Penyembahan yang Benar Menurut Alkitab

Menyembah Tuhan yang Baik dalam Agama Kristen

Bersamakristus.org – Penyembahan yang benar menurut Alkitab. Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa setiap umat Kristen perlu untuk melakukan penyembahan kepada Tuhan.

Penyembahan yang dilakukan juga harus sesuai dengan Ayat Alkitab Tentang Penyembahan Tuhan. Terutama pada saat berada di gereja, ketika bersama-sama dengan jemaat lainnya.

Tapi mungkin di sini masih banyak orang Kristen yang perlu penjabaran lebih lanjut mengenai cara penyembahan yang benar kepada Tuhan menurut Alkitab dan agama Kristen.

Maka dari itu kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai cara menyembah Tuhan Yesus yang baik dan benar ketika beribadah di gereja. Simak ulasannya berikut ini.

Cara Penyembahan yang Benar Menurut Alkitab

Tanpa banyak basa basi kembali, mari langsung saja silahkan simak penjelasan dan pembahasan tentang cara menyembah Tuhan Yesus yang baik dan benar berikut ini.

1. Tertuju kepada Allah

Penyembahan yang benar jelas tertuju hanya kepada Tuhan, tujuan dari penyembahan yaitu untuk menyenangkan hati Allah. Sehingga Allah sendiri boleh dipermuliakan oleh manusia, ada kalanya juga penyembahan daria manusia terkesan dilakukan dalam kebodohan.

Pasalnya, mausia sejak awal sudah jatuh ke dalam dosa dan telah diselamatkan Yesus melalui penyaliban. Tentu saja sejak saat itu diri Yesus terdapat dalam diri manusia yang menjadikan manusia yang sudah percaya, mengerti serta memahami Kristus di dalam hidupnya.

Kadang, manusia juga tidak mengerti kenapa dan tujuan sejati adanya penyembahan karena mereka tidak mengenal Allah yang disembahnya. Maka dari itu manusia bisa melewatkan serta menghilangkan makna penyembahan yang dilakukan di hadapan Tuhan.

2. Bukan untuk Menyenangkan Diri Sendiri

Penyembahan dilakukan bukan untuk menyenangkan diri sendiri atau orna glain. Penyembahan dikehendaki untuk meyenangkan hati Allah saja. Tapi seiring berjalannya waktu manusia kadang lupa untuk mematuhi ketetuan yang sudah ditetapkan ini.

Hal tersebut bisa dilihat dengan banyaknya penyembahan-penyembahan yang dimodifikasi sedemikian rupa serta sempurna supaya benar tampak megah di hadapan manusia. Memang manusia dan sifatnya menggambarkan Allah, tapi karena dosa, manusia bisa menjadikan hal itu sebagai kesalahpahaman kepada manusia lain.

Masing-masing gereja juga memiliki cara sendiri untuk memberikan penyembahan kepada Tuhan. Tapi pada saat mereka melakukan penyembahan itu, apakah ada terpikirkan bahwa penyembahan tersebut hanya untuk menyenangkan hati Allah?

Kita sekali lagi diingatkan untuk bertobat dari keadaan seperti ini, sehingga kita boleh turut ambil bagian dalam perilaku sebagai makna garam dan terang dunia. Apa yang tampak sempurna di mata manusia belum tentu bagi Allah, karena apa yang dilakukan manusia diluar kehendak Allah.

3. Tidak Melibatkan Tradisi

Tradisi menjadi seperangkat prosesi yang sangat dibanggakan oleh manusia, karena di dalamnya bisa menjelaskan bagaimana manusia itu dan asal usulnya. Tapi tanpa didasari kadang tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran gereja membuatnya menjadi sesat dalam penyembahan.

Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam ayat Alkitab tentang adat istiadat. Pada dasarnya tradisi bisa terjadi karena diciptakan manusia itu sendiri, bukan Allah. Tradisi juga kadang tidak dilandasi iman kepada Allah.

Percaya bukanlah perkara mudah utnuk diterima sekilas, tapi membutuhkan waktu dan proses yang kadang membuat manusia sakit. Tradisi dalam penyembahan bila dikupas kembali menjadi perkara yang harus disingkirkan.

Sehingga penyembahan yang dikerjakan tidak tertuju ke arah formalitas belaka. Melainkan harus dilaksanakan berdasarkan hati yang rindu serta takut akan Tuhan di dalam kehidupan, sesuai yang ditunjukkan dalam keteladanan Yesus Kristus.

4. Melibatkan Roh dan Kebenaran

Dalam Alkitab, penyembahan yang benar berikutnya yaitu melibatkan roh dan kebenaran. Menyembah Allah sejatinya harus dilaksanakan dengan wajib menggunakan roh, sehingga apa yang jahat boleh disingkirkan dan kita dapat memberikan penyembahan yang baik di hadapan Allah.

Kebenaran merupakan firman Allah, sehingga pada saat kita melakukan penyembahan juga harus dilakukan dengan kebenaran Allah. Penyembahan yang benar menurut Alkitab merupakan hal yang menyenangkan dengan tujuan untuk memuliakan Allah, segala sesuatu yang megah dan mewah di mata mausia tidak akan erarti apa-apa di harapan-Nya.

Kesimpulan

Mungkin itu saja pembahasan dari kami mengenai cara penyembahan menurut alkitab. Semoga kita bisa menerapkannya dalam setiap kegiatan ibadah minggu, rumah tangga, dan ibadah lainnya dalam Kristen.

Baca: