Simbol Pengurapan Orang Sakit

Tanda Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Bersamakristus.org – Simbol pengurapan orang sakit. Sakramen pengurapan orang sakit atau minyak suci adalah salah satu sakramen dalam gereja Katolik. Awalnya sakramen ini ditujukan bagi mereka yang tengah mendekati ajal.

Namun di masa sekarang sakramen ini ditujukan untuk membantu penyembuhan orang sakit. Sama seperti doa untuk orang sakit supaya memohon kepada Tuhan agar penyakit bisa segera sembuh dalam agama Katolik.

Pelaksanaannya dilakukan oleh seorang imam dan dihadiri juemaat. Imam menumpangkna tangannya pada dahi si sakit dan berdoa supaya Allah memberikan keselamatan dan menyembuhkan penyakit yang diderita selama bertahun-tahun.

Sakramen ini memiliki simbol dan tentu saja Anda sebagai orang percaya harus mengimaninya. Di sini kami akan menjelaskan kepada Anda tentang simbol atau tanda sakramen pengurapan orang sakit, silahkan simak pembahasannya di bawah ini.

Simbol Sakramen Orang Sakit dalam Gereja Katolik

Langsung saja tanpa banyak basa basi lagi, silahkan simak kumpulan contoh simbol sakramen orang sakit menuru gereja Katolik. Simak pembahasannya di bawah ini.

1. Minyak Urapan

Minyak urapan adalah simbol sakramen pengurapan orang sakit yang paling pentinng. Sejak dulu minyak dikenal sebagai alat penyembuhan dan penyucian. Dalam Alkitab, minyak urapan disebutkan banyak sebagai pengudusan sesuatu, seperti mezbah, bejana, dan lainnya.

Selain itu minyak urapan juga dikatakan sebagai alat pada pelantikan imam, raja, dan nabi. Maka dari itu zaman dahulu orang biasa dilarang menggunakan minyak urapan apalagi membuatnya demi kepentingan pribadi.

Bahan urapan di antaranya adalah mur, kayu manis, dan bahan alami lainnya. Sedangkan untuk Perjanjian Baru, minyak urapan hanya disebut 4 kali dan memiliki tujuan yang berbeda-beda.

Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.

Yakobus 5:14

2. Tanda Salib

Dalam pelaksanaan sakramen ini, imam membuat tanda salib pada dahi dan tangan orang yang sakit. Umat Katolik memang sering menggunakan salibnya dalam kehidupan sehari-hari seperti membuat tanda salib sebelum dan sesusah berdoa.

Beberapa ajaran juga mengajarkan dengan membuat tanda salib secara tidak sadar mereka disucikan oleh Allah. Selain itu juga bisa melindungi umat dari ajaran duniawi yang menyesatkan namun secara umum penggunaannya bermakna untuk mengingatkan kita akan kematian dan kebangkitan Yesus.

Pada abad kedua banyak umat Kristiani dianiaya dan dibunuh oleh orang Romawi. Sampai suatu ketika mereka beremu jenderal asal Romawi yang berbelas kasih, namanya adalah Konstantinus. Ia bermimpi jika menang melawan Maxentinu di Roma, maka dia harus menandai seluruh pedangnya dengan salib. Dia pun melakukannya dan berhasil membebaskan umat Kristen dari penyiksaan.

3. Dahi

Imam mengoleskan minyak suci pada dahi orang sakit pada saat sakramen pengurapan orang sakit. alasannya karena dahi merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang paling mudah dilihat, mereka percaya bahwa perlu memperlihatkan citra karakter Kristus melalui perbuatan. Dengan mengurapi dahi, menandakan kebutuhan akan Kristus serta bersedia mengikuti-Nya.

4. Menumpangkan Tangan

Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.Markus 16:18

Ayat tersebut menjelaskan alasan mengapa imam menumpangkan tagan saat mengurapi orang sakit.

5. Tangan

Imam juga mengoleskan minyak suci pada tangan orang sakit. Sebab tangan juga dianggap sebagai bagian tubuh yang mudah dilihat dan sering digunakan untuk melakukan aktivitas. Dengan mengurapi tangan, orang sakit diingatkan agar senantiasa beraktivitas untuk kepentingan dan kehendak-Nya.

Akhir Kata

Sekian dulu pembahasan dari kami mengenai simbol sakramen pengurapan orang sakit. Semoga bisa membantu Anda menjelaskan tentang fungsi dan manfaat sakramen pengurapan orang sakit.

Baca: