Ciri Ciri Etika Kristen

Bentuk-bentuk Etika dalam Kristen

Bersamakristus.org – Ciri ciri etika Kristen. Dalam teologi Kristen kita tidak bisa memisahkan etika Kristen menurut Alkitab karena didasarkan pada karakter dan kepribadian Allah.

Tugasnya bagi orang Kristen adalah menentukan etika apa yang benar sesuai karakter Tuhan dan etika apa yang tidak benar. Kita tahu bahwa tatanan etis Allah adalah satu-satunya sumber moralitas sejati dan mungkin lebih nyata dalam kehidupan manusia.

Tatanan moral kekal adalah karakter Kristus sebagai manusia dan sifat Tuhan sendiri, yang bisa dicerminkan di gereja sebagai Tubuh Kristus. Sebagai murid Kristus, kita juga harus menerima pengajaran tentang etika Allah.

Dengan memiliki pengajaran tersebut, kita bisa mendapatkan sukacita besar dengan menjalani pekerjaan yang diberika oleh Tuhan sesaui dengan panggilan menjadi murid Kristus sejati.

Lalu apa saja ciri-ciri etika Kristen dalam kehidupan sehari-hari? Anda bisa langsung menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan yang ditulis di bawah berikut ini.

Ciri Ciri Etika dalam Agama Kristen

Di bawah ini merupakan penjelasan ciri ciri etika dalam agama Kristen yang lengkap menurut Alkitab. Simak ulasannya pada pembahasan di bawah berikut ini.

1. Perjanjian Bersifat Komunal

Setiap umat Allah memiliki ciri-ciri perjanjian bersifat komunal. Secara moral, umat Allah wajib bertangugng jawab kepada Tuhan, dan Alkitab mengajarkan kehidupan etis bisa dideskripsikan dalam Alkitab khusus bagi mereka yang berinteraksi dengan Allah.

Contohnya adalah Khotbah di Bukit (Matius 5: 1-2). Demikian juga, etika kasih dan landasan ajaran ethical didalam Perjanjian Baru, yang wajib dipegang teguh oleh setiap orang percaya (Yohanes 13: 34-35; 1 Petrus 4: 8; Ibrani 13: 1).

2. Anugerah Kasih

1 Yohanes 4:19 ‘’Kita mengasihi, sebab Allah lebih dahulu mengasihi kita’’ menjadi rancangan yang berkelanjutan dalam Alkitab. Apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita, yang sanggup diwujudkan dalam Kristus, merupakan dasar apa yang kita laksanakan untuk Tuhan..

Dalam Alkitab, kita wajib hidup didalam menerapkan etika Kristen, baik secara spiritual maupun ethical yang tergoda oleh pengertian Kitab Injil (1 Korintus 6: 9-11; Roma 1: 16-17) dan karya Roh Kudus yang sedang terjadi didalam hidup kita (Roma 5: 5; 2 Korintus 5:14; Galatia 2:14; 3: 3).

Contohnya adalah kita wajib mengaplikasikan kasih karunia-Nya untuk melaksanakan yang terbaik dan terhitung studi mengampuni orang lain tergantung situasinya.

3. Transformasi Hati

Etika Alkitabiah berasal dari kehidupan batin, artinya berasal dari hati kita yang paling dalam. Hal ini sesuai dengan ayat Yeremia 31: 31-33 ‘’Aku akan menyimpan TauratKu didalam batin kita dan menuliskannya didalam hati kita’’.

Sehingga, menyebabkan dorongan nafsu hidup dari Roh Kudus yang tinggal di didalam hati kita sehingga kita akan sanggup menjadi Allah kita dan kita akan menjadi umat-Nya (Roma 5: 5; Galatia 5: 22-25). Inilah salah satu segi internal beberapa ciri etika Kristen (Matius 5: 27-28; 6: 1; 15: 18-20).

Contohnya adalah bersama melaksanakan transformasi hati, kita wajib disiplin rohani melalui doa, pembacaan Alkitab, dan sebagainya.

4. Prinsip Hidup

Prinsip hidup dalam ajaran Yesus adalah mengasihi musuh (Matius 5: 43-44), mengasihi sesama dirinya (Roma 13: 9-10; 1 Korintus 13), materialisme (Matius 6: 19-24), hukum Taurat (Matius 5: 38-42). Paulus terhitung ikuti prinsip kontrasepsi ini didalam pengajarannya perihal kemurnian hubungan badan (1 Korintus 6: 12-20; Kolose 3: 5-6), ayat alkitab tentan pernikahan Kristen (Kejadian 1:28) keseteraan gender di hadapan Allah (Galatia 3: 28-29; Kolose 3: 11).

Prinsip hidup Kristen diperuntukkan bagi setiap orang percaya yang sedang melaksanakan pelayanan (Yohanes 12:1-6; Maleakhi 3:17-18; 1 Tesalonika 1:8-10; Efesus 6:5-8; Roma 12:4-7 4; Kolose 3:23-24), penatalayanan di Gereja (Mazmur 24:1; Hagai 2:8; Keluaran 19:5 ; Kejadian 39:1-6 ; Matius 25:14-15 ; 1 Korintus 4:1-2) dan menyimak keperluan orang lain (Filipi 2: 1-3).

5. Integritas

Integritas dijelaskan dalam Alkitab, menjelaskan bahwa setiap sudut kehidupan manusia bisa dijangkau melalui etika dan perbuatan (Roma 12: 1 ; Efesus 4: 17-24), tingkah laku spesial dan moralitas publik (Yakobus 1:27), kesalehan dan keadilan komunal (Yeremia 7: 1-11; Mikha 6: 6-8).

Karakteristik ini yang merupakan identitas setiap orang percaya yang berintegritas di mata Allah (Roma 6; 1 Petrus 2: 9-10). Oleh sebab itu, kehidupan etis mereka tidak sanggup dipisahkan dari segi kehidupan lainnya.

6. Eskatologis

Etika Kristen secara Alkitabiah juga bisa dibentuk dan dimotivasi oleh yang Tuhan telah laksanakan dalam Kristus dan apa yang Dia janjikan bagi kita di era depan (Titus 2: 11-14; 2 Petrus 3: 13-14).

Semua umat percaya wajib mengejar kekudusan dengan melihat peran Allah dalam etika Kristen. Kita sanggup lihat ulang apa yang telah Allah lakukan, mengutus Anak-Nya, menyatukan kita bersama Kristus, dan memasang Roh Kudus yang tinggal di didalam kita.

Kita juga bisa menunggu apa yang akan Tuhan kerjakan, seperti Kristus ulang tahun untuk kedua kalinya untuk mengadili dan pada akhirnya menebus umat-Nya dari segala dosa dan penderitaan.

Inilah sebabnya kita sanggup mempelajari ajaran Alkitab perihal Eskatologi yang tidak cuma mempedulikan nasib orang secara individu, tapi terhitung sejarah manusia (Lukas 10:23-24; Matius 11:4-5, 13:16-17).

Akhir Kata

Demikian ulasan pembahasan tentang ciri ciri etika dalam kristen. Semoga dengan penjelasan ini kita dapat mengetahui lebih jelas ciri ciri etika dalam agama Kristen secara lengkap.

Baca:

Tinggalkan komentar