Kematian Menurut Kristen

Makna Mati dalam Agama Kristen

Bersamakristus.org – Kematian menurut Kristen. Ada satu hal yang tidak abadi di dunia ini, yaitu kehidupan itu sendiri. Ibaratnya, hidup merupakan rangkaian jalan sebelum kehidupan abadi kita di akhirat.

Pada akhirnya kelak, semua manusia akan mati untuk menuju kehidupan kekal ke rumah Bapa di serga. Keyakinan yang kita miliki sebagai umat Kristen adalah setelah kehidupan kita berakhir di dunia, maka kita akan menemukan kehidupan abadi.

Kematian menjadi peralihan dari dunia nyata menuju dunia baru. Meski kehidupan di dunia dipenuhi penderitaan, akan tetapi setelah kematian Allah akan menghapus seluruh derita kita, tidak ada lagi duka atau tangis.

Tapi ada makna lebih mendalam dari kematian tersebut. Menurut Kristen berdasarkan ayat emas Alkitab, inilah pembahasan mengenai pengertian serta definisi kematian dalam agama Kristen, simak selengkapnya pada ulasan di bawah berikut ini.

Pengertian Kematian dalam Agama Kristen

Menurut Kristen Protestan kematian adalah saat terakhir atau perhentian kehidupan kita di bumi untuk masuk ke kehidupan akhir yang sebenarnya. Kehidupan ini tidak ditentukan dari berapa banyak perbuatan kita di dunia, melainkan berapa banyak cinta kasih yang telah dikerjakan.

Maka dari itu bila perjalanan hidup sudah berakhir di dunia, kita tidak akan bisa kembali serta hidup beberapa saat lagi di dunia. manusia memang sudah ditentukan untuk hidup dan mati hanyasekali saja, sessudah itu tidak ada reinkarkasi.

Berikut adalah arti dan definisi sebenarya kematian dalam ajaran Kristen yang dijelaskan Alkitab.

1. Kematian Adalah Pengadilan

Menurut Kristen Protestan kematian bisa dikatakan sebagai penerimaan atau penolakan rahmat Ilahi yang telah diberikan kepada kita. Manusia akan mendapatkan ganjaran selam hidup di dunia pada saat kematian.

Ini juga akan terjadi dalam pengadilan yang menghubungkan kehidupan orang tersebut dengan Kristus. Ini juga bisa terjadi dengan beberapa hal, yaitu masuk ke kehidupan surgawi melalui api penyucian, langsung masuk menuju kebahagiaan surgawi atau mengutuk diri selamanya di neraka abadi.

2. Akibat dari Dosa

Kematian sudah masuk ke dunia dan terjadi karena manusia sudah berdosa. Tapi, meski manusia memiliki kodrat yang bisa mati, namun Allah sudah mennetukan supaya dia tidak mati. Kematian fisik sebenarnya bisa dihindari bila manusia tidak berdosa serta kematian menjadi musuh terakhir umat manusia.

Kematian tidak dibuat Allah, Dia juga tidak senang dengan musnahnya sesuatu yang hidup. Allah telah menciptakan manusia untuk hidup, tapi kedengkiansetan yang sudah memasukkan kematian dalam dunia dan karena kesalahan pribadi manusia, maka mereka harus bertanggung jawab atas kematian.

3. Kematian Menjadi Proses Pembersihan

Kematian juga bisa berarti sebagai jalan agar ktia bisa menuju Allah, tapi pada kenyataannya di mana manusia sudah tercemat dengan dosa, maka banyak rintangan untuk menuju-Nya. Supaya kita bisa bersatu kembali dengan Allah, maka dibutuhkan pemurnian hati yang seutuhnya dan kehidupan harus menjadi proses pembersihan.

Pembersihan ini dilakukan terus menerus ehingga harus dilakukan dan tahap terakhir dalam menentukannya adalah kematian. Yaitu proses berpisahnya kita dengan dunia fana.

4. Kematian Merupakan Kelahiran Baru

Kematian bukan tiitk akhir, namun titik awal. Meski kehilangan kenikmatan duniawi, namun ke depannya adalah awal kehidupan baru kita yang kekal. Untuk mereka yang tidak merindukan sebuah hal lain dan tidak mengharapkan sesuatu di kehidupan lain, maka kematian bisa menjadi bencana.

Tapi untuk orang Kristen, kematian dipandang sebagai kehidupan baru. Kematian menjadi perpisahan untuk semua hal yang menyenangkan, tapi juga menjadi awal kehidupan yang lebih baik, hidup penuh dengan terang, kegembiraan dan kebebasan.

5. Persamaan dengan Kristus

Kita mati bersama Kristus, tidak hanya sebagai pengantar menuju sesuatu yang lebih baik melainkan juga menjadi penyatuan yang lebih khusus dengan Kristus. Kita sebagai umat Kristen tidak ada yang lebih membahagiakan selain hidup bersama Kristus, sehingga membuat kematian dalam Kristiani memiliki sifat yang khas dan khusus.

Makna Mati dalam Agama Kristen

Meski orang percaya ada jaminan hidup kebangkitan, tapi kita sebagai orang Kristen harus tetap melewati kematian fisik. Tapi bagi orang percaya, memiliki cara yang berbead dalam memaknai kematian, berikut di antaranya.

1. Bukan Akhir dari Hidup

Kematian bukan akhir kehdidupan, tapi awal baru dan bukan hal yang harus ditakuti. Kematian menjadi perpindahan kehidupan lama menuju kehidupan kekal yang lebih sempurna. Kematian bagi orang percaya menjadi pelepasan dari semua kesulitan yang ada di dunia.

Selain itu kematian juga bisa diartikan sebagai penghentian dari penderitaan yang selama ini ada di dunia. Kematian uga merupakan kepergian kita yang selama ini tinggal bersama dengan orang lain di dunia, dan menemui orang yang sudah meninggal.

2. Berharga di Mata Tuhan

Disebutkan juga dalam Alkitab jika kematian orang percaya adalah suatu penghiburan dan sangat berharga di mata Tuhan. Kematian bisa menjadi jalan bagi kita untuk memasuki tempat kedamaian dan masuk ke dalam firdaus serta pergi ke rumah Bapa yang memiliki banyak tempat serta kebahagiaan bersama Kristus.

3. Panggilan Allah pada Manusia

Kematian juga mnejadi arti bahwa Allah memanggil manusia untuk menghadap-Nya serta berseru dengan kodrat-Nya yang ilahi. Umat Kristiani menganggap kematian menjadi panggilan yang Allah berikan untuk kita menuju kerajaan Bapa yang abadi serta menjadi kebahagiaan yang paling kita rindukan, sebab sudah terpenuhi dengan sempurna.

Akhir Kata

Sekian sampai di sini terlebih dahulu penjelasan tentang kematian menurut agama kristen. Semoga bisa menambah wawasan kita mengenai pandangan agama Kristen tentang kematian.

Baca: