Tokoh Reformasi Gereja

Aktivis Sejarah Reformasi Gereja Katolik

Bersamakristus.org – Tokoh reformasi gereja. Pada masa lalu terjadi reformasi gereja, semua orang tentu sudah mengenal nama Martin Luther. Benar, dialah yang memprakarsainya.

Tapi bukan hanya Luther saja yang terlibat, masih banyak tokoh reformasi gereja yang berpengaruh atas terjadinya peristiwa besar tersebut. Tokoh-tokoh itu tersebar dari berbagai penjuru negara, khususnya di Eropa.

Sejarah reformasi gereja menyebabkan Katolik dan Protestan terpisah. Sehingga, mengenal tokoh-tokoh yang berpengaruh di masa lalu terhadap reformasi sangatlah penting untuk kita ketahui.

Maka dari itu pada kesempatan ini mari kita simak bersama beberapa tokoh reformasi gereja yang paling berpengaruh. Anda bisa menyimak ulasannya di bawah ini.

Tokoh Reformasi Gereja yang Berpengaruh

Langsung saja ini dia beberapa tokoh reformasi gereja yang sangat berpengaruh di masa lalu. Simak ulasan dan kisahnya yang kami rangkum dari banyak sumber terpercaya.

1. Peter Waldo

Peter Waldo memulai gerakan reformasinya pada tahun 1170. Dia memiliki latar belakang sebagai pedagang kayu, tapi kemudian membagikan kekayaannya kepada orang miskin di Lyon, Prancis. Ajarannya tentnag kemiskinan membuatnya mendapat pengikut yang disebut Valdesians dan mendapat julukan kaum miskin dari Lyon.

Selain doktrin kemisikinan, perlawanan yang dilakukannya terhadap purgatorium (pemurnian setelah kematian sebelum mencapai surga) serta transubstansiasi (perubahan roti dan anggur dalam komuni menjadi tubuh maupun darah Kristus yang sesungguhnya tanpa adanya perubahan wujud fisik).

Dia meninggal pada tahun 1205, namun pengikutnya masih bertahan sampai sekaarang meski sempat mengalami berbagai kecaman dari gereja Roma. Sebab, merak telah melanggar larangan untuk mengabarkan Injil.

2. Santo Fransiskus

Santo Fransiskus lahir di Asisi, Italia pada tahun 1181/1182 dan meninggal pada 3 Oktober 1226. Dia juga dikenal sebagai santo pelindung hewan dan lingkungan. Fransiskus menjalanni masa mudanya dalam kemewahan dan foya-foya, tapi pengalaman yang ia peroleh ketika menjadi tawanan perang mengubah hidupnya.

Dia memutuskan meninggalkan kekayaan dan melayani gereja. Fransiskus kemudian dikatakan pernah mendengar suara Tuhan yang memintanya untuk membangun gereja yang sudah rusak. Di zaman itu, gereja sudah membangun ekkuasaan dan kekayaan yang besar.

Atas dasar panggilan tersebut, dia kemudian mendedikasikan hidupnya dalam kemiskinan. dia juga mengajarkan untuk hidup seperti Yesus, tidak mengejar kekuasaan, ataupun kekayaan seperti gereja pada saat iut.

3. John Wycliff

Dia lahir pada tahun 1330 di Yorkshire, Inggris. Kemudian dia meninggal pada 31 Desember 1384 di Lutterworth. Wycliff sempat memiliki peran politik ketika masih muda, dia menyuarakan pendapatnya tentang otoritas pemerintahan diberikan opleh Tuhan kepada orang yang bermoral.

Maka dari itu orang yang punya otoritas tersebut tidak boleh menyalahgunakannya dan juga tidak boleh hidup dalam kekayaan materiil. Wycliff terkenal atas gerakan reformasinya dalam menentang transubstansiasi dan dalam mengupayakan agar Alkitab bsia diakses oleh semua orang dalam bahasa Inggris.

Kemudian di tahun berikutnya, berbagai tulisan dan karyanya dilarang oleh sinode di Blackfriars, London, Mei 1383. Pengikutnya juga berbalik melawannya, dan baru setelah masa reformasi pada abad ke-16 yang diprakarsai Martin Luther, orang-orang mulai menghargai ajaran Wycliff.

4. Desiderius Erasmus

Desiderius Erasmus lahir di Rotterdam pada tanggal 27 Oktober 1469. Kemudian dirinya meninggal pada tanggal 12 Juli 1536 di Basel, Swiss. Erasmus memiliki gerakan reformasi tidak sepenuhnya terjadi sebelum Martin Luther, tapi bersamaan dengan masa gerakan reformasi Luther.

Sebagai orang terpelajar, dia juga dikenal dengan partisipasinya dalam menerjemahkan Alkitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa sehari-hari. Karena pemahamannya akan bahasa Latin dan Yunani, dia juga bisa membandingkan naskah-naskah Alkitab pada zaman itu sert menyadari pengertian akan Alkitab mestinya terbuka bagi semua orang.

Kitab Suci terjemahan Erasmus menjadi pegangan bagi orang-orang dalma menerjemahkan Alkitab ke bahasa-bahasa lain di Eropa. Bahkan hasil terjemahan Erasmus itu dipercaya juga menjadi dasar bagi para tokoh-tokoh reformasi yang muncul pada abad ke-16 dan seterusnya.

Meski demikian pada saat Luther melakukan gerakan reformasinya, Erasmus mengambil sikap netral, tidak tidak sepenuhnya setuju dengan Luther. Tapi dia sendiri juga tetap menentang gereja Katolik Roma dalam beberapa hal dan mendukung adanya reformasi dalam tubuh gereja.

5. Martin Luther

Martin Luther(1483-1546) lahir di Eisleben, Jerman. Dia berasal dari keluarga kaya, memperoleh pendidikan tinggi, dan dalam perkembangannya kemudian dia menjadi biarawan serta menempuh pendidikan teologi secara lebih mendalam.

Di masa itu juga sudah muncul tokoh-tokoh yang menyuarakan perlawanan terhadap kuasa gereja Katolik Roma. Gereja pada saat itu mengajarkan keselamatan bisa diperoleh lewat perbuatan baik dan gereja juga menjual indulgensi yang memberi pengampunan dosa sehingga memberikan izin kepada orang untuk indulge atau memenuhi keinginan yang sesungguhnya adalah dosa.

Ini yang menjadi penekanan latar belakang reformasi gereja yang dilakukan Martin Luther. Berdasarkan ajaran Alkitab dan karya tulis Augustine, Luther menentang praktik penjualan indulgensi karena pengampunan dosa dan keselamatan hanya bisa diperoleh dari iman dan kasih karuia, bukan perbuatan baik.

Pendapatnya kemudian dituangkan ke dalam 95 dalil atau tesis yang berjudul “Perdebatan Mengenai Kuasa Indulgensi”, menyatakan bahwa keselamatan dari iman dan mempertanyakan keberhasilan indulgensi dalam meraih keselamatan tersebut. Di sini, Luther berbeda pandangan dengan Erasmus.

Erasmus tetap menekankan pentingnya melakukan perbuatan baik yang sepertinya diabaikan Martin Luther. Selain itu meski dia menentang beberapa praktik dalam gereja Katolik, Erasmus tetap tunduk kepada otoritas paus sedangkan Luther menentang kekuasaan gereja sampai akhirnya muncul aliran Kristen Protestan yang tidak menerapkan hierarki paus serta keuskupan Gereja Katolik.

6. Huldrych Zwingli

Huldrych Zwingli lahir pada tanggal 1 Januari 1484 di Toggenburg, Swiss dan meninggal pada 11 Oktober 1531. Dia dalam gerakan reformasi gereja menyetujui Martin Luther dalam hal keselamatan oleh imam dan kasih karunia. Tapi dia berbeda pendapat dengan Luther tentang kehadiran Kristus dalam sakramen ekaristi.

Menurut Luther, kehadiran nyata Kristus dalam sakramen tersebut terkait dengan kenyataan bahwa Kristus sebagai Tuhan ada di mana saja. Sedangkan Zwingli berpendapat bahwa kehadiran Kristus dalam sakramen tersebut lebih bersifat spiritual, yaitu lewat Roh Kudus.

7. John Calvin

Tokoh reformasi gereja berikutnya, yaitu John Calvin lahir pada tanggal 10 Juli 1509 di Noyon, Perancis dan meninggal pada 27 Mei 1564 di Jenewa, Swiss. Awalnya gerakan reformasi Calvin secara tidak langsung dipengaruhi Erasmus, dia berinisiatif mempelajari bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani agar bisa memahami Alkitab dari teks dalam bahasa aslinya.

Kemudian dari pembelajarannya, dia berpendapat keselamatan dan pengampunan dosa dalam Kristen bisa diperoleh lewat iman, bukan perbuatan baik. Dia menuangkan hasil pembelajaran itu dalam karya tulisnya yang dinamakan “Institutio” atau “Institusi Agama Kristen”.

Calvin juga dikenal menyarakan kepercayaan yang dikenal dengan ‘predestinasi’ yang berarti seseorang dari awalnya telah dipilih Tuhan untuk diselamatkan. Ini menciptakan kontroversi dalam pemahamannya karena dianggap tidak adil.

Tidak adil di sini bahwa Tuhan sudah menentukan keselamatan orang terlepas dari perbuatan dan imannya. Tapi bagi Calvin, predestinasi kembali menegaskan keselamatan memang karunia-Nya yang diberikan secara cuma-cuma dan oleh karena itu juga menegaskan kasih Tuhan untuk manusia.

8. John Knox

John lahir pada tahun 1514 di Haddington dan meninggal pada 24 November 1572 di Edinburgh, Skotlandia. Gerakan reformasi yang dia lakukan dipengaruhi Calvin, dia turut serta dalam pendirian gereja Prebitarian.

Latar belakang gereja di Skotlandia saat itu merupakan rakyat yang marah dengan kekayaan yang ditimbun gereja serta tindakan asusila tokoh gereja. Orang-orang kemudian berpaling pada Protestanisme yang masih dari Eropa. Tapi dengan adanya larangan dari gereja, membuat Knox kemudian berprofesi sebagai pastur.

Dia kemudian melarikan diri ke Genewa, Swiss dan bertemu Calvin. Dalam perkembangannya, dia kemudian berkali-kali melakukan perjalanan keluar dari dan kembali ke Skotlandia. Dia juga menjadi pastur yang memiliki pengaruh besar dalam menyebarluaskan protestanisme di Skotlandia.

Akhir Kata

Itu dia ringkasan pembahasan mengenai tokoh reformasi gereja masa lalu. Mudah-mudahan informasi yang kami bagikan bisa membuat kita lebih mengetahui apa yang terjadi pada saat reformasi di masa lalu.

Baca:


Tinggalkan komentar