Cara Hidup Gereja Modern

Cara Menjalani Kehidupan di Gereja Modern

Bersamakristus.org – Cara hidup gereja modern. Kehidupan gereja di masa kini tidak bisa disamakan dengan kehidupan di masa lalu. Segalanya sudah berubah, melebihi ekspektasi kita.

Tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada banyak sekali tantangan gereja masa kini yang mungkin membuat kehidupan berjalan susah. Sehingga, kita harus mengantisipasinya dengan cara yang bijak.

Salah satu cara bijak untuk mengantisipasi dampak buruk perubahan kehidupan adalah dengan menjalani cara hidup gereja yang sesuai dengan masa modern. Bagaimana cara kita menjalaninya?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk hal tersebut. Anda pun bisa menyimak dan melihat ulasan lengkapnya pada pembahasan serta penjelasan di bawah berikut ini.

Cara Menjalani Hidup Gereja Modern

Langsung saja berikut adalah pembahasan dan penjelasan mengenai cara menjalani hidup sesuai gereja modern di masa kini. Ini dia ulasannya yang banyak dirangkum dari berbagai referensi.

1. Masalah yang Dihadapi

Tantangan gereja di masa kini berbeda dengan dulu. Hla itu menyebabkan beberapa hal dari cara hidup jemaat dahulu tidak relevan di masa sekarang. Berikut beberapa masalah yang muncul di gereja modern.

Sikap individualis mundul dalam diri beberapa anggota jemaat, berbeda dengan dulu yang sehati dan sejiwa. Dulu jemaat juga bisa menjadikan kepunyaannya sebagai milik bersama.

Dalam gereja modern juga ada sikao individualistis yang mengurangi rasa simpati serta empati. Tidak jarang hal itu mengakibatkan jemaat satu dengan yang lainnya tidak bersatu. Sehingga, tidak terjadi persatuan antarjemaat yang saling membangun satu sama lain.

Teknologi modern juga terus berkembang bisa menjauhkan jemaat. Hal ini berpengaruh dalam kehidupan gereja karena ketika jemaat sibuk dengan dunia maya, membuat mereka menjauh dari jemaat yang dekat, mengurangi waktu bersekutu antar jemaat, dan kurangnya rasa persatuan.

Tuntutan kerja di masa sekarang juga bertambah, membuat waktu jemaat banyak tersita oleh pekerjaan masing-masing. Sehingga, jangankan untuk bersekutu, mereka juga kesulitan untuk menyisihkan waktu bagi keluarga dan kehidupan pribadinya.

Dengan demikian persatuan jemaat tiadk bsia dibangun, sebab relasi antarjemaat tidak cukup dekat. Kadang, jemaat datang ke tempat ibadah hanya sebagai rutinitas untuk memenuhi kewajiba saja, mereka tidak sadar kebutuhan untuk saling menguatkan satu sama lain.

Perbedaan tingkat kekayaan antarjemaat juga menjadi masalah. Sering pada saat jemaat yang lebih kaya ingin mempererat persatuan dengan jemaat yang kurang mampu, jemaat kurang mampu itu merasa minder dan malah menjauhkan diri.

Kadang juga sebaliknya, ada jemaat kurang mampu ingin mempererat jalinan dengan jemaat kaya. Tapi jemaat kaya merasa takut jemaat kurang mampu itu ingin mengambil manfaat dari kekayaannya, padahal sebenarnya tidak demikian.

2. Relevansi Cara Hidup

Cara hidup gereja modern juga menjadi alasan. Karena permasalahan jemaat gereja mula-mula berbeda dengan permasalahan gereja masa kini. Masa dan demografi dalam kehidupan juga berbeda, sehingga relevansi kehidupan jemaat gereja mula-mula dalam kehidupan jemaat gereja modern perlu dipertimbangkan.

Jemaat mula-mula dari konteks demografi berasal dari bagnsa yang sama, yaitu Yahudi dan agama yang sama, yaitu Yudaisme. Sebagian besar jemaat juga berada di satu tempat yang tidak berjauhan, sehingga memudahkan mereka berkumpul.

Menurut konteks penderitaan yang dihadapi, jemaat gereja mula-mula sama-sama mengalami penganiayaan. Mereka dikucilkan oleh bangsa Yahudi dan bangsa Romawi menjajah mereka. Diskirminasi yang diterima terjadi dalam berbagai bidang.

Termasuk di antaranya dalam hukum, ekonomi, pekerjaan, bisnis, dan lainnya. Maka dari itu jemaat gereja mula-mula memiliki dorongan untuk bersatu, yang kemudian diwujudkan dalam saling membagi kekayaan kepada sesama.

Sementara dalam konteks otoritas pemimpin gereja, jemaat gereja mula-mula yang dipimpin langsung oleh para Rasul. Keunikannya yaitu tidak akan terulang pada gereja modern di masa kini.

3. Cara Hidup Jemaat

Kehidupan gereja zaman dulu mungkin tidak relevan dilakukan di masa sekrang, contohnya berkumpul dan membagikan harta kekayaan masing-masing sebagai milik bersama. Tapi beberapa hal religius bisa menjadi teladan yang masih bisa diaplikasikan dalam cara hidup gereja modern.

Contohnya rasa rindu dan haus akan firman Allah, sehingga jemaat terdorong untuk melakukan pelayanan gereja dengan sungguh-sungguh atau sukarela. Kemudian berdoa, saat teduh, membaca firman dengna rajin juga didorong olehrasa rindu untuk menjadi lebih intim dengan Allah.

Semangat berkumpul dan berskeutu juga menjadi contohnya. Saling mendukung, menguatkan, menghibur, dan membantu. Melakukan perjamuan kudus supaya jemaat bisa senantiasa diingatkan akan penderitaan penebusan Yesus, serta selalu berdoa dalam Tuhan juga bisa diaplikasikan di masa sekarang.

Akhir Kata

Sekian pembahasan dari kami mengenai cara hidup di gereja modern. Mari kita laksanakan cara menjalani kehidupan sesuai yang dijelaskan di atas, sehingga kita bisa hidup semakin baik ke depannya.

Baca: