Warna Liturgi Rabu Abu

Apa Warna yang Digunakan dalam Liturgi Rabu Abu

Bersamakristus.org – Warna liturgi Rabu Abu. Warna liturgi merupakan bentuk simbol atau lambang yang digunakan dalam ibadah agama Kristen. Fungsinya sebagai tanda peristiwa gerejawi.

Warna tersebut bisa digunakan pada aksesori pakaian liturgi imam atau paduan suara yang mengiringi. Baik berupa stola atau taplak altar dan lainnya. Sedangkan Rabu Abu adalah hari pertama masa Pra-Paskah dalam liturgi tahun gereja.

Dengan ditandai penerimaan abu di dahi atau kepala, itu menjadi simbol pertobatan orang berdosa. Rabu Abu juga dimaknai sebagai hari pertama memasuki masa puasa dan berpantang.

Lalu, apa warna liturgi yang dipakai pada kegiatan ibadah Rabu Abu sekaligus di baliknya ada makna ibadah Rabu Abu? Di sini kami akan menjelaskannya kepada Anda, silahkan disimak.

Ini Dia Warna Liturgi Rabu Abu

Rabu Abu dilambangkan dengan ungu. Warna ini sebenarnya adalah gambar dan lambang warna yang dikenakan pada tiap liturgi untuk misa di peribadatan umat Katolik.

Dalam sejarahnya, warna itu melambangkan peristiwa-peristiwa gerejawi yang ditetapkan berdasarkan keputusan Paus melalui Ordo Missae. Sedangkan warna dasar dalam warna-warna liturgi meliputi warna putih, merah, hijau, ungu, dan hitam.

Dengan adanya warna khusus pada liturgi ibadah Katolik, tentu menandakan prosesi ibadah sebaiknya didonimasi oleh warna yang disarankan tersebut. Sehingga secara tidak langsung, pakaian Romo, Imam, atau Putra Altar wajib mengenakan pakaian dengan nuansa warna tersebut.

Dalam liturgi Rabu Abu, seluruh petugas gereja dan dekorasi dalam gereja juga didominasi warna ungu. Warna ini juga bukan opsional belaka, melainkan sudah diwajibkan oleh pihak gereja untuk dikenakan sepanjang peringatan ibadah dan misa Rabu Abu di seluruh dunia.

Makna Warna Ungu pada Rabu Abu

Ungu pada ibadah Rabu Abu digunakan sebagai lambang penyesalan, berkabung, pertobatan, dan juga kerendahan hati. Maka dari itu diharapkan pada masa Pra-Paskah termasuk pada misa Rabu Abu membawa makna mendalam bagi tiap orang Katolik untuk melakukan keempat hal tersebut.

1. Penyesalan

Warna ungu membawa makna enyesalan mendalam. Sebagai umat yang dipilih untuk diselamatkan, kita wajib menyesali perbuatan buruk yang sudah dilakukan, caranya melalui panjatan doa atau nyanyian lagu rohani Kristen pengakuan dosa.

2. Berkabung

Makna berkabung dalam warna ungu yaitu atas pengorbanan yang sudah dilakukan allah lewat Tuhan Yesus. Tapi dengan demikian bukan berarti kita harus sedih, melainkan perlu bersukacita karena kemenangan dari Tuhan yang sudah diberikan.

Ada baiknya di masa pra-Paskah, umat Katolik disarankan untuk berpantang atau puasa. Tujuannya untuk merasakan sengsara dan penderitaan Yesus sebelum disalibkan.

3. Pertobatan

Sebaiknya mulailah hari dengan pertobatan karena ada banyak cara pengampunan dosa menurut Alkitab. Sehingga, kita sebagai umat Allah dapat memaknai Rabu Abu dengan tepat dan penuh kerelaan untuk bertobat mengakui kesalahan di hadapan Allah.

4. Kerendahan Hati

Pertobatan membutuhkan kerendahan hati, maka dari itu dengan rasa rendah hati harus kita lakukan ketika bertobat. Sehingga pertobatan yang kita lakukan akan diterima oleh Allah, terlebih hal ini berarti bagi umat Katolik karena sudah memahami esensi ibadah liturgi Rabu Abu.

Akhir Kata

Sampai di sini dulu penjelasan dan pembahasan dari kami mengenai warna dalam liturgi rabu abu. Mudah-mudahan dengan mengetahui warna liturgi Rabu Abu dan maknanya, kita bisa beribadah dengan lebih baik.

Baca: