Orang Kristen Meninggal Pakai Peti

Kenapa Orang Kristen Wafat Memakai Peti

Bersamakristus.org – Orang Kristen meninggal pakai peti. Pada saat meninggal dunia, orang Kristen kerap diletakkan di peti sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.

Tentu saja hal tersebut tidak dilakukan tanpa alasan. Melainkan ada banyak penyebab, latar belakang, ataupun sejarah yang melatarbelakangi segala hal tersebut terjadi.

Selain menggunakan peti, yang tak kalah penting lainnya adalah mendoakan mereka dengan doa Katolik untuk orang meninggal. Itulah cara terakhir kita memberikan penghormatan kepada mereka yang wafat.

Lantas apa sih alasan orang Kristen atau Katolik meninggal pakai peti? Berikut ini akan kami jelaskan kepada Anda alasannya, mari simak bersama-sama pada pembahasan berikut.

Alasan Orang Kristen Meninggal Pakai Peti

Tanpa banyak basa basi lagi, ini dia penjelasan lengkap mengenai alasan mengapa orang Kristen meninggal pakai peti. Simak pembahasannya di bawah ini.

1. Yesus Dikubur dengan Dikafani

Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih.

Matius 27:59

Yesus adalah teladan setiap orang Kristen, seringkali hal yang dia lakukan menjadi acuan untuk setiap tindakannya, diharapkan termasuk dalam melakukan sesuatu. Tapi ternyata Alkitab menceritakan bahwa Tuhan Yesus dikubur dengan dikafani.

🔥 Trending:   Tata Cara Perjamuan Kudus

Tidak ada satu ayatpun yang menjelaskan bahwa Yesus dikubur menggunakna peti. Lantas kenapa orang Kristen meninggal pakai peti sedangkan Yesus sendiri tidak?

Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.

Yohanes 19:40

Kita harus melihat dulu alasan penguburan Yesus. Yohanes menjelaskan Yesus dikafani sesuai adat Yahudi, kita tahu Yesus berasal dari kalangan Yahudi. Tentu saja Dia perlu mengikuti tradisi mereka, hal ini jelas bahwa Yesus dikubur dengan dikafani karena aturan yang berlaku.

Adat Yahudi sebenarnya punya dua tahap penguburan, yaitu merempahi dan mengafani mayat seperti yang dilakukan pada mayat Yesus. Mayat itu kemudian dibiarkan membusuk hingga menjadi tulang-belulang.

Hal tersebut tentu tidak berlaku bagi Yesus karena Dia bangkit pada hari ketiga. Penguburan yang kedua dilakukna dengan memindahkan tulang-belulang tersebut ke dalam peti, yang kemudian dikumpulkan di dalam gua.

2. Penguburan Tokoh Alkitab Berbeda-beda

Anak-anaknya mengangkut dia ke tanah Kanaan, dan mereka menguburkan dia dalam gua di ladang Makhpela yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik, yaitu ladang yang di sebelah timur Mamre.

Kejadian 50:13

Kemudian matilah Yusuf, berumur seratus sepuluh tahun. Mayatnya dirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir.

Kejadian 50:26

Alkitab juga menjelaskan bahwa Yakub dikuburkan dalam gua, sebelum itu dia dirempah-rempah selama 40 hari sambil ditangisi. Sebelum dikubur, anak-anaknya juga mengadakan dulu perkabungan selama 7 hari.

🔥 Trending:   Pilates dalam Kristen

Cara penguburan ini juga dilakukan kepada mayat Yusuf. Kisah ini menjelaskan bahwa bukan sebuah kewajiban bila orang Kristen meninggal harus pakai peti.

3. Sesuai Tradisi Barat

Penggunaan peti bukan tradisi kekristenan, melainkan ada hubungan dengan kebudayaan. Peti digunakan sebagai tradisi dalam budaya barat, ternyata tidak semua orang Kristen juga meninggal memakai peti.

Misalnya Arab, Eropa, dan sebagainya yang beragama Kristen tidak memiliki ritual penguburan dengan cara dimasukkan ke dalam peti. Selain itu orang barat yang non-Kristen pun ternyata tetap dikubur dalam peti. Hal tersebut cukup menjelaskan cara penguburan orang Kristen di Indonesia cuma mengikuti budaya barat yang masuk ke Indonesia.

4. Tidak Ada Kewajiban Pakai Peti

Agama bicara tentang benar dan salah sesuai kehendak Tuhan, namun. budaya regional hanya bicara tentang pantas atau tidak pantas. Gereja-gereja yang ada di Indonesia belum memiliki keputusan tetap tentang cara penguburan orang Kristen di Indonesia.

Gereja-gereja masih mengikuti budaya serapan barat, yaitu pakai peti. Sebenarnya bukan kewajiban bila orang Kristen meninggal harus pakai peti, itu cuma sebuah budaya yang bisa terus berkembang dan berubah.

Bahkan di masa sekarang ada banyak gereja yang setuju pelayanna penguburan dengan cara kremasi. Sekarang juga sudah didorong penggunaan kain kafan saja untuk penguburan. Hal tersebut tentu tidak menjadi masalah bagi agama Kristen karena Alkitab tak memberikan perintah apapun mengenai penguburan.

🔥 Trending:   Sifat Gereja Katolik

Akhir Kata

Sampai di sini dulu pembahasan dari kami mengenai orang kristen meninggal memakai peti. Mudah-mudahan informasi yang kami bagikan bisa bermanfaat khususnya untuk menambah wawasan kerohanian.

Baca: