Keteladanan Yeremia

Karakter Teladan Yeremia dalam Alkitab

Bersamakristus.org – Keteladanan Yeremia. Dalam Alkitab terdapat banyak sekali sosok tokoh yang namanya disebutkan dengan jelas, memiliki kisah menarik, dan teladan yang baik.

Tidak hanya keteladanan Yesus Kristus saja yang sering dibicarakan, melainkan keteladanan Yeremia juga banyak disinggung. Bahkan sikap teladannya juga bisa diaplikasikan pada masa sekarang.

Yeremia merupakan sosok salah satu nabi yang masa pelayanannya cukup panjang di masa lalu. Dia hidup pada zaman 6 raja Yehuda, sekaligus menyaksikan sendiri tiga kali penyerbuan Babel.

Dia memiliki tugas khusus yaitu untuk mengingatkan bangsa Israel dari segala perbuatan jahat. Yeremia bertugas pula untuk mengingatkan bangsa Israel supaya mereka berhenti menyembah berhala dan kembali kepada Allah.

Keteladanan Yeremia yang Bisa Ditiru Umat Kristen

Di bawah ini terdapat beberapa kisah keteladanan Yeremia yang bisa ditiru oleh umat Kristen atau Katolik. Silahkan simak kisah-kisahnya pada pembahasan dari berbagai sumber berikut.

1. Taat kepada Allah

Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku.

Yeremia 20:7

Yeremia menjadi nabi yang dikenal akan ketaatannya. Dia sudah menjadi nabi pada saat usianya masih muda, ketika dia belum pandai bicara sebagai orang yang berpengaruh. Tapi dia tetap menjalaninya.

Dia taat kepada perintah Allah yang memintanya menjadi nabi. Dalam perjalanannya, tidak ada juga hal yang tak berkenan di mata Tuhan oleh Yeremia. Harusnya kita lakukan juga, karena seringkali kita mengenal diri kita dan menolak panggilan Allah.

Kita merasa tidak mampu melakukannya padahal seharusnya kita bersyukur jika Allah memberikan kesempatan. Tidak semua orang diberikan anugerah yang sama, dan harusnya kita percaya Allah akan tetpa menyertai sebagaimana Allah menyertai Yeremia.

2. Tidak Takut Meyatakan Kebenaran

Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

Yeremia 26:15

Bangsa Israel dikenal sebagai bangsa yang bebal, mereka terus merendanakan kejahatan dan menyembah berhala. Yeremia terus mengingatkan mereka untuk kembali kepada Tuhan. Ada banyak peringatan yang Yeremia ungkapkan dan bisa dibaca pada kitab Yeremia.

Hal itu membuat hati bangsa Israel panas dan ingin menghilangkan nyawa Yeremia. Ancaman kematian tak membuat Yeremia gentar, dia tetap menyerukan kebenaran kepada bangsa Israel dan inilah bentuk kesetiaannya kepada Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Matius 5:10

Kita harusnya hidup sesuai kehendak Allah, dalam Injil Matius juga diingatkan bahwa jika kita mengalami penderitaan, kita tetap akan berbahagia. Kita akan menjadi orang yang memiliki kerajaan surga kelak.

3. Melayani dengan Kasih

Karena luka puteri bangsaku hatiku luka; aku berkabung, kedahsyatan telah menyergap aku.

Yeremia 8:21

Yeremia dipanggil untuk melayani bangsa Israel, dia memang taat kepada perintah Allah. Semua yang Alah perintahkan dia teruskan kepada bangsa Israel. Tapi Yeremia tidak cuma sekedar menjadi pembawa pesan saja.

Dia benar-benar melayani sepenuh kasih, tak henti memikirkan bangsa Israel. Dia berpikir untuk kebaikan Israel, bahkan berduka atas keburukan yang dialami oleh mereka.

Keteladanan Yeremia ini menjadi contoh yang baik. Kita ditempatkan oleh Allah dalam suatu bangsa dan harusnya kita memiliki pengaruh untuk bangsa ini. Kita tidak bisa hanya sekedar menumpang nama kebangsaan, melainkan harus berjuang dan berdoa.

Tidak hanya dalam kehidupan berbangsa, kasih juga bisa diterapkan dalam kehidupan lainnya. Kasih harus menjadi dasar pelayanan kita, tanpanya kita tidak akan sanggup melayani dengan setia.

4. Tidak Pantang Menyerah

Tidak mudah bagi Yeremia menjadi nabi, berulang kali dia mengingatkan bangsa Israel tapi ditolak. Israel terus bersikeras dan bebal tak mau mendengarkan perkataan Yeremia, bahkan mereka berencana menghilangkan nyawanya.

Tapi karnea memiliki sikap pantang menyerah, segala rintangan yang ada dihadapi dengan baik. Bukan hasil akhir yang Teremia pikirkan, melainkan cuma bagaimana agar dia bisa melakukan yang terbaik.

Di masa-masa sulit, penolakan bukan sesuatu yang bisa kita perkirakan. Masa-masa itu pasti akan datang, tapi ingat bahwa kita tidak akan pernah bisa menyeanngkan semua orang, maka hasil akhir tidak menjadi nomor satu dalam pelayanan kita.

Akhir Kata

Mungkin itu saja pembahasan dari kami mengenai keteladanan yeremia dalam alkitab. Mari kita ikuti contoh keteladanan yang diceritakan dalam Alkitab mengenai Yeremia dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca: