Tata Perayaan Sakramen Ekaristi

Cara Melaksanakan Perayaan Ekaristi dalam Katolik

Bersamakristus.org – Tata perayaan sakramen ekaristi. Dalam agama Katolik, ekaristi adalah suatu ritus yang dipandang oleh mayoritas Gereja Kekristenan sebagai suatu sakramen.

Dalam pandangan beberapa kitab Perjanjian Baru, sakramen ekaristi juga dilembagakan oleh Yesus Kristus pada Perjamuan Malam Terakhir. Ekaristi juga menjadi pusat hidup umat Kristiani, merupakan sumber dan puncak kehidupan umat Kristiani.

Tidak semua orang bisa menerima sakramen ekaristi, namun harus ada beberapa syarat menerima sakramen ekaristi yang wajib dipatuhi. Selain itu, juga terdapat tata cara perayaan sakramen ekaristi yang harus diketahui.

Bagi yang belum mengetahuinya, pada kesempatan ini kami akan menjelaskan kepada Anda tata cara perayaan sakramen ekaristi dalam Katolik. Simak langsung pembahasannya di bawah ini.

Tata Cara Perayaan Sakramen Ekaristi Katolik

Tanpa banyak basa basi lagi, mari kita langsung saja simak pembahasan lengkap tentang cara perayaan sakramen ekaristi. Berikut ulasannya yang bisa kita simak bersama-sama.

1. Pembuka

Tujuan pembukaan perayaan sakramen ekaristi yaitu untuk lebih dulu mengumpulkan umat dalam satu kesatuan. Sesuai pernyataan dalam Alkitab berikut yang meneguhkan pentingnya mewadahi perayaan sakramen ekaristi pada satu kesatuan.

“Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka”

Matius 18:20

Pembukaan ini terdiri dari perarakan iman dan pelayanan yang masuk menuju gereja, penghormatan altar, melakukan tanda salib, pemberian salam, pengantar, doa, serta ucapan pertobatan. Dilanjutkan dengan litani Tuhan Kasihanilah, litani kemuliaan serta doa pembukaan.

2. Liturgi Sabda

Liturgi ini diawali dengan bacaan pertama yang selanjutnya dilakukan mazmur tanggapan. Kemudian ada bacaan kedua serta diteruskan dengan pujian haleluya. Lalu diteruskan dengan pembacaan Alkitab berisi firman utama yang mau disampaikan.

Setelah itu ada upacara, kemudian dilanjut dengan homili serta pembacaan doa aku percaya. Terakhir, akan dialsanakan doa syafaat Kristen atau doa umat bersama yang bertujuan mendoakan berbagai aspek baik keluarga, bangsa, dan negara.

3. Liturgi Ekaristi

Pada liturgi ekaristi, tata cara liturgi pada ibadah akan dimulai dengan persembahan atau kolekte. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa syukur agung yang diucapkan seluruh umat.

Setelah itu, berlutut memmbaca doa Bapa kami dan bersiap memulai perjamuan kudus. Jika sudah, dimulailah pemecahan roti dan memulai inti perayaan ekaristi itu sendiri. Di sini akan dilakukan komuni atau inti upacara ekaristi.

Paa waktu itu romo akan membagikan komuni kepada mereka yang sudah dianggap memenuhi syarat menerima sakramen ekaristi utnuk memahami pengorbanan Yesus. Sesudah komuni, memanjatkan doa Bapa kami dan mengimani penerimaan tubuh Kristus.

Jemaat bisa merenungi makna yang sebenarnya dari memiliki iman percaya kepada Tuhan melalui penebusan. Hal ini yang wajib diingat setiap minggunya oleh orang percaya. Penebusan bisa membawa berkat bagi keselamatan yang menerima tubuh dan darah Kristus.

4. Penutup

Pada bagian akhir, biasanya didahului dengan pengumuman dari pihak gereja. Selanjutnya terakhir akan dilsanakan arakan, imam dan para pelayan akan meninggalkan ruangna gereja dan kemudian diikuti pembubaran para jemaat.

Akhir Kata

Sekian pembahasan dari kami mengenai tata cara perayaan sakramen ekaristi. Mudah-mudahan informasi yang kami sampaikan bisa menjelaskan kepada Anda bagaimana cara melaksanakan sakramen ekaristi yang benar.

Baca: