan juga dalam Perjanjian Lama Keluaran 20:11, Imamat 23:3, dan Ulangan 5:12-15 untuk memberitahu orang Israel untuk berhenti bekerja dan beribadah terhadap Hari Sabat.

2. Menurut Perjajian Baru

Yesus biasa pergi ke Sinagoga setiap Hari Sabat, ini dijelaskan dalam Perjanjian Baru (Lukas 4:16). Disebutkan termasuk bahwa Yesus mengajar di sinagoga terhadap Hari Sabat (Lukas 13:10).

Yesus juga membuat sembuh tangan seseorang pada Hari Sabat di Sinagoga, ini dijelaskan dalam Markus 3:1-6. Hal-hal di atas sekedar sebagian catatan tentang kegiatan Yesus di hari Sabat. KebiasaanNya pergi ke sinagoga setiap hari Sabat terlalu signifikan.

Sinagoga, dalam Perjanjian Baru dijelaskan merupakan tempat dimana orang-orang Yahudi dan non-Yahudi yang risau dapat Allah berkumpul di hari Sabat untuk beribadah. Ibadat di sinagoga termasuk membaca pendalaman Alkitab Katolik, berdoa, dan mendengarkan khotbah.

Ketika Yesus pergi ke Sinagoga pada Hari Sabat sesuai normalitas masyarakat, Dia mencukupi perintah dalam Imamat 23:3, untuk membuat hari Sabat sebagai ‘perkumpulan kudus’.

Ibadah ketika di Sinagoga ini diikuti gereja-gereja Kristen dalam kegiatan kebaktian atau Misa sampai saat ini. Setelah Yesus wafat dan makna kebangkitan Yesus naik ke surga, para rasul diutus untuk menyebarkan ajaran Kristus.

Umat Kristiani pertama termasuk selalu melaksanakan ibadah setiap Hari Sabat. Hari Sabat dikhususkan untuk mendengarkan Firman Tuhan (Kis 15:21, Kis 16:13-14).

Perubahan Hari Sabat ke Hari Minggu

Umat Kristiani pertama hidup di bawah jajahan Romawi Kuno. Konstantinus, Kaisar Romawi, memeluk agama Kristen. Untuk menyatukan orang-orang dan memperkuat kekuasaannya, Dia mengupayakan sebabkan orang-orang Romawi memeluk agama baru tersebut.

Perayaan-perayaan pagan atau penyembah berhala Tuhan Yesus ubah menjadi perayaan-perayaan Kristen dengan maksud untuk mengkristenisasi orang-orang Romawi. Pada rutinitas orang Romawi, hari Minggu adalah saatnya jalankan ibadah di kuil dewa-dewi mereka.

Kaisar Konstantinus merubah hari Minggu menjadi hari ibadah di gereja, mengambil alih histori hari Sabat. 66 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 387 Masehi, hari Minggu disebut sebagai ‘Hari Tuhan’ di Undang-Undang Romawi.

Sebagian besar gereja merayakan ibadah hari Minggu pada saat ini. Hari Minggu sendiri diadaptasi dari bahasa Spanyol dan Portugis untuk hari minggu tersebut, yaitu Domingo, yang artinya Hari Tuhan.

Sementara itu Umat Advent selalu merayakan hari Sabat pada hari Sabtu. Umat Advent tidak merayakan Natal. Kalau menurut saya pribadi, merayakan ibadah di gereja terhadap hari Sabtu atau Minggu itu mirip saja, yang paling mutlak adalah kemauan dan target kita ke gereja.

Akhir Kata

Demikian pembahasan singkat mengenai sejarah hari sabat dalam kristen. Semoga bisa memberi wawasan tambahan kepada kita terutama bagi yang belum tahu soal sejarah hari sabat.

Baca:

Tinggalkan komentar