Pandangan Alkitab Terhadap Materialisme

Materialisme Menurut Firman Tuhan

Bersamakristus.org – Pandangan Alkitab terhadap materialisme. Materalisme bisa dipahami sebagai bahan, benda, atau sesuatu yang tampak di mata kiata. Materalisme juga bisa diartikan sebagai pandangan hidup untuk mencari segala sesuatu.

Tak terkecuali pandangan mengenai kehidupan manusia yang ada di alam suatu kebendaan dan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra. Selain itu juga untuk mengenal prinsip gereja.

Materialisme sangat identik dengan ornag-orang yang diskiriminatif, pelit, atau suka meremehkan orang lain. Parahnya, mereka hanya mau dekat dengan orang lain karena memandang sisi untung dan rugi dan tak sesuai dengan hukum kasih dalam Alkitab.

Maka dari itu materialisme memiliki pandangan tersendiri menurut ayat emas Alkitab. Di sini, kami akan menjelaskannya secara lengkap. Anda bisa menyimaknya pada ulasan di bawah berikut ini.

Ayat Firman Tuhan Tentang Materialisme

Dalam beberapa ayat Alkitab disebutkan ketidaksetujuan, seharusnya hidup diserahkan seluruhnya untuk pelayanan Tuhan seperti yang dijelaskan dalam ayat Alkitab tentang pelayanan. Melebihkan dan mendewakan materi tidak dibenarkan.

Lebih baik sedikit barang dengan disertai rasa takut akan Tuhan, daripada banyak harta dengan disertai kecemasan.

Amsal 15:16

Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas.

Amsal 22:1

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapapun yang mencintai kekayaan tidak akan puas dengan kekayaannya. Ini pun sia-sia.

Pengkhotbah 5:9

Alkitab dalam Pandangan Terhadap Materialisme

Materialisme bukan untuk memiliki kekayaan atau harta berlimpah. Ini berasal dari hasrat, prioritas, dan fokus dalma kehidupan yang sudah dijelaskan dalam Alkitab.

1. Yeremia 45:4-5

Yehuwa memberikan nasihat kepada Barukh yang melayani sekretaris Nabi Yeremia. Barukh miskin dengan keadaan yang ada di Yerusalem dan hubungan dekatnya dengan Yeremia tak disukai banyak orang. Meski begitu Yehuwa berkata:

Engkau, engkau terus mencari perkara-perkara besar bagi dirimu sendiri. Jangan terus mencari.

Dimugngkinkan bahwa Barukh bisa jadi materialistis, bisa memupuk minat yang sangat kuat akan memberikan kekayaan materi orang lain. Yehuwa memberi peringatan pada Barukh bahwa ia akan membebaskan dari kejamnya kebinasaaan yang bisa menimpa Yerusalem, akan tetapi ia tak melindungi hartanya.

2. Lukas 12:16-21

Yesus memberi ilustrasi mengenai seorang pria yang menaruh minat kuat terhadap materi. Pria ini fokus kepada kekayaan dibanding dengan menggunakan apa yang dimiliki untuk keperluan pelayanan terhadap Tuhan. Pria tersebut mengatakan:

Aku akan meruntuhkan gudang-gudangku dan membangun yang lebih besar,… dan aku akan mengatakan kepada jiwaku, jiwa engkau memiliki banyak barang yang baik tertimbun untuk bertahun-tahun; bersantailah, makan, minum, bersukarialah.

Kemudian Yesus berkata:

Tetapi Allah berfirman kepadanya,’Orang yang bersikap tidak masuk akal, malam ini mereka menuntut jiwamu darimu. Maka siapa yang akan memiliki perkara-perkara yang engkau timbun?’ maka demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri tetapi tidak kaya terhadap Allah.

Dua cerita tersebut mengajarkan kita untuk melihat apa yang dimaksud dengan materialistis bukan hanya tentang banyaknya harta yang dimiliki, melainkan juga karena memprioritaskan hal-hal materi. Keinginan untuk menjadi orang kaya dan cita materi itu menimbulkan masalah dan bukan merupakan tujuan hidup orang Kristen.

Akhir Kata

Sampai di sini dulu pembahasan mengenai pandangan ayat alkitab terhadap materialisme. Mudah-mudahan bisa menjelaskan secara detail mengenai pandangan Alkitab tentang materialisme.

Baca: