Prinsip Prinsip Etika Kristen

Prinsip-prinsip Etika dalam Kekristenan

Bersamakristus.org – Prinsip prinsip etika Kristen. Kita tidak hidup sendiri di muka bumi ini, melainkan juga bersama dengan banyak manusia lainnya yang tinggal di sekitar.

Ada orang Kristen, ada Katolik, ada Islam, dan agama serta kepercayaan lainnya. Dalam hidup, kita juga berdampingan dengan makhluk lain, seperti tumbuhan, hewan, hingga makhluk tak tampak.

Tuhan dan Bapa juga menjadi bagian penting dalam rohani kita. Mereka memberikan kita segalanya, termasuk kehidupan yang bisa kita nikmati dalam waktu singkat ini.

Karena alasan itulah dalam menjalani hidup kita harus memahami prinsip prinsip etika Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya agar kita tidak salah ambil langkah dan menyakiti hati orang lain.

Maka dari itu di sini kami ingin sedikit berbagi tentang prinsip-prinsip etika Kristen. Simak langsung pembahasan lengkapnya pada ulasan lengkap di bawah berikut ini.

Prinsip Prinsip Etika Kristen dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut beberapa prinsip prinsip etika Kristen dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

1. Bersifat Terbuka (1 Yoh 1:7)

Dalam ayat tersebut dijelaskan Allah memiliki ciri yang terang dan tidak ada yang disembunyikan. Hal ini juga berlaku dalam persekutuan, keterbukaan merupakan suatu perihal yang perlu diutamakan untuk berhubungan persekutan yang baik sesuai bersama dengan sejarah agama kristen.

Dalam komunitas, keterbukaan yang ditunaikan menjadi awal munculnya kejujuran dan keyakinan yang berhubungan dengan persekutuan serta objek hidup orang Kristen. Dengan ada keterbukaan maka anggota akan saling mendukung satu mirip lain dan akan timbulnya keharmonisan.

2. Berani Menegur (Ams 27:6)

Ayat tersebut menjelaskan menegur, memukul, dan mengingatkan haruslah berani dilakukan oleh sahabat sejati. Asal ditujukan sebagai upaya untuk mengajarkan kebaikan bagi sahabat tersebut.

Teguran yang yang dilakukan dengan tepat, maka Anda tidak perlu cemas dan mengkuatirkan untuk teguran berikut akan membawa dampak ada jarak di antara kalian, bersama dengan itu tidak perlu ada keresahan kembali.

Melakukan teguran untuk kawan perlu memanfaatkan langkah yang baik, lantas pastikan untuk menegur sikapnya bukan pribadinya. Terguran itu juga ada tingkatannya, merasa bersama dengan menegur untuk bersua berdua langsung, bersama dengan mempunyai 1-2 saksi, dan bila jikalau tidak membuahkan hasil maka tegurlah di di dalam forum perkumpulan (matiud 15:15-20)

3. Memiliki Hati yang Besar (Ams :18)

Bila ada teguran dari orang lain, maka kita harus berbesar hari, harus jelas ditekankan bahwa teguran adalah bentuk kasih darinya. Saat kita di tegur berarti kita dikasihi seperti yang dijelaskan dalam renungan rohani Kristen tentang kasih.

Sebab kita diinginkan untuk jadi pribadi yang lebih baik ulang dan terhindari berasal dari perilaku yang menyimpang dan tidak sesuai bersama dengan ajarannya, jangan berfikiran bahwa suatu teguran itu merupakan suatu hinaan dan membawa dampak kamu sakit hati lantas membenci.

4. Mengampuni (Matius 18:21-35)

Di setiap persekutuan tidak jarang berjalan gesekan dan hendaknya sanggup dijadikan gesekan berikut untuk menajamkan diri untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi. Pengampunan dan kerendah hatian adalah langkah paling pas untuk sanggup terima perbedaan dan merupakan syarat penting untuk kita sanggup bertumbuh.

5. Meminta Maaf

Meminta maaf atas kekeliruan kita bukanlah suatu kelemahan yang perlu kita hindari, melainkan menghendaki maaf merupakan langkah untuk sanggup memulihkan hubungan yang retak dan sanggup membawa dampak rasa benci, amarah dan kepahitan menghilang berasal dari diri kita dan sanggup menjalin ulang hubungan bersama dengan baik.

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai prinsip etika kristen menurut alkitab. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita tentang cara berperilaku yang baik dan benar sebagai orang Kristen.

Baca: