Syarat Menjadi Biarawati Katolik

Tata Cara Jadi Biarawati dalam Katolik

Bersamakristus.org – Syarat menjadi biarawati Katolik. Biarawati adalah seorang perempuan yang secara sukarela meninggalkan kehidupan duniawi dan fokus untuk kehidupan agama di tempat ibadah.

Sekarang, siapa saja bisa menjadi biarawati di usia 18 sampai 40 tahunan. Menjadi biarawati tidak boleh menikah, karena sudah mendeklarasikan 3 kaul, yaitu kaul kemurnian, kaul ketaatan, dan kaul kemiskinan dalam komunitas religius.

Meski dunia telah beranjak semakin modern, masih banyak wanita yang ingin menjadi biarawati. Salah satu tujuannya adalah mengaplikasikan ayat Alkitab tentang pelayanan.

Tapi sebelum Anda berminat untuk mendaftar jadi biarawati, ada beberapa syarat yang harus dipatuhi dan diketahui. Apa saja? Simak ulasan lengkapnya pada ulasan dan pembahasan di bawah berikut.

Syarat Menjadi Biarawati dalam Agama Katolik

Langsung saja tanpa banyak basa basi kembali, berikut adalah beberapa syarat menjadi biarawati dalam agama Katolik. Berikut pembahasannya dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

Persiapan Pribadi

Ada beberapa persiapan pribadi menjadi biarawati yang dibutuhkan. Tujuannya untuk mendukung pola pikir supaya tidak berbalik kembali dan gagal memenuhi panggilan Allah. Karena memang biarawati bukan hal yang mudah dikerjakan.

1. Berdoa dan Bergumul

Sebaiknya berdoa untuk meminta petunjuk dengan doa rosario. Apakah ini jalan yang Tuhan tetapkan atau bukan. Dengan bergumul maka jika memang hal ini benar, tentu mendapat peneuhan dari Allah.

Jika perlu, kita juga bisa berdoa dan melakukan puasa Kristen supaya mendapatkan jawaban dari Allah. Mintalah bantuan Roh Kudus untuk memimpin dan memberikan petunjuk. Tapi jika hanya keinginan sesaat maka hal itu bisa berlalu kembali.

2. Penuhi Panggilan Pelayanan

Bila menjadi biarawati adalah panggilan pelayanan Anda, maka sebaiknya jangan dihindari. Berdoalah dan penuhi panggilan itu. Jawab apa yang menjadi panggilan Allah dan bersedialah memberikan waktu dalam hidup Anda.

Sebab, apa saja rencaha Allah dalam hidup kita pasti itulah yang terbaik. Jangan sampai kita melarikan diri jika memang pelayanan adalah hal yang ditetapkan Tuhan. Sebab jika panggilan dari Allah tidak akan bisa dihindari dan Allah akan mengembalikan kita pada kondisi tersebut kembali.

3. Melajang

Persiapkan diri juga untuk melajang, siap-siap untuk membuang nafsu duniawi dan jauhkan dari dosa. Sebaiknya hal ini disiapkan agar tidak bimbang dan kembali pada kehidupan semula.

Tujuan dari fokus melajang ialah agar kita tidak memikirkan masalah duniawi, namun fokus pada rencana Allah dalam hidup seorang biarawati untuk melayani orang lain dan gereja. Bila berkeluarga, maka konsentrasi akan pecah dan tidak maksiaml.

Hal inilah yang mendasari seorang biarawati diminta untuk meninggalkan keluarganya dan hidup melajang sebagai pilihan utama. Ketika ingin menikah, sebaiknya urungkan niat untuk menjalani kehidupan sebagai biarawati.

4. Bergabung dalam Komunitas

Bergabunglah Anda dalam komunitas agama Katolik yang bisa membantu meneguhkan dan menajarkan apa yang harus dijalani berikutnya. Anda ibsamemastikan untuk melakukan konseling pada orang terdekat dan pembimbing rohani agar bisa menyiapkan diri melayani Tuhan.

Selain itu jangan lupa pula untuk mempersiapkan diri dengan mendiskusikan pada biarawati yang sudah lama melayani Tuhan. Sebab dengan demikian kita bisa memperoleh gambaran mengenai pelayanan yang nantinya akan dijalankan.

5. Cukup Usia

Ada persyaratan usia untuk menjadi biarawati, yaitu minimal berusia 18 tahu. Tujuannya adalah setelah cukup dewasa, dia bisa menentukan tujuan hidupnya sendiri bukan atas pengaruh orang lain.

Oleh karena itu remaja yang berniat menjadi biarawati sebaiknya tunggu sampai cukup umur. Biasanya remaja bisa jadi bimbang dan tidak yakin saat memutuskan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan sehingga butuh waktu agar pola pikirnya lebih matang.

Syarat dari Keuskupan

Ada beberapa persyaratan formal dari keuskupan yang harus diperhatikan untuk menjadi biarawati. Sekalipun dalam Katolik ada banyak ordo, tapi intinya memiliki proses yang sama, berikut syarat-syarat yang dimaksud.

1. Melakukan Proses Inisiasi

Langkah awal yang perlu dilakukan yakni memilih komunitas tempat melakukan pelayanan, yaitu di gereja dan komunitas. Biasanya pastor akan menuntun untuk mengarahkan di mana tempat yang cocok untuk memulai penyerahan diri kepada Allah.

Hal tersebut biasanya disebut dengan pra-pencalonan berlangsung antara 1-3 tahun. Sebaiknya bersabar menjalani masa tersebut dan bila tidak yakin segeralah berhenti. Karena ketika kita memutuskan, maka sudah tidak ada jalan untuk kembali ke masa lalu dan penuhi panggilan Allah.

Proses inisiasi ini biasanya menuntun calon biarawati oleh dewan setempat untuk mendiskusikan langkah yang harus ditempuk. Termasuk pelajaran liturgi, logistik, kapan mulai, dan banyak hal lainnya.

Maka dari itu proses ini adalah proses pematangan untuk melangkah ke proses selanjutnya yang lebih intens dan fokus. Dengan demikian para calon biarawati akan memahami apa yang perlu dilakukan dan caranya.

2. Memulai Proses Pencalonan

Proses ini juga dikenal dengan nama postulat. Di sini calon biarawati akan dibimbing dan ditentukan belajar di bawah naungan institusi Katolik yang akan membimbing mengenai pendalaman firman Tuhan. Biasaya para calon biarawati akan dibimbing suster-suster yang lain.

Denga calon-calon biarawati lainnya, akan mendapatkan pengarahan tentang cara melayani Tuhan sepenuh hati. Termasuk mengaplikasikan buah-buah Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari secara nyata. Sebab dalma agama Katolik, mengamalkan kasih sangat penting dilakukan.

Hal tersebut biasanya dimulai dengan menulis surat keyakinan untuk melaunai. Disarankan calon biarawati ada dalam kondisi keuangan yang memadai karena segala dana dikeluarkan oleh diri sendiri.

Dibutuhkan kesiapn tidak hanya fisik tapi juga dana. Biasanya proses pencalonan membutuhkan waktu 6-24 bulan, atau sampai calon biarawati benar-benar siap masuk proses selanjutnya yang lebih utama.

3. Memasuki Masa Percobaan

Sesudah proses porsulat, calon biarawati akan memasuki masa percobaan, biasanya dalam jangka waktu 1 tahun. Saat itu juga para calon akan dianggap sebagai pemula yang belum berkomitmen penuh, sehingga masih belum seketat biarawati yang berkomitmen.

Tapi di sini, para calon akan dibimbing untuk menuju pada kehidupan pelayanan yang lebih utuh dan sempurna untuk melayani dan memenuhi panggilan Allah. Maka dari itu di masa kini para calon haruslah bersungguh-sungguh agar bisa diterima menjadi biarawati.

Jika sudah lewat 1 tahun, maka biasanya calon akan disuruh mmeilih kembali apakah akan bergabung menjadi biarawati atau kembali lagi. Dengan demikian akan ada kesempatan untuk berubah pikiran, karena setelah menyatakan diri dalam diakonia, sebagai biarawati yang berkomitmen, hal itu tidak bisa ditarik kembali.

4. Menjalani Pelayanan

Jika sudah memutuskan melayani Tuhan dengan me jadi biarawati, selanjutnya pihak gereja akan mengadakan upacara penerimaan dan pengucapan komitmen Anda. Di sini seorang biarawati harus memotong rambutnya pendek dan menerima kerudung hitam untuk menutupi rambut.

Konsep menjadi biarawati yaitu mutlak mengikuti firman Tuhan tanpa kompromi, termasuk rambut yang dianggap sebagai aurat dan tidak boleh diperlihatkan. Bila tidak siap melakukannya, maka berdoalah kembali apakah memang ini merupakan panggilan atau bukan.

Pada beberapa ordo mungkin memiliki prosesi formal sendiri-sendiri mengenai janji yang harus dilakukan serta upacara penerimaannya. Tapi pada dasarnya ketika sudah mengenakan pakaian biarawati, artinya dia sudah berkomitmen untuk menjalai pelayanan.

Bentuk-bentuk pelayanan di gereja juga akan diserahkan pada pihak ordo untuk melayani di mana saja akan ditempatkan. Seorang biarawati hanya harus fokus memenuhi panggilan pelayan saja.

Akhir Kata

Cukup hingga saat ini dulu penjelasan dari kami mengenai syarat menjadi biarawati dalam katolik. Semoga bisa menjelaskan kepada Anda mengenai syarat dan ketentuan menjadi biarawati dalam Katolik.

Baca: