Rabu Abu

Pengertian dan Sejarah Perayaan Rabu Abu

Bersamakristus.org – Rabu Abu. Secara singkat, Rabu Abu jatuh 40 hari sebelum Hari Raya Paskah yakni kebangkitan Tuhan Yesus. Pada Rabu Abu, umat akan diberikan tanda salib pada dahi.

Dalam kepercayaan Katolik, Rabu Abu selalu diperingati pada 46 hari sebelum perayaan Hari Raya Paskah. Selain itu Rabu abu juga dimaknain sebagai tanda perkabungan dan pertobatan menuju kemenangan kebangkitan Kristus.

Mungkin saja masih ada banyak orang yang belum benar-benar paham bagaimana sejarah perayaan Rabu Abu. Sehingga ketika merakayannya, tidak bisa memahami makna ibadah Rabu Abu.

Di kesempatan ini mari kita sama-sama belajar lagi tentang pengertian, definisi, dan arti Rabu Abu. Selain itu kita pahami kembali apa asal-usul, makna, dan mempelajarinya.

Asal Usul Sejarah Rabu Abu

Penggunaan abu dalam liturgi dabu abu berasal dari Perjanjian Lama. Abu menjadi lambang perkabungan, rasa sesal, berkabung, dan pertobatan. Di abad 5 SM, setelah Yunus berseru supaya orang kembali pada Tuhan dan melakukan pertobatan, Kota Niniwe memaklumkan puasa dan mengenakan kain kabung serta taja menyelubungi dirinya dengan kain kabung sambil duduk di atas abu.

Yesus pun kemudian juga sudah menyinggung mengenai pemakaian abu yang ditujukan untuk kota yang menolak melakukan pertobatan dosa. Meski sudah melihat sendiri mukjizat dan mendengarkan kabar gembira.

🔥 Trending:   Sola Gratia

1. Abad Sebelum 5 Masehi

Gereja perdana kemudian menggunakan abu sebagai simbol serupa. Tertulianus pada abad 1-2 menuliskan jika pendosa yang mau bertobat harus hidup tanpa bersenang-senang dan mengenakan kabung serta abu. Sejarawan gerej juga menulis dalam bukunya, jika ada orang murtad bernama Natalis yang datang pada Paus Zephyrinus dengan menggunakan kabung abu, lalu memohon pengampunan.

Pada masa yang sama, diwajibkan bagi mereka untuk menyatakan tobat di muka umum dan imam akan memakai abu pada kepala mereka setelah melakukan pengakuan. Di abad pertengahan, mereka yang sedang menghadapi ajal akan dibaringkan di atas tanah beralaskan kain kabung. Kemudian mereka diperciki abu dan imam akan memberi berkat kepada orang itu dengan air suci sambil berkata:

Imam: “Ingat engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.”
Imam: “Puaskah engkau dengan kain kabung dan abu sebagai pernyataan tobatmu di hadapan Tuhan pada hari penghakiman?.”
Jemaat: “Saya puas.”

2. Abad 8 Prapaskah

Dengan contoh itu, akhirnya abu dipakai menjadi tanda awal masa pra-paskah, yaitu persiapan selama 40 hari, belum termasuk hari minggu untuk menyambut Paskah. Ritual perayaan rabu abu ditemukan pada masa Gregorian Sacramentary di abad ke-8.

Setelah itu sekitar abad 10, imam Anglo Saxon yakni Aelfric berkotbah yakni:

“Kita membaca dalam kitab-kitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, bahwa mereka yang menyesali dosa-dosanya menaburi diri dengan abu serta membalut tubuh mereka dengan kain kabung. Sekarang, marilah kita melakukannya sedikit pada awal Masa Prapaskah kita, kita menaburkan abu di kepala kita sebagai tanda bahwa kita wajib menyesali dosa-dosa kita terutama selama Masa Prapaskah.”

Setelah abad pertengahan itu, gereja menggunakan abu sebagai tanda dimulainya masa pertobatan prapaskah, sehingga kita bisa ingat jika kita tidak abadi dan sudah menyesali dosa yang diberbuat. Perayaan Rabu Abu sekarang diambil dari daun palma.

🔥 Trending:   Kebijaksanaan Salomo

Daun palma tersebut sudah diberkati di hari Minggu Palma pada tahun sebelumnya yang dibakar dan dpastur akan memberkati abu itu. Pastur akan menorehkannya pada dahi umat percaya membentuk tanda salib sambil berkata:

“Ingat, engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu,” atau “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”

Perayaan dalam Hari Rabu Abu

Dalam gereja Katolik, Rabu Abu menjadi hari pertama dimulainya masa parapaskah. Dalam bahasa Inggris, disebut dengan Lent, yaitu masa persiapan untuk menyambut hari arya Paskah atau kebangkitan Yesus Kristus.

Rabu Abu diperingati setiap hari ke-46 sebelum Paskah, Paskah akan jatuh pada tanggal berbeda setiap tahunnya, begitu pula dengan Rabu Abu. Ini beberapa perayaan yang dilakukan pada masa Rabu Abu.

  • Dalam massa Rabu ini, maka Abu akan diberikan kepada orang-orang dari hasil daun yang diberkati dan diberikan di Palma Minggu setahun sebelumnya. Gereja Katolik di seluruh dunia juga meminta orang untuk mengembalikan daun palma yang telah dibawa ke rumah dan mengeringkan festival Paskah tahun lalu untuk dibawa kembali ke gereja yang nantinya akan dibakar dalam abu.
  • Abu ini akan diberkati oleh imam dan disiram oleh air suci dan orang-orang akan beralih untuk menerima salib abu di dahi. Imam akan memberikan tanda salib di dahi sambil berkata, “Ingatlah bahwa manusia abu kembali ke abu, dari debu menjadi debu lagi.”
  • Rabu Abu adalah hari istimewa bagi orang berdosa yang ingin kembali ke gereja dan menyesal semua dosa dalam bentuk pertobatan. Ash ini akan menjadi pengingat semua dosa yang telah kita capai dan umat Katolik sendiri biasanya akan memungkinkan pohon abu depan sebagai bentuk kerendahan hati.
🔥 Trending:   Ilustrasi Alkitab

Akhir Kata

Demikian singkat pembahasan kami mengenai pengertian rabu abu. Semoga kita bisa memahami bagaimana pemahaman tentang pengertian Rabu Abu dan sejarah perayaannya.

Baca: