Persamaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Kesamaan Perjanjian Lama dengan Baru

Bersamakristus.org – Persamaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ada perbedaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tentu ada pula persamaan di antara keduanya.

Keduanya sama-sama kitab yang diyakini dan dijadikan pedoman oleh umat Kristen maupun Katolik. Pada dasarnya seluruh isi di dalam Alkitab tersebut tidak bisa dipungkiri kebenarannya.

Bila kita memahaminya lebih banyak lagi, mungkin kita menemukan berbadai perbedaan, mulai dari waktu penulisan, gaya penulisan, dan masih banyak lagi. Tapi juga ada persamaan yang meyebabkan keduanya tak dapat dipisahkan.

Di sini kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai apa saja persamaan di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Anda bisa menyimak seluruh ulasan lengkapnya pada uraian dirangkum dari berbagai sumber berikut.

Persamaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Tanpa banyak basa basi lagi, langsung saja silahkan simak pembahasan lengkap mengenai persamaan di antara Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. Berikut pembahasannya dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

1. Waktu Penaympaian Hukum Allah

Perjanjian Lama dan Baru sama-sama memiliki tujuan dan waktu ketika memberikan hukum Allah. Seperti diketahui kedua kitab ini memiliki waktu penulisan berbeda, meski demikian penulisan kitab-kitab itu tidak ditulis pada satu masa melainkan berbeda-beda sesuai latar waktu ceritanya.

Selain itu dalam hal penulisan, masing-masing penulis kitab juga berbeda. Dari 39 kitab pada Perjanjian Lama ditulis orang berbeda. Seperti itab Mazmur ditulis oleh Daud dan Kitab Amsal ditulis oleh Salomo. Sementara pada Perjanjian Baru, yang kebanyakan penulisnya adalah murid-murid Yesus.

2. Isi Secara Umum

Perjanjian Lama dituliskan mengenai asal mula penciptaan alam semesta dan makhluk hidup. Selain itu juga diceritakan tentang manusia yang pertama dapat jatuh ke dalam dosa. Adam menyalahgunakan apa yang diberikan Tuhan dan melanggar perintah-Nya untuk tidak memakan buah pengetahuan.

Kemudian di Perjanjian Lama juga tertulis Allah menetukan suatu umat pilihan, yakni bangsa Israel. Kita bisa membaca sejarah bangsa israel bisa keluar dari perbudakan Mesir dan mencapai tanah Kanaan. Pada masa perjalanan menuju tanah perjanjian, Allah juga memberikan 10 hukum Taurat, tapi manusia gagal mematuhi perintah-Nya sehingga dihukum

Sementara dalam Perjanjian Baru, Allah juga memberikan perjanjian-Nya yang baru. Dia mengirim Yesus Krisus sebagai perantara antara Allah dengan manusia karena hubungan manusia dengan Allah sudah rusak karena dosa.

Maka dari itu Yesus datang dan bertujuan untuk mendamaikan. Manusia yang tidak bisa menolong sendiri karena dosa, sehingga Allah menyatakan kasih karunia melalui peristiwa Yesus Kristus. Yesus pun menanggung seluruh dosa dan kutukan yang seharusnya diterima manusia.

3. Mengenai Pengampunan Dosa

Di Perjanjian Lama umat Israel melakukan penyembelihan kepada hewan kurban sebagai ganti dosa, hukuman dosa yang seharusnya diterima manusia akhirnya dilimpahkan kepada hewan tak bersalah. Tapi dalam Kitab Imamat disebutkan penghapusan dosa ada dalam Perjanjian Lama tidak sempurna, melainkan hanya bayangan penghapusan dosa di masa yang akan datang.

Kemudian itu juga telah digenapi melalui peristiwa kematian Yesus Kristus pada Perjanjian Baru. Sebab, begitu besar kasih Allah kepada manusia, Dia merendahkan diri-Nya dan mengambil tubuh manusia untuk dikorbankan demi menghapus doas manusia. Meski begitu Yesus mati satu kali untuk selamanya.

Kemudian bagi manusia yang mau mendapat pengampunan doas, maka harus percaya kepada Yesus. Sebab Yesus merupakan satu-satunya jalan kebenaran yag hidup. Bisa dikatakan bahwa salah satu persamaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah mengenai korban untuk penghapusan dosa.

4. Hukum Taurat dan Kasih

Allah memberi 10 hukum Taurat kepada Musa di Gunung Sinai. Hukum itu ada pada Kitab Perjanjian Lama. Allah mengatakan pada Musa agar perintah-perintah itu diberlakukan terhadap bangsa Israel.

Tapi pada masa Perjanjian Baru, Yesus meringkas perintah-perintah itu menjadi hukum kasih. Pertama, yaitu perintah untuk mengasihi Allah dan kedua yaitu perintah untuk mengasihi sesama. Kedua hukum ini tak bisa dipisahkan kalau seseorang mengasihi Allah maka dia otomatis mengasihi sesama juga.

Tapi apakah berarti hukum kasih menggantikan hukum Taurat? Tidak karena Yesus datang bukan untuk menghapus hukum Taurat, melainkan menggenapinya. Tidak ada satu hal dalam hukum kasih yang melanggar hukum Taurat karena sebenarnya dari 10 perintah Allah, bila diringkas menjadi satu maka itu adalah kasih.

Akhir Kata

Sekian pembahasan dari kami mengenai persamaan perjanjian lama dengan perjanjian baru. Mudah-mudahan dapat menjadi penambah wawasan Anda mengenai kesamaan di antara keduanya.

Baca: