Kebiasaan Buruk Umat Kristen

Kebiasaan yang Tidak Baik Orang Kristiani

Bersamakristus.org – Kebiasaan buruk umat Kristen. Setiap orang tentu memiliki dua sisi dalam menjalani kehidupan di dunia. Satu adalah kebiasaan baik dan kedua adalah kebiasaan buruk.

Keduanya tidak dapat dipungkiri selalu ada, sebab manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Tapi yang harus diingat daripada itu, adalah jangan lupa memanjatkan doa pengakuan dosa saat berbuat kesalahan.

Selain itu kesalahan yang kita perbuat juga harus menjadi pelajaran bahwa kita tidak boleh melakukan perbuatan tidak terpuji itu lagi. Untuk menghindarkan diri dari dosa dan kesalahan lagi.

Namun kadang kita juga tidak menyadari bahwa sebagai orang Kristen, ada beberapa kebiasaan buruk yang kerap kita lakukan. Secara tidak langsung pula hal tersebut membuat kita terjerumus dalam dosa.

Apa saja kebiasaan-kebiasaan buruk yang dimaksud? Di sini kami akan menjelaskannya untuk Anda. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah ini.

Kebiasaan Buruk Umat Kristen dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut di bawah ini adalah beberapa daftar kebiasaan buruk yang kerap dijalani umat Kristen Protestan dan Katolik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

1. Mengutuki Dosa Orang Lain

Kita sering lebih jeli kepada dosa orang lain dibandingkan dosa kita. Karena dosa kita lebih banyak dibanding doas mereka. Tidak ada dosa kecil atau besar, namun itu merupakan dosa turunan menurut Kristen (Matius 7:3). Masing-masing berasal dari kita miliki kekurangan.

Oleh dikarenakan itu, kita tidak semestinya menyaksikan bahwa kekeliruan orang lain lebih besar berasal dari kekeliruan kita. Kita perlu mendorong sesama kita untuk lebih sungguh mengikut Yesus tanpa saling menjatuhkan.

2. Tidak Tulus

Ketidaktulusan juga sering diungkapkan dalam pelayanan. Sebagian orang mengaku ingin memberi pelayanan tapi dengan motivasi yang salah, misalnya ingin dilihat, dipuji, atau menjadi tenar.

Apalagi, selagi ibadah tengah berlangsung, banyak anak muda sering bermain Handphone (Yesaya 3:16), tertidur (Kisah Para Rasul 20:9. Amsal 6:4,10; 20:13), tidak mempunyai pengertian Kitab Injil (Ulangan 6:5-9) dan mengobrol atau bergosip-gosip (2 Korintus 12:20). Kita perlu jalankan segala hal yang baik di mata Tuhan bersama hati yang tulus.

Kita terhitung sudi mencurahkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk Tuhan bersama tulus. Karena dalam Tuhan, jerih payah kita tidak bakal dulu sia-sia.

3. Sering Meninggalkan Ibadah

Kita juga sering meninggalkan ibadah karena berbagai alasan, seperti pekerjaan, pendidikan, atau bahkan malas pergi ke gereja (2 Timotius 3:5), atau mampir terlambat pulang cepat (Ibrani 6:12).

Kita perlu mengingat kembali, Yesus telah lebih dulu melayani, dan inilah giliran kita untuk setia melayaniNya. Dengan setia beribadah, hal itu tandanya kita menjunjung apa yang telah Yesus memberikan kepada kita. Dia mendambakan kita capai obyek ibadah yang sebenarnya: memuliakan Tuhan.

4. Tidak Mau Berteman dengan Non-Kristen

Bagaimana orang tidak percaya jadi percaya terkecuali kita tidak sudi berkenalan bersama mereka? Tidak tidak benar terkecuali kita miliki banyak teman non-kristen. Kita perlu rajin berkumpul bersama sesama orang yang jalankan normalitas jelek umat Kristen.

Kita terhitung jadi saksi Kristus bersama menyaksikan kebaikan dan kasih Tuhan sehingga kita dapat merangkul jiwa-jiwa baru. Kita terhitung konsisten perbarui ilmu kita perihal Alkitab dan membagikannya kepada orang yang belum percaya.

5. Merasa Menjadi Kristen Yang Paling Benar

Banyak anak muda sangat percaya dan atau pura-pura beranggap kita adalah ‘bayi-bayi rohani’. Menganggap diri sendiri paling rohani adalah hal yang tidak benar (Kolose 2:18; Matius 6:5). Kita perlu saling membangun hubungan bersama orang lain.

Jika sesungguhnya ada saudara kita yang baru mengenal Yesus, kita tidak boleh beranggap dia adalah “bayi rohani”, namun kitalah yang perlu jadi mentor saudara kita dalam mengikut Yesus dan bersama-sama melalui iman.

7. Memecah Persatuan

Kerap kali kita jumpai isu perselisihan agama. Yesus dahulu mengingatkan kita bahwa di akhir zaman, kita sebagai murid-Nya akan dibenci, disiksa, bahkan dikucilkan terkecuali kita ingin bertengkar bersama musuh dan menyebabkan huru-hara dalam gereja (Kisah Para Rasul 24:12).

Alih-alih membela diri dan meneruskan perpecahan, kita perlu membentuk komunitas Kristen yang mempunyai tujuan untuk mempersatukan dan saling menguatkan orang lain.

8. Berpakaian Tidak Pantas

Mengenakan pakaian yang tak pantas juga menjadi kebiasaan buruk, ini tidak mencerminkan sifar Kristus. Misalnya, busana yang sangat ketat, sangat minim dan transparan merasa sangat tidak sopan terkecuali dipakai selagi kita ke gereja. (Wahyu 16:15; 2 Korintus 5:3; 1 Timotius 2:9).

Kita perlu menjaga sopan santun kita dalam berpakaian, terlebih terkecuali selagi beribadah di mana kita miliki obyek hidup orang Kristen untuk menghampiri takhta Allah.

9 Pacaran Beda Agama

Berpacaran beda agama biasanya tejradi karena kurangnya komunikasi. Hanya dikarenakan berpacaran bersama seseorang yang beda agama, dapat berujung pada sistem berkencan yang bertekanan tinggi dalam hubungan berikut (2 Korintus 6: 14-16).

Apabila kita sudah cukup dewasa dan tahu cara berpacaran menurut Alkitab, maka kita perlu mengayalkan dan mencari pasangan hidup yang seagama. Kemudian, kita perlu belajar perihal sistem mengenal satu serupa lain melalui berkencan bersama pasangan hidup, merintis bersama santai dan tidak perlu terburu-buru. Karena belum tentu teman kencanmu bakal jadi pasangan hidupmu.

Kita wajib meneguhkan janji pernikahan Kristen. Isi janji berikut dapat menghambat terjadinya penceraian, poligami, perselingkuhan antara pasangan hidup. Seperti yang telah dijelaskan lebih lanjut pada renungan kristen tentang pasangan hidup.

Akhir Kata

Demikian ulasan pembahasan tentang kebiasaan buruk umat kristen sehari-hari. Semoga dapat menambah wawasan kita terhadap apa-apa saja hal buruk yang kadang tak kita sadari kerap dilakukan, agar bisa berhati-hati dan menghindarinya.

Baca:

Tinggalkan komentar