Perselingkuhan dalam Kristen Beserta Hukum Alkitab

Perselingkuhan dalam Agama Kristen Menurut Hukum Alkitab

Bersamakristus.org – Perselingkuhan dalam Kristen. Pernikahan atau perkawinan merupakan janji dan ikatan yang terjalin antara seorang laki-laki dan perempuan yang memiliki komitmen untuk hidup bersama.

Pasangan yang telah disatukan dalam pernikahan, artinya mereka telah menjadi satu daging dan tidak bisa dipisahkan lagi kecuali oleh maut. Tapi, di masa sekarang perpisahan dari pernikahan bisa saja terjadi.

Itu dinamakan sebagai perceraian dan di masa kini tampaknya hal tersebut merupakan lumrah di kalangan orang-orang. Biasanya perceraian diakibatkan oleh perselingkuhan.

Lalu bagaimana pandangan Alkitab atau firman Tuhan tentang perselingkuhan? Simak pembahasan dan penjelasan lengkapnya pada ulasan lengkap di bawah berikut ini dirangkum dari berbagai sumber.

Fakta Perselingkuhan di Masyarakat

Menurut beberapa survey, perselingkuhan tidak didasarkan pada hasrat hubungan badan saja, melainkan juga ketidakpuasan secara emosional. Dengan kata lain, kebutuhan emosional mereka tak bisa didapat dari pasangan, bisa jadi karena pasangan kurang pengertian atau menghargai usaha orang.

Misalnya laki-lai adalah makhluk dengan ego tinggi, mereka berharap menjadi pelindung bagi pasangannya. Jadi, jangan pernah merendahkan suami karena dia bisa terluka. Hubungan suami istri juga kompleks dan masalah bisa tiba-tiba datang tanpa diduga.

Tapi hal-hal tersebut apakah bisa membenarkan perselingkuhan?

Pandangan Alkitab Mengenai Perselingkuhan

Berikut beberapa pandangan Alkitab dalam agama Kristen tentang perselingkuhan.

1. Istri Tidak Berkuasa atas Tubuhnya Sendiri

1 Korintus 7:4 menjelaskan bahwa istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan juga suaminya. Begitu pula sebaliknya, suami juga tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri melainkan juga istrinya. Setelah mereka menikah, artinya mereka telah memutuskan hak khusus atas tubuhya sendiri dan memberikan hak tersebut kepada pasangannya.

Ayat ini menjelaskan kepada pasangan yang sudah menikah bahwa mereka tidak lagi memiliki tubuhnya sendiri, melainkan juga tubuhnya milik pasangannya. Jadi, yang boleh memakai tubuhnya hanya pasangannya sendrii.

Meski demikian hendaknya suami dan istri juga peka terhadap kebutuhan pasangannya. Jangan lalaikan hasrat pasangan karena itu akan memberikan peluang akan terjadinya perselingkuhan. Suami dan istri harus peduli dan pengertian satu sama lain, terbuka, dan jujur dalam komunikasi.

2. Tidak Ada Kata Perselingkuhan

Sebenarnya dalam Alkitab juga tidak dikenal adanya kata perselingkuhan. Kaa yang memiliki kesamaann makna adaalah berhubungan tubuh dengan yang bukan pasangannya. Dalam konteks ini adalah pelanggaran yang dilakukan orang yang sudah menikah, atau lebih tepatnya merupakan ketidaksetiaan yang dilakukan pasangan setelah menikah.

3. Menghormati Perkawinan

Ibrani 13:4 menjelaskan bahwa Allah memerintahkan manusia utuk menghormati perkawinan dan jangan mencemarkan tempat tidur dengan perbuatan yang buruk. Sejatinya pernkahan adalah persekutuan hidup dan lembaga terhormat yang dirancang oleh Allah untuk manusia. Dia akan menghakimi siapa saja yang mengotori hubungan perkawinan.

4. Selingkuh Bukan Secara Fisik

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya.

Matius 5:28

Perselingkuhan tidak hanya dilakukan secara fisik saja. Dengan memandangi orang lain dan menginginkannya itu juga termasuk perselingkuhan, hal ini biasanya terjdi pada laki-laki yang hasratnya sangat mudah dibangkitkan.

5. Mencertaikan Istri Tidak Boleh

Matius 5:32 menjelaskan bahwa siapa yang menceraikan isrinya harus memberi surat cerai kepada-Nya, namun Dia berkata setiap orang yang menceraikan istrinya kecuali karena hubungan badan, ia menjadikan istrinya juga berdosa. Siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, dia juga sudah berbuat dosa.

Intinya, perceraian bukan solusi dari masalah rumah tangga. Karena ada hukum perceraian dalam Alkitab, yaitu Allah melarang perceraian. Sebenarnya perceraian juga tidak akan memisahkan ikatan perkawinan, kecuali bila salah satu pasangan melakukannya terlebih dahulu.

6. Selingkuh Menjadikan Kita Satu Daging

Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: Keduanya akan menjadi satu daging.

1 Korintus 6:16

Dengan berselingkuh maka kita telah bersatu dan menjadi satu daging dengan orang tersebut. Maka dari itu perselingkuhan hanya membawa masuk roh buruk dalam keluarga. Dikatakan bahwa Alkitab menjelaskan perselingkuhan adalah dosa yang dibenci.

Ini memiliki sifat merusak, baik hubungan dalam keluarga maupun hubungan dengan Allah. Sebagai umat Kristen, kita harus menjunjung tinggi prinsip dasar pernikahan. Percaya bahwa Anda tidak bsia mendapatkan kepuasan dari berselingkuh.

Akhir Kata

Simak langsung pembahasan tentang perselingkuhan dalam agama kristen. Semoga kita bisa tersadar akan bahaya dan buruknya perselingkuhan menurut agama Kristen.

Baca: