Pandangan Kristen Terhadap Inseminasi

Pandangan Alkitab Mengenai Inseminasi

Bersamakristus.org – Pandangan iman Kristen terhadap inseminasi. Banyak cara pasangan suami istri untuk dapat memiliki buah hati. Selain cara normal, ada juga cara instan yang dapat dilakukan dengan bayi tabung atau inseminasi.

Berbeda dengan program bayi tabung yang pembuahannya dilakukan di luar tubuh wanita. Inseminasi adalah tindakan di lingkup medis untuk membantu proses pembuahan dengan cara pencucian, preparasi, sekaligus penyemprotan mani ke dalam rahim calon ibu.

Dengan demikian proses pertemuan antara air mani dan sel telur tetap terjadi di dalam tubuh. Nantinya janin tetap berkembang dan bertumbuh di dalam rahim ibu dan dilahirkan secara normal seperti biasa.

Nah mungkin ada yang bertanya apakah prosedur inseminasi ini dibolehkan dalam agama Kristen? Atau justru dilarang? Sebenarnya ada beberapa petunjuk yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Pandangan Iman Agama Kristen Terhadap Inseminasi

Di bawah ini kami akan menguraikan penjelasan emngenai pandangan iman agama Kristen terhadap inseminasi. Setelah sebelumnya kami juga mengulas soal hukum bayi tabung menurut Kristen.

1. Pandangan Katolik

Gereja Katolik menyatakan pandangan inseminasi buatan pada 1949. Kala itu Paus Pius XII menyatakan segala proses pembuahan tidak boleh dilakukan dengan cara tidak wajat. Hal ini secara tidak langsung Gereja Katolik Roma menolak inseminsasi karena prosesnya dilakukan bukan di rahim wanita.

Jelas disbeutkan inseminasi tidak membutuhkan persetubuhan antara pasangan suami istri, karena dalam prosesnya hanay dibutuhkan sel telur dan sperma saja supaya terjadi pembuahan. Prinsip iman Katolik yaitu suami dan istri harus memiliki tujuan union yaitu persatuan dan procreation, sehingga inseminasi homolog atau heterolog tidak sesuai dalam ajarannya.

Kemudian dokumen dignitas presonae yang dikeluarkan vatikan pada 2008 juga menanggapi tentang inseminasi. Jelas disebutkan bahwa dokter harus melayani orang dan melayani prokreasi manusia, namun tidak memiliki otoritas untuk memutuskan takdir mereka.

Dalam Katolik, dokter tetap memiliki batasan. Dokter bisa membantu hubungan intim pasangan, dalam pelaksanaan maupun mencapai hasil. Tapi produksi anak harus tetap dilaksanakan secara normal dan Katolik dengan tegas menolak adanya inseminasi buatan.

2. Pandangan Agama Kristen Protestan

Inseminasi dibagi ke dalam dua jenis, yaitu homolog dan heterolog. Umumnya Gereja Protestan tidak mempermasalahkan inseminasi buatan homolog, dasar yang dipakai yaitu berhubungan dengan makna persetubuhan dalam kata Ibrani, yaitu mengenal.

Persetubuhan tidak hanya diartikan sebagai hubungan fisik saja, melainkan juga condong ke makna yang lebih dalam yaitu mengenal dan saling menyerahkan jiwa raganya. Meski begitu Kristen menolak inseminasi heterolog karena dalam prosesnya harus dilakukan dari pasangan yang sudah menikah.

Inseminasi heterologn tidak berkaitan dengan persekutuan dan ini dianggap bertentangan. Gereja Protestan menolak inseminasi heterolog. Kita bisa menyimpulkan agama Protestan dan Katolik punya pandangan Kristen berbeda terhadap inseminasi.

Akhir Kata

Itulah sedikit pembahasan mengenai pandangan agama kristen terhadap inseminasi. Mudah-mudahan informasi di atas bisa menjelaskan sehingga Anda lebih mantap menentukan mau melakukan inseminasi buatan atau tidak.

Baca: