Mengapa Wanita Kristen Tidak Berjilbab

Alasan Mengapa Wanita Kristen Tidak Berjilbab

Bersamakristus.org – Jawaban dari pertanyaan alasan mengapa wanita Kristen tidak berjilbab. Ada pengetahuan yang menyatakan bahwa kerudung atau jilbab asal mulanya dari kebudayaan Israel di Timur Tengah.

Namun seperti yang kita lihat bersama, bahwa saat ini kerudung atau jilbab justru lebih populer dan identik dengan wanita muslim. Banyak di antara mereka yang menutupi kepala menggunakan jilbab atau kerudung.

Sebaliknya, justru umat Kristen malah tidak ada yang mengenakannya, kecuali biarawati yang berada di gereja. Selain itu, wanita-wanita Kristen dan Katolik tampaknya tidak ada yang berjilbab.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Lalu pertanyaan lainnya adalah apakah sebenarnya wanita Kristen diperbolehkan untuk mengenakan jilbab atau tidak? Bagaimana pandangan Alkitab mengenai hal ini?

Nah pada kesempatan yang baik ini kami akan menjelaskannya secara lengkap mulai dari penjelasan apakah wanita Kristen tidak boleh berjilbab dan alasan mengapa wanita Kristen pada saat ini tidak berjilbab, silahkan disimak.

Apa Wanita Kristen Boleh Berjilbab?

Mengenakan tudung atau penutup kepala merupakan hal yang lumrah pada zaman dahulu bagi umat Kristen. Hal tersebut juga telah banyak dijelaskan di dalam ayat Alkitab.

Di dalam Alkitab dijelaskan bahwa menutup kepala harus dilakukan oleh para wanita atau perempuan Kristen supaya rambut mereka yang terurai panjang tidak terlihat, apalagi saat berdoa.

Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

1 Korintus 11: 4-6

Kenapa hanya kaum wanita saja yang menggunakan penutup kepala dan kaum pria jika melakukannya merupakan sebuah penghinaan? Semua kembali pada posisi di antara pria, wanita, dan Tuhan. Seperti yang telah diketahui sejak dulu bahwa Allah menciptakan pria lebih dulu ketimbang wanita, yakni Adam. Kemudian Allah menciptakan Eve untuk menemaninya.

Kepala dari tiap-tiap laki-laki adalah Kristus. dan kepala dari tiap-tiap perempuan adalah laki-laki, sementara kepala dari Kristus itu adalah Allah sendiri. Oleh karena itu wanita perlu menggunakan kerudung atau jilbab sebagai bentuk penghormatan atas kedudukan laki-laki dan Kristus yang dikepalai wanita.

Alasan Mengapa Wanita Kristen Tidak Berjilbab

Mengapa wanita Kristen tidak berkerudung? Padahal hal tersebut tercantum di Kitab Suci dan Bunda Maria juga diekspresikan mengenakan kerudung. Perlu diketahui, sebenarnya formalitas penggunaan dalam gereja Katolik. Setiap perempuan perlu mengenakan kerudung di dalam perayaan ekaristi, berdoa, atau upacara liturgi lainnya.

Namun sejak Konsili Vatikan II, penggunaan kerudung bukan lagi menjadi kewajiban. Meski demikian, pemanfaatan kerudung tidak dilarang dan semata-mata diperlukan untuk keperluan keagamaan saja, bukan harian. Dasarnya adalah ayat Alkitab berikut.

Tetapi masing-masing perempuan yang berdoa atau bernubuat bersama dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, dikarenakan ia serupa bersama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Sebab kecuali perempuan tidak rela menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi kecuali bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

1 Korintus 11: 5-6

Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah bersama dengan kepala yang tidak bertudung? Bukankah alam sendiri memperlihatkan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, kecuali ia berambut panjang, namun bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, kecuali ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.

1 Korintus 11: 13-15

Di ddalam ayat Alkitab tersebut tercantum pelindung atau tudung, namun bisa juga dipahami sebagai kerudung yang oleh orang Islam juga dikenal dengan jilbab atau hijab. Ini kerap dijadikan dasar kewajiban bagi perempuan Kristiani untuk mengenakan kerudung, namun mengapa perempuan Kristen zaman sekarang tidak mengenakannya?

Meskipun kerudung tidak menentukan keselamatan, namun banyak yang mempermasalahkannya, terlebih kita perlu bertanya kenapa perempuan perlu berkerudung. Asal diketahui bahwa penulisan Kitab Suci tidak lepas dari konteks budaya dan formalitas setempat. Surat Paulus kepada jemaat di Korintus dilatarbelakangi pertikaian umat di sana mengenai busana umat, khususnya perempuan pada saatupacara litugti. Paulus mengkritik pertengkaran itu dengan nasehat yang mendasarkan kepada budaya setempat.

Pada zaman dahulu, ada pandangan bahwa perempuan berambut panjang dan tidak berkerudung adalah perempuan ‘malam’. Sedangkan perempuan berambut pendek dikenal menyukai sesama. Jika perempuan tak berkerudung, maka identitasnya mudah dikenali kecuali mereka adalah wanita buruk, namun jika menggunakan kerudung, mereka adalah wanita baik.

Padahal di dalam Alkitab, ayat 15b dijelaskan bahwa Paulus tak mempermasalahkan formalitas atau budaya yang berlaku waktu itu. Sebagaimana kita ketahui tugas perutusan Paulus adalah membawa Injil kepada orang-orang, bukan Yahudi. Dalam menggerakkan tugasnya, Paulus tidak mewajibkan formalitas Yahudi kepada orang yang bukan Yahudi, termasuk dalam penggunaan kerudung.

Oleh karena itu saat ini sudah tidak ada pandangan bahwa perempuan berambut panjang atau pendek dan tidak mengenakan kerudung adalah perempuan buruk, mengapa kita perlu memaksakan formalitas tersebut? Saat ini pun banyak wanita bersifat jelek yang mengenakan kerudung. Intinya baik buruknya seseorang tidak ditentukan dengan penampilannya, melainkan perbuatannya.

Akan tetapi, dewasa ini masih bisa ditemui sejumlah perempuan Kristiani yang mengenakan kerudung ketika merayakan upacara ekaristi. Kerudung dikenal dengan makna mantilla, berbeda dengan jilbab wanita Islam pada umumnya, mantilla cuma dipakai sebagai perlengkapan liturgi pribadi. Mantilla dikenal sebagai ungkapan kerendahan hati di hadapan Allah atau ketaatan dan penyerahan kepada Tuhan.

Akhir Kata

Demikian pembahasan ringkas mengenai alasan mengapa wanita kristen tidak berjilbab. Semoga hal tersebut memperjelas pertanyaan yang masih simpang siur di luar sana mengenai alasan kenapa wanita Kristen tidak berhijab.

Baca:

Tinggalkan komentar